RSS Feed     Twitter     Facebook

Sinyal Makin kuat

Vote This Post DownVote This Post Up (+1 rating, 1 votes)
Loading...
   View : 873 views    Font size:
Sinyal Makin kuat

Periode kuartal III 2011 tak lama lagi usai. Kinerja operator telekomunikasi pada periode ini diperkirakan lebih baik dibanding semester I-2011. Sebab, ada dua momentum pemasaran yang bisa menjadi pemicu datangnya pendapatan.

Dua peluang yang bisa dikonversi menjadi lumbung pendapatan saat masuk kuartal III adalah liburan sekolah dan bulan Ramadan. Pada dua momentum itu, terjadi lonjakan konsumsi masyarakat yang makin meningkat, termasuk lonjakan penggunaan komunikasi.

GM Corporate Communication Telkomsel, Ricardo Indra, optimistis selama kuartal III tahun ini, Telkomsel dapat mencatat performa bisnis yang mengesankan. “Berkat inovasi program dan produk, kami berhasil mengalami peningkatan trafik komunikasi saat lebaran,” kata Ricardo di Jakarta, akhir pekan lalu.

Dia mengatakan, Telkomsel mengalami peningkatan trafik komunikasi saat lebaran dengan melonjaknya trafik data yang meningkat hingga 101 terabyte atau meningkat 33 persen dibandingkan trafik di hari normal. Layanan pesan singkat atau SMS terlayani 1,2 miliar SMS atau meningkat 39 persen dari jumlah SMS di hari normal yang berkisar 864 juta SMS per hari.

Tentu saja hal ini akan berpengaruh terhadap performansi Telkomsel secara keseluruhan, mengingat periode 27 Agustus – 2 September 2011, skema bonus SMS bagi pengguna kartu prabayar simPATI dan As dihentikan dengan alasan mengamankan kualitas jaringan.

Masih Bagus

Sementara, menurut Direktur Center For Indonesian Telecommunication Regulation Study (CITRUS) Asmiati Rasyid, kinerja dari manajemen Telkomsel di bawah kepemimpinan Sarwoto Atmosutarno masih menunjukkan prestasi yang bagus sehingga layak untuk dipertahankan.

Berdasarkan data yang dimiliki CITRUS, hingga Juli 2011, omset Telkomsel mencapai 27,469 triliun rupiah atau mengalami kenaikan 5,2 persen dibandingkan periode sama 2010. Earning Before Interest Tax Depreciation Amortization (EBITDA) margin 56.7 persen, laba bersih 7.155 triliun rupiah dengan kenaikan 2.5 persen dibandingkan tahun lalu.

Sedangkan berdasarkan Info Memo keuangan Telkom, hingga semester I 2011 pendapatan Telkomsel mencapai 23,2 triliun rupiah atau tumbuh 4,8 persen dibanding periode sama 2010. Namun rasio EBITDA hanya naik satu persen dari 12,99 triliun menjadi 13,12 triliun rupiah. Sedangkan laba bersih hanya tumbuh sekitar 1 persen menjadi 5,98 triliun dari 5,92 triliun rupiah.

“Pencapaian yang diraih oleh Telkomsel ini sangat bagus dibandingkan pertumbuhan rata-rata operator global yang hanya dalam kisaran 2-3 persen. Karena itu saya pikir dewan direksi yang ada sekarang tidak layak diganti,” kata Asmiati.

Diakuinya, meskipun dari pencapaian omset hanya 94 persen dari target, tetapi harus dilihat secara obyektif dimana bisa jadi angka yang diberikan terlalu tinggi. “Hal yang harus diperhatikan adalah revenue terus naik meskipun EBITDA sempat turun. Ini normal karena EBITDA tergantung investasi,” jelasnya.

Asmiati menyarankan, agar bisa lebih bersaing di masa depan manajemen Telkomsel diberikan kebebasan untuk berkreasi terutama dalam menggunakan Operation Expenditure (Opex).

