RSS Feed     Twitter     Facebook

Tanya Jawab Permasalahan Aktual Bagi Pensiunan TELKOM

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...
   View : 1,284 views    Font size:
Tanya Jawab Permasalahan Aktual Bagi Pensiunan TELKOM

I.         TENTANG PRA PENSIUN 

1.    FORM & DOKUMEN APA SAJA YANG HARUS DISIAPKAN MENJELANG MEMASUKI MASA PENSIUN? 

Dokumen yang diperlukan untuk penerbitan SK Pembayaran Manfaat Pensiun dan pembuatan Kartu Pensiun adalah:

a.          SK Pemberhentian dari Perusahaan;

b.          SK Capeg dan Pegawai Perusahaan;

c.          KTP dan Kartu Keluarga

d.          Surat/ Akte Nikah dan Kartu Keluarga;

e.          Pas Photo berwarna 2 buah ukuran 3 x 4;

f.           Foto copy buku rekening bank (sebaiknya Bank BNI, BRI, Mandiri, Saudara dan BTPN);

g.          Foto copy akte kelahiran anak yang masih di bawah usia 21 tahun/ 25 tahun yang masih kuliah;

h.      Foto copy Kartu NPWP (wajib bagi Pensiun Normal atau yang MP bulannnya di atas Rp.1.300.000,- 

2.    SIAPAKAH AHLI WARIS YANG BERHAK ATAS PENERIMAAN MANFAAT PENSIUN? 

Adalah isteri/ suami/ anak yang terdaftar dalam SK Pemberhentian dari PT Telkom atau Isteri/ suami/ anak yang terdaftar sebelum yang bersangkutan memasuki masa pension. Apabila Pensiunan mendaftarkan isteri/ suami/ anak setelah memasuki masa pensiun maka isteri/ suami/ anak tersebut tidak berhak memperoleh Manfaat Pensiun apabila Pensiunan meninggal dunia. 

3.    APA SAJAKAH JENIS MANFAAT PENSIUN ITU? 

Manfaat Pensiun dapat dibedakan menjadi 4, yaitu:

a.     Manfaat Pensiun Normal, diberikan bagi peserta yang berhenti mencapai usai 56 tahun

b.     Manfaat Pensiun Dipercepat, diberikan bagi peserta yang berhenti bekerja dalam usia sekurang-kurangnya 46 tahun.

c.     Manfaat Pensiun Cacat, diberikan bagi peserta yang berhenti karena dinyatakan cacat oleh Tim Penguji Kesehatan

d.   Manfaat Pensiun Ditunda, diberikan bagi peserta yang mencapai pensiun dipercepat (46 th) atau setelahnya, sebelum mencapai usia pensiun normal   

        

II         TENTANG DAPENTEL 

1.    APA TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DAPENTEL? 

Tugas Dan tanggung jawab DAPENTEL meliputi:

a.    Membayar MP (kepesertaan), sesuai dengan  Peraturan Dana Pensiun TELKOM

b.    Menagih dan Mengelola penerimaan Iuran Pemberi Kerja & Peserta

c.     Mengelola dan mengembangkan dana  (investasi) 

               Karena dana yang diperlukan untuk membayar Manfaat Pensiun sangat besar dibanding dengan iuran dari TELKOM dan Peserta, maka DAPENTEL harus menginvestasikan dananya untuk membantu TELKOM mencukupi dana DAPENTEL sesuai kewajiban Aktuaria.  

2.     APA KEWAJIBAN DAPENTEL? 

Dalam melaksanakan visinya, DAPENTEL mempunyai kewajiban:

a.    Mengelola Dana sesuai ketentuan & peraturan perundangan yang berlaku, baik dari Pendiri, Regulator & kebijakan lainnya yang ditetapkan

b.    Melaporkan kegiatan/ pengelolaan setiap Bulan, Triwulan, Semester, dan Tahunan kepada Pendiri melalui Dewan Pengawas (TELKOM) dan DEPKEU.

c.   Melaporkan ringkasan mengenai Pengelolaan, Neraca, Perhitungan Hasil Usaha, dan Kepesertaan per Semester / Tahunan dalam bentuk INFO MEMO ke Peserta/ Pensiunan. 

