RSS Feed     Twitter     Facebook

Rasio emas pada manusia

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 1,029 views    Font size:
Rasio emas pada manusia

Rasio Emas (The Golden Ratio )  dikenal dengan nama lain The Golden Mean, The Golden Section dan Divine Proportion yaitu sebagai sebuah rasio yang berasal dari huruf Yunani : phi Op atau ratio the golden mean atau yang mendekati bilangan : 1.618033988749895 atau  dengan rumus  ( 1 + ‘q5 ) / 2

The Golden Ratio adalah angka 1.618033988749895 yang merupakan hasil dari penjumlahan angka dibagi dengan angka didepannya, sedangkan deret Fibonacci adalah deret yang dihasilkan dengan cara menambahkan angka yang bersebelahan dan hasilnya diletakkan disamping kanannya dan seterusnya,

Contoh deret Fibonacci  :  0 + 1 = 1, 1 + 1 = 2, 1 + 2 = 3, 2 + 3 = 5, 3 + 5 = 8, 5 + 8 = 13, 8 + 13 = 21, 13 + 21 = 34, 21 + 34 = 55, 34 + 55 = 89, 55 + 89 = 144, 89 + 144 = 233, 144 + 233 = 377, 233 + 377 = 610, 377 + 610 = 987, 1597, 2584, 4181, 6765, dst …., yang kalau dalam bentuk deret :  0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144, 233, 377, 610, 987, 1597, 2584, dan seterusnya ……………

The Golden Ratio ( Rasio Emas ) dimulai dari deret yang ke 6  ( angka 5 ) kalau dibagi dengan angka didepannya ( angka 3 ) hasilnya = 1.66666, dan mulai deret yang ke 14 ( angka 233 ) dan seterusnya  kalau dibagi dengan angka disepannya ( angka 144 ) hasilnya akan tepat :  1.618 yang merupakan The Golden Ratio ( Rario Emas )  yaitu :  377 / 233 = 1.618, 610 / 377 = 1.618, 987 / 610 = 1.618, 1597 / 987 = 1.618, 2584 / 1597 = 1.618 dan seterusnya ………..
Mari kita simak keajaiban dari The Golden Ratio ( angka 1.618 ) pada tubuh  manusia :
(a)    Tinggi manusia dari telapak kaki sampai ke ubun-2, kalau dibagi dengan tinggi manusia sampai ke pusar, hasilnya  = 1.6…
(b)    Panjang lengan manusia dari ujung jari telunjuk sampai pergelangan siku, kalau dibagi