RSS Feed     Twitter     Facebook

Cukup dan bersyukur

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 633 views    Font size:
Cukup dan bersyukur

Sekedar berbagi renungan sahabat. Alkisah, ada seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib yg bisa mengeluarkan kepingan uang emas sebanyak2nya. Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya, seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti, bila si petani mengucapkan 1 kata yaitu “cukup”.

Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan matanya. Diambilnya beberapa ember untuk menampungnya. Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubuk mungilnya untuk disimpan di sana.

Kucuran uang terus mengalir, sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya. Masih kurang, Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emas tsb. Belum cukup.

Dia membiarkan mata air itu terus mengalir, hingga akhirnya, Petani itu mati tertimbun emas.
Ya, dia mati tertimbun bersama ketamakannya, karena dia tak pernah bisa berkata “CUKUP”.
Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia, adalah “cukup”.

Kapankah kita bisa berkata cukup ? Hampir semua pegawai, merasa gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya. Istri mengeluh suaminya kurang perhatian. Suami berpendapat istrinya kurang pengertian.

Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati. Semua merasa kurang, kurang, dan kurang.
Kapankah kita bisa berkata “cukup” ? Cukup, bukanlah soal berapa jumlahnya. Cukup, adalah persoalan kepuasan hati.

Cukup, hanya bisa diucapkan oleh orang yang pandai bersyukur. Tak perlu takut berkata cukup.
Mengucapkan kata cukup, “bukan berarti kita berhenti berusaha dan berkarya.” Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini, maka kita akan menjadi manusia yg berbahagia. (Suhirto Mgl). FR
—————-

Karunia
Ťiϑαk semuα haϑiαh ϑi bungkus ϑengαn inϑαh , kαϑαng Ťuhαn membungkus karuniaNyα untuk kitα ϑengαn bαnyαk mαsαlαh. Jαngαn kitα tertuju pαϑα mαsαlαh, tαpi mαri kita temukαn karunia yang terselubung ϑibαlik mαsαlαh itu., (Suhirto Mgl). FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*

code