3.    BAGAIMANA DAPENTEL MEMBANTU TELKOM DALAM MENCUKUPI SELISIH KURANG DANA UNTUK MEMBAYAR MP, KARENA KEBUTUHAN DANANYA SANGAT BESAR BILA DIBANDING DENGAN IURAN DARI TELKOM DAN PESERTA? 

Untuk mencukupi selisih kurang kebutuhan dana, DAPENTEL melakukan investasi sesuai ketentuan. Jenis investasinya terdiri dari: deposito berjangka, deposito on Call, Sertifikat Deposito, Sertifikan Bank Indonesia, Saham di Bursa, Obligasi di Bursa, Unit Penyertaan Reksadana, Surat berharga pemerintah, Penempatan Langsung, Tanah, Bangunan, Tanah & Bangunan.Hasil investasi tidak boleh serta merta dibagikan kepada Peserta/ Penerima MP.

Gambaran umum pengelolaan dana DAPENTEL adalah sebagai berikut :

Iuran Peserta + Iuran TELKOM + Iuran Tambahan TELKOM —–> di investasikan —–> Hasil Investasi —-> Cukupkah untuk

membayar MP ? —> cukup———————————-> membayar MP bulanan / sekaligus / THT.

—> tidak cukup –> ditambah iuran tambahan Telkom—> membayar MP idem diatas.

Keterangan:

a.       DAPENTEL mengelola dana yang bersumber dari ex dana YDPP, Iuran Peserta, Iuran Normal Telkom dan Iuran Tambahan Telkom.

b.       Dana tersebut diinvestasikan sehingga memperoleh hasil investasi agar mencukupi pembayaran MP

c.        Apakah hasil investasi tersebut mencukupi untuk membayar Manfaat Pensiunan?

1)       Bila cukup, maka hasil investasi tersebut dipakai untuk pembayaran MP

2)       Bila tidak cukup, maka PT Telkom akan memberi Iuran Tambahan agar dana tersedia untuk membayar MP.

d.    Sebagai feedback bagi para Pensiunan, mohon dibandingkan besarnya Iuran Bapak/ Ibu per bulan dengan Besarnya Manfaat Pensiun yang tiap bulan Bapak/ Ibu terima
 

4PROGRAM APA YANG DALAM WAKTU DEKAT AKAN DILAKSANAKAN YANG BERKAITAN LANGSUNG DENGAN PENSIUNAN? 

           Rekening Bank para penerima MP di banyak Bank  —> dianjurkankan hanya ke lima Bank yaitu Bank BNI 46, Mandiri,  BRI,      Bank Saudara dan BTPN.

 

III        TENTANG HAK PESERTA PENSIUNAN/ PENERIMA MANFAAT PENSIUN  

1.   APA HAK PESERTA PENSIUNAN/ PENERIMA MANFAAT PENSIUN?  

a.  Memperoleh Manfaat Pensiun Normal, atau Manfaat Pensiun Cacat atau Manfaat Pensiun Dipercepat.

1)            Manfaat Pensiun bulanan.§   Bila besarnya Manfaat Pensiun Bulanan Rp. 750.000,- atau lebih, dibayarkan secara bulanan sampai dengan meninggal dunia dan turunan ke warisnya;§   Bila kurang dari Rp. 750.000,- dapat diambil sekaligus (DAPENTEL menyarankan sekaligus)

2)             THT bagi yang menjadi pegawai Telkom sebelum April 1992;

3)            Manfaat Pensiun yang diambil sekaligus sebesar 20% dari MP, bagi yang menjadi pegawai Telkom setelah April 1992. Yang 80% dibayarkan secara bulanan.