“Jangan seperti sekarang dimana 25 persen dari Opex atau sekitar 5,25 trilliun rupiah terdistribusi pada banyak anak perusahaan Telkom lainnya, terutama untuk operasional, maintenance, konsultansi, dan proyek-proyek pemasaran,” ungkapnya.

Reorganisasi

Pada kesempatan lain, Anggota Komisaris Telkom Rudiantara mengungkapkan, perombakan susunan direksi Telkomsel dalam kerangka reorganisasi perusahaan memasuki tahap final. “Perombakan direksi Telkomsel sudah difinalisasi tinggal eksekusinya yang dilakukan sesegera mungkin,” katanya.

Rudiantara mengkapkan, implementasi reorganisasi di tubuh Telkomsel dengan menambah jumlah direksi dari sebelumnya berjumlah lima menjadi delapan orang merupakan keputusan pemegang saham.

“Namun penetapannya harus tetap memperhatikan aspek governance yang melibatkan stakeholder yaitu SingTel yang menguasai 65 persen saham, dan Telkom pemilik 35 persen saham,” kata Rudiantara.

Dia menjelaskan, salah satu tujuan menambah atau memperbesar organisasi (enlarge organization) adalah agar perusahaan bisa lebih fokus baik dalam menyelenggarakan layanan, mengoperasikan jaringan maupun yanh pada akhirnya untuk menunjang kinerja keuangan.

Menurutnya, industri seluler di Tanah Air sesungguhnya bisa disebut memasuki masa maturity atau kejenuhan namun tidak decline alias penurunan. “Industri masih naik namun pertumbuhan rata-rata operator pada level single digit. Ini juga dialami Telkomsel, ada kenaikan sejak awal tahun walaupun hanya kecil,” katanya.

Berdasarkan catatan, saat ini susunan direksi Telkomsel yaitu Direktur Utama Sarwoto Atmosutarno, Direktur Keuangan Triwahyusari, Direktur Perencanaan & Pengembangan Herfini Haryono, Direktur Operasi Ng Kwon Kee dan Direktur Niaga Leong Shin Loong.

Telkom sendiri telah menjaring calon Dirut Telkomsel yang akan diumumkan tak lama lagi yaitu Direktur Perencanaan dan Pengembangan Telkomsel Herfini Haryono, EVP Sales Operation Telkomsel Hendri Mulja Sjam, Direktur Utama PT TelkomVision Elvizar KH, Direktur Utama PT Mutimedia Nusantara (Metra) Alex J Sinaga, Direktur Utama PT Sigma Cipta Caraka (Telkom Sigma) Rizkan Chandra. Tiga nama disebut-sebut menjadi kandidat kuat yakni Herfini Haryono, Elvizar KH, dan Alex Sinaga.

Sementara Kementerian Badan Usaha Milik Negara juga memiliki usulan agar Komisaris Utama diduduki oleh perwakilannya. Sosok yang dipersiapkan adalah Deputi Bidang Usaha Jasa Kementrian BUMN, Parikesit Suprapto. Untuk posisi Direktur Keuangan tengah dipersiapkan eksekutif dari Bank BNI atau BRI.

Implementasi reorganisasi manajemen Telkomsel sendiri diperkirakan dimulai pada Januari 2012 mengingat struktur organisasi baru telah diperkenalkan oleh dewan direksi pada Rapat Pimpinan (Rapim), di Jakarta belum lama ini.

Hasil reorganisasi adalah Direktur Utama dengan dukungan Direktorat Marketing, Sales, Network, Teknologi Informasi, Keuangan, Sumber Daya Manusia, Perencanaan dan Transformasi. Selain itu juga ada lembaga CEO Office yang mengurusi manajemen menara, new business seperti Digital Music and Content Management, Digital Money, dan lainnya. Sebagai konsekuesi reorganisasi akan ada pelantikan sekitar 54 pejabat baru untuk menduduki posisi Vice President dan General Manager. (dni/E-6; http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/72160). FR

Tulisan Lainnya :

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*