RSS Feed     Twitter     Facebook

Perawatan Lansia di rumah

Vote This Post DownVote This Post Up (+2 rating, 2 votes)
Loading...
   View : 2,374 views    Font size:
Perawatan Lansia di rumah

Seperti banyak disebut, populasi Lansia semakin meningkat, jumlah absolutnya dan proporsinya. Diperkirakan tahun 2025 , proporsi Lansia di Indonesia mencapai 13,1% atau sekitar 27 juta jiwa.

Peningkatan ini tentu membutuhkan perhatian yang lebih, baik dari pemerintah, sektor swasta, organisasi non-pemerintah, praktisi kesehatan, dan masyarakat, mengingat permasalahan yang dihadapi mereka yang Lansia pada banyak hal berbeda dengan yang dihadapi kelompok usia yang lebih muda.

Di bidang pelayanan kesehatan, hal ini menjadi semakin nyata karena masalah kesehatan pada mereka yang berLansia, secara kuantitatif dan kualitatif, sedemikian kompleksnya yang membutuhkan perhatian khusus.

Seperti sistem pelayanan kesehatan nasional yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan dan berbagai pihak lain, sistem pelayanan kesehatan untuk Lansia secara umum terbagi menjadi 2: yang berbasis rumah-sakit (hospital-based) dan berbasis komunitas (community-based), dengan berbagai kekhususannya.

Berikut akan dibahas singkat mengenai salah satu pelayanan untuk pasien Lansia berbasis komunitas, yaitu perawatan di rumah (home care).
Perawatan di rumah untuk Lansia adalah suatu pelayanan kesehatan menyeluruh (segi promosi, prevensi, kurasi, dan rehabilitasi) untuk pasien Lansia yang dilakukan tenaga medik/paramedik di rumah pasien, dengan keterlibatan anggota keluarga lain yang tinggal di rumah.

Perawatan di rumah bukan monopoli pasien Lansia, namun data di luar negeri menunjukkan dari seluruh upaya perawatan di rumah yang diberikan oleh tenaga kesehatan profesional, 85%nya dilakukan terhadap pasien berLansia.

Perawatan di rumah secara prinsip dapat dilakukan siapa saja, mulai tenaga kesehatan profesional (dokter, perawat, fisioterapis), ahli gizi, care-giver, hingga pekerja sosial. Yang penting adalah bahwa untuk melakukan perawatan Lansia di rumah siapapun harus dibekali prinsip pelayanan kesehatan bagi Lansia yang bersifat paripurna dan interdisiplin.

Pasien usia muda yang mengalami perawatan di rumah sakit (akibat suatu penyakit yang seringkali akut) umumnya akan pulih sepenuhnya dengan cepat tanpa perlu bantuan tambahan. Hal tersebut sering tidak terjadi pada pasien Lansia.

Pasca perawatan di rumah sakit, walaupun penyakit akutnya sudah teratasi, seringkali pada proses pemulihan masih membutuhkan bantuan dan pendampingan sebelum sepenuhnya kembali ke kondisi semula.

Pada beberapa kasus bahkan proses pemulihan ini berjalan sedemikian lambat dan berhenti pada tahap tertentu sehingga sebagian atau seluruh aktivitasnya perlu dibantu, serta perlu dilakukan upaya-upaya khusus untuk membantu proses pemulihan agar pasien sedapat mungkin kembali ke kondisi semula seperti sebelum sakit.

Mempertimbangkan karakteristik pasien usia lanjut yang berbeda dengan usia muda, terlebih lagi mereka yang pasca perawatan di rumah sakit masih membutuhkan bantuan untuk pemulihannya, dan memberikan perawatan bagi Lansia di rumah ada hal-hal khusus yang harus diperhatikan.

Secara umum, pasien Lansia (geriatri), membutuhkan suatu pengkajian khusus yang meliputi berbagai komponen yang disebut sebagai Comprehensive Geriatric Assessment (CGA) atau Pendekatan Paripurna pada Pasien Geriatri (P3G).

Komponen-komponen yang harus dikaji adalah:
1. Kondisi fisik-medik; 2. Status mental dan kognitif; 3. Status fungsional; 4. Status nutrisi; 5. Penggunaan obat-obatan; 6. Dukungan sosial (social support); 7. Pengkajian keselamatan dan keamanan rumah/lingkungan.

Seperti sudah disebutkan, pelayanan kesehatan Lansia di rumah harus dilakukan tenaga kesehatan yang sudah dibekali prinsip pelayanan yang komprehensif dan interdisiplin. Seorang dokter atau perawat yang melakukan perawatan Lansia di rumah, yang karena keterbatasan seringkali datang seorang diri, harus menempatkan dirinya sebagai anggota dan berlaku sebagai wakil dari suatu tim interdisiplin.

Pelayanan kesehatan Lansia di rumah sudah menjadi kebutuhan. Dalam perawatan pasien usila di rumah, prinsip P3G/CGA dengan berbagai komponennya harus selalu dilakukan. Pengkajian status fungsional dan mobilitas harus menjadi komponen penting, serta keamanan rumah dan lingkungan harus diperhatikan.

Mengingat perawatan Lansia dirumah menjadi kebutuhan besar di masa mendatang, perlu ada upaya serius dari seluruh komponen (komunitas, tenaga kesehatan, pemerintah) untuk membentuk sistem pelayanan kesehatan bagi usia lanjut di rumah yang komprehensif dan terintegrasi.

(Prasetya B. U; Referensi; Zang SM, Allender JA. Home care of the elderly. Philadelphia: Lippincot, 1999. Kuntjoro Harimurti Div. Geriatri, Dep. Ilmu Penyakit Dalam
RSCM / FKUI; Jakarta; Www.komnaslansia.go.id). FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*