4)            Manfaat Pensiun adalah tetap, tidak ada kenaikan sesuai dengan rumus MP dan gadas terakhir pada saat aktif. 

b.   Memperoleh informasi mengenai pengelolaan DAPENTEL 

c.   Menyampaikan pendapat dan saran mengenai perkembangan portfolio investasi DAPENTEL kepada Pendiri, Dewas dan Pengurus DAPENTEL berdasarkan ketentuan yang berlaku   

2.   APAKAH PENSIUN TIDAK DAPAT THR? 

MP bagi yang pensiun sebelum Juli 2002 sebenarnya sudah memperhitungkan atau sudah diberikan Tunjangan MP gaji ke 13 dan THR, yang dibayarkan secara bulanan pada saat menerma MP. Hal tersebut dapat dilihat dari rumus MP yang didepannya dikalikan angka 1,632.Bagi yang pensiun setelah Juli 2002, unsur THR dan yang lain sudah termasuk dalam rumus MP atau di-PhDP-nya.  

IV       TENTANG KEWAJIBAN DAN KONTRIBUSI PENSIUNAN/ PENERIMA MP  

1.   APA KEWAJIBAN PENSIUNAN/ PENERIMA MP? 

Kewajiban Pensiunan/ Penerima MP adalah: 

a.    Melakukan pembaharuan data secara berkala.      Konsekuensi logisnya:   kalau belum  memperbaharui, DAPEN akan  ragu-ragu dan menunda dulu pembayarannya. 

b.   Menginformasikan:

1)            perubahan status diri, misal kawin lagi atau janda/ duda kawin lagi

2)            perubahan atau mutasi Penerima Manfaat Pensiun (Penerima MP meninggal dunia, janda/ Duda kawin lagi,  Janda/Duda meninggal dunia,  Anak sudah berumur 21 tahun, 25 th atau sudah menikah/ bekerja)                Konsekuensi logis: Bila tidak segera dilaporkan adan akhirnya diketahui maka DAPENTEL diwajibkan menagih kembali dan yang ditagih atau ahli warisnya harus mengembalikan kelebihan bayar

3)            Perubahan data (pindah alamat, perubahan no telepon/ HP,  email dan dekat yang bisa dihubungi, perubahan no rekening)

4)            No. HP yg bisa digunakan/ dimanfaatkan untuk menghubungi Penerima MP

5)            Siapa yang dikuasakan mengambil MP 

c.    Mempunyai dan menyampaikan NPWP bagi yang seharusnya punya.      Konsekuensi logis: Yang seharusnya punya dan   tidak menyampaikan ke DAPENTEL oleh   Dinas Pajak akan dikenakan pajak 120%   dari tarif dan yang 20% harus dibayar   sendiri 

d.   Menginformasikan/ lapor ke DAPENTEL bila sudah 3 bulan pensiun belum menerima SK PMP 

e.   Melatih anak/ cucu untuk dapat melaporkan ke DAPENTEL bila ada perubahan status penerima MP.  

2.   KONTRIBUSI APA YANG DIHARAPKAN DAPENTEL DARI PENSIUNAN?  

Kontribusi Pensiunan yang diharapkan oleh DAPENTEL adalah:

a.    Menggunakan produk TELKOM

b.   Ikut berpartisipasi dalam “memasarkan” produk TELKOM

c.    Menjaga image/ citra TELKOM  

3.  KONTRIBUSI APA YANG TIDAK DIHARAPKAN DAPENTEL DARI PENSIUNAN: 

a.   Mencampuri kegiatan operasional DAPENTEL yang menjadi tanggung jawab Pengurus sesuai ketentuan PDP, peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, oleh karena itu Pengurus berhak menolak.

b.   Mencampuri kegiatan pengawasan DAPENTEL yang menjadi tanggung jawab Dewas sesuai ketentuan PDP, peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, oleh karena itu Dewas berhak menolak;  

 

V        TENTANG PEMBAYARAN MP 

1.    KAPAN DILAKSANAKAN PEMBAYARAN MANFAAT PENSIUN SETIAP BULANNYA? 

Pembayaran Manfaat Pensiun paling lambat tanggal 1, maka DAPENTEL menginstruksikan bahwa proses pembayaran oleh bank dimulai tanggal 23 bulan N-1, maka pembayaran dilaksanakan mulai tanggal 23 bulan N-1 sampai dengan tanggal 1 bulan N.Penerima MP dapat mengetahui Manfaat Pesiunnya sudah masuk atau belum dengan cara menge-print buku banknya. 

