RSS Feed     Twitter     Facebook

Berkat pola makan

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 794 views    Font size:
Berkat pola makan

KOMPAS.com – Bertambahnya usia memang tidak dapat dicegah, tetapi kita masih bisa memperlambat efek penuaan pada tubuh. Alam sudah menyediakannya secara melimpah, tinggal kita bersedia mengasupnya atau tidak.

Ada banyak faktor yang menyebabkan gejala penuaan, selain faktor berkurangnya hormon pertumbuhan, efek penuaan juga timbul karena polusi, stres, sinar matahari, merokok, alkohol, kurang istirahat, serta pola makan kurang gizi.

Selain yang tampak pada kulit, misalnya kulit tampak kusam dan mulai timbul kerutan, efek penuaan juga bisa berupa mudah sakit, konsentrasi menurun atau sering kelelahan. Menurut Ahli gizi klinik dari FKUI, dr.Inge Permadhi, Sp.GK, penuaan dini sebenarnya dapat dicegah dengan cara memperbaiki pola makan kita. “Kuncinya adalah makan dengan komposisi zat gizi yang seimbang,” katanya dalam acara Nutritalk di Jakarta (7/6).

Ia menyebut sayur-sayuran dan buah sebagai makanan yang dapat membantu kita untuk tetap awet muda. “Intinya, dengan mengonsumsi sumber antioksidan, yaitu sayur dan buah-buahan,” katanya. Antioksidan merupakan pelawan radikal bebas, molekul yang bisa menyebabkan kerusakan sel dan berkaitan dengan penyakit inflamasi kronik.

Selain itu, ia juga menyarankan agar kita mengurangi asupan lemak, terutama lemak jenuh. “Lemak merupakan sumber radikal bebas jika jumlahnya berlebihan. Kita dianjurkan untuk mengonsumsi lemak 30 persen dari total kalori, tapi ingat sumbernya harus sehat, bukan lemak yang berasal dari makanan yang digoreng,” katanya.

Saat ini, memang tersedia berbagai suplemen yang mengklaim sebagai antioksidan. Namun dr.Inge menganjurkan agar kita mencukupi antiosidan dari makanan sumber yaitu makanan alami. “Suplemen memang langsung diserap tubuh tetapi tubuh tidak punya mekanisme untuk menolaknya jika zat atau vitamin yang dibutuhkan sudah cukup.

Efeknya adalah toksik atau kelebihan. Berbeda dengan sumber alami, yakni sayur dan buah, jika kelebihan otomatis akan dibuang tubuh,” katanya. (Prasetya B. U; bahan dari Lusia Kus Anna; Asep Candra). FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*

code