2.    MENGAPA MP TIDAK MASUK REKENING?  

Beberapa kemungkinan yang menyebabkan Manfaat Pensiun tidak masuk rekening Pensiunan, yaitu:

a.    Nomor rekening salah;

b.   Salah ejaan pada nama Pensiunan. Beberapa bank sangat ketat dalam ejaan nama Rekening (misalnya BCA), sehingga kalau ada salah satu huruf saja, bank akan menunda mentransfer ke rekening Pensiunan;

c.   Buku rekening Pensiunan hilang, lalu membuat nomor rekening baru tetapi tidak melaporkan ke DAPENTEL. 

3.    APAKAH PENSIUNAN HARUS MEMBAYAR PAJAK (PPh 21) MANFAAT PENSIUNAN? 

MP yang dikenai pajak PPh 21 adalah MP yang lebih dari Rp.15.840.000,-/ tahun (Penghasilan Tidak Kena Pajak/ PTKP).Pensiunan yang mempunyai Manfaat Pensiun lebih dari PTKP wajib memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan pajak dibayarkan oleh DAPENTEL.Apabila tidak mempunyai NPWP, maka yang bersangkutan harus membayar pajak sebesar 120 % dan yang 20 % harus dibayarkan oleh Penerima MP. Oleh karena itu Pensiunan yang diharuskan mempunyai NPWP, wajib melaporkan NPWPnya ke DAPENTEL. 

4.    MENGAPA TERDAPAT PERBEDAAN BESARNYA MP ANTARA YANG YANG TERSEBUT DI DALAM SK PMP DENGAN MP YANG DITERIMA PENSIUNAN SETIAP BULANNYA? 

Berdasarkan KD.23 tahun 1999, RAKERNAS P2TEL tahun 2003 dan KD.62 tahun 2006 menyebutkan bahwa P2TEL adalah satu-satunya organisasi wadah Pensiunan Telkom, keanggotaannya bersifat stelsel pasif/ langsung menjadi anggota dan sebagai konsekuensi logisnya Pensiunan harus mengiur dana sosial dan iuran anggota P2TEL yang pelaksanaan pemotongannya dibantu oleh DAPENTEL dan diserahkan kepada P2 TEL Pusat. Besar potongan tersebut adalah:

a.             Dana Kematian yang besarnya 1/1000 dari besarnya MP;

b.             Iuran Anggota P2Tel yang besarnya 2/1000 dari besarnya MPSehingga MP yang diterima Pensiunan per bulan adalah MP setelah dikurangi Dana Kematian dan Iuran Anggota 

 

VI        TENTANG KENAIKAN MP 

1.    APAKAH MANFAAT PENSIUN BISA NAIK? 

a.   Pada dasarnya MP adalah tetap seperti yang dijanjikan dan tidak ada kewajiban PT Telkom untuk menaikkan MP.

b.   MP dapat dinaikkan bila:

1)      Bisnis PT Telkom masih tumbuh baik dan PT Telkom bermurah hati untuk membiayai kenaikan MP . Hal-hal yang perlu diperhatikan agar PT Telkom bersedia membiayai kenaikan MP antara lain:

a)             Loyal menggunakan produk PT Telkom

b)             membantu promosi produk PT Telkom

c)             Membangun citra positif PT Telkom

d)            Tidak melakukan kampanye negatif terhadap PT Telkom

2)      Investasi sangat berhasil dan kecukupan dana di DAPENTEL minimal 120%, PT Telkom dapat mempertimbangkan memberi atau tidak kenaikan MP. 

 

 

 

2.    DAPATKAH MENUNTUT KENAIKAN MP KEPADA DAPENTEL? 

DAPENTEL tidak mempunyai wewenang dalam menaikkan MP tetapi merupakan kewenangan Pendiri (PT Telkom). Pensiunan yang menuntut kenaikan MP dapat dikatakan telah melakukan sesuatu di luar haknya karena haknya telah dipenuhi yaitu seperti yang telah dijanjikan dalam rumus penghitungan MP. Sehingga menuntut MP dengan cara berdemontrasi akan menurunkan citra PT Telkom dan DAPENTEL. Menggugat di pengadilanpun tidak ada dasar yang kuat. Sebaiknya dalam pengajuan kenaikan MP dilakukan secara halus dan santun kepada PT Telkom. Disetujui atau tidaknya sangat dipengaruhi dengan cara pendekatan kepada PT Telkom. Selain itu Pensiunan harus dapat menunjukkan kontribusinya kepada PT Telkom. 

 

VI        TENTANG MUTASI DATA 

1.    MENGAPA SETIAP PERUBAHAN DATA PENSIUNAN HARUS MELAPORKAN KE DAPENTEL? 

Setiap perubahan data Pensiunan (misalnya pindah alamat, ganti nomor rekening, pensiunan/ janda/ duda/ anak meninggal, janda/ duda menikah lagi), Anak sudah bekerja/ menikah) harus segera melapor ke DAPENTEL, karena kalau tidak melaporkan maka dapat terkena konsekuensi logisnya, misalnya:

a.   Tidak memperoleh informasi penting bila tidak melapor perubahan alamat atau nomor telepon/ HP;

b.   Manfaat Pensiun tidak masuk rekening bila tidak melaporkan perubahan nomor rekening;

c.   Mengganti selisih Manfaat Pensiun bila tidak melaporkan kematian atau janda/ duda menikah lagi 

2.    BAGAIMANA CARA MELAPOR KE DAPENTEL BILA ADA PERUBAHAN DATA? 

Sarana yang bisa digunakan untuk melaporkan perubahan data Pensiunan ke DAPENTEL yaitu:

a.   Datang langsung atau melalui surat ke alamat Jl. Surapati No 151 Bandung;

b.   Telepon ke 022-70719017 atau 70729028;

c.    SMS ke nomor 022-70719017; 70719018;

d.    Facsimile ke 022-2530297;

e.   Email ke alamat dapentel@plasa.come.  

Web ke alamat www.dapentel.co.id 

 

VII       TENTANG DATA ULANG 

1.    BERAPA KALIKAH DALAM SETAHUN PENSIUNAN HARUS MELAKSANAKAN DATA ULANG? 

Data ulang dilaksanakan setiap 6 bulan sekali atau 2 kali dalam setahun dan setiap ada perubahan data 

2.    APAKAH MASIH ADA INSENTIF DALAM PELAKSANAAN DATA ULANG (DATUL)? 

DATUL merupakan kewajiban Pensiunan/ Penerima MP. Karena kewajiban, maka yang tidak melakukan DATUL ada konsekuensi logis yang membuat DAPENTEL ragu-ragu sehingga bisa menunda pembayaran MP.Pemberian insentif dihentikan mulai Juli 2009. Untuk selanjutnya DATUL akan dilakukan juga di Bank yang bekerja sama dengan DAPENTEL.  

 

VIII     LAIN-LAIN 

1.    APAKAH PADA SAAT PENSIUN, ANAK YANG SUDAH DEWASA/ MENIKAH, ISTERI/ SUAMI MENINGGAL LALU PENSIUNAN MENIKAH LAGI DAN PADA SAAT MENINGGAL, HAK ATAS  WARISNYA DAPAT TURUN KE ISTERI/ SUAMI YANG BARU? 

2.    SAYA PENSIUNAN KARYAWAN/ KARYAWATI, PADA SAAT PENSIUN ISTERI/ SUAMI SAYA MEMBUAT MASALAH DENGAN KELUARGA TETAPI TIDAK MAU CERAI. BOLEHKAH APABILA SAYA MENINGGAL DUNIA DULUAN, HAK PENSIUN SAYA DITERIMAKAN KE ANAK YANG BERHAK (BUKAN KE ISTERI/ SUAMI)? 

Menurut UU No. 11 tahun 1992 tentang Dana Pensiun dan PDP DAPENTEL, ahli waris adalah ahli waris yang terdaftar pada saat Pensiunan masih aktif bekerja di PT Telkom, yang urutannya adalah Suami/ Isteri, Anak dan Orang tua bila karyawan tidak menikah. Dalam UU tersebut tidak dijelaskan secara tegas untuk mencoretahli waris yang sudah didaftarkan. Sehingga untuk kasus seperti ini sebaiknya Bapak/ Ibu mengajukan surat resmi kepada DAPENTEL untuk dibahas disolusikan masing-masing kasusnya. 

3.    SAYA PENERIMA MP PER BULAN YANG BESARNYA LEBIH KECIL DARI RP. 750.000,-/ BULAN. BOLEHKAN SAYA MEMINTA PEMBAYARAN MP SEKALIGUS SETELAH SAYA PERNAH MENERIMA MP BULANAN? 

Berdasarkan UU No. 11 tahun 1992 apabila Penerima MP sudah menerima MP bulanan maka kepada yang bersangkutan tidak dapat dibayarkan Manfaat Pensiun sekaligus.Tetapi untuk hal ini sedang diusulkan revisi UU No. 11 tahun 1992 untuk memungkinkan perubahan ketentuan tersebut di atas. 

4.    SAYA ADALAH ISTERI/ SUAMI/ ANAK PENSIUNAN TELKOM. APABILA SUAMI/ ISTERI/ BAPAK/ IBU YANG PENSIUNAN TELKOM MENINGGAL DUNIA DAN SAYA TIDAK MELAPORKAN, APAKAH SAYA KENA SANKSI DARI DAPENTEL? 

Sesuai dengan UU No. 11 tahun 1992 tentang Dana Pensiun dan PDP DAPENTEL, Suami/ Isteri/ Anak wajib segera melaporkan perubahan status/ meninggalnya Pensiunan. Apabila tidak dilaporkan maka Suami/ Isteri/ Anak dianggal menerima sesuatu yang bukan haknya dan DAPENTEL dianggap kelebihan bayar. Sehingga DAPENTEL wajib menagih kembali dan ahli waris (suami/ isteri/ anak) wajib mengembalikan kepada DAPENTEL. Oleh karena itu Isteri/ Sami/ Anak selayaknya segera melaporkan agar DAPENTEL bisa menghentikan pembayaran dan mengalihkan ke ahli waris sesuai ketentuan yang berlaku 

5.    APAKAH PENERIMA MP/ PENSIUNAN PERLU MEMBERITAHUKAN KEWAJIBAN PENSIUNAN/ PENERIMA MP KEPADA SUAMI/ ISTERI/ ANAK/ KELUARGA? 

Perlu sekali agar Suami/ Isteri/ anak/ keluarga dapat memudahkan ahli waris dan menghindari kelebihan bayar.

6.    HAL-HAL PENTING APAKAH YANG PERLU DIPERHATIKAN OLEH PENSIUNAN? 

a.   Pensiunan/ Penerima MP harus menginformasikan alamat/ nomor telepon/ nomor  HP/ email yang mudah dihubungi, agar bila ada informasi penting  untuk pensiunan, maka yang bersangkutan segera mengetahu informasi tersebut di atas; 

b.   Menyuruh keluarga terdekat (Putra/ putri) untuk melaporkan kepada DAPENTEL apabila terjadi kejadian penting yang menyebabkan perubahan data (misalnya kematian, janda/ duda menikah lagi) karena bila tidak dilaporkan dan DAPENTEL membayar lebih MP-nya, maka DAPENTEL akan menagih kelebihan bayarnya. 

c.   Memberikan informasi kepada keluarga terdekat (Putra/ putri), media-media yang bisa dihubungi bila membutuhkan info DAPENTEL (misalnya No. Telepon/ Flexi, Nomor Facsimile, email, web) sehingga para waris dapat menghbungi DAPENTEL dengan cepat. 

d.   Berikan nomor-nomor telepon/ HP anak atau kerabat yang bisa dihubungi sewaktu-waktu oleh DAPENTEL bila ada hal/ informasi yang penting 

( Sumber : Direktur Kepersertaan – DAPENTEL  2009 )

Tulisan Lainnya :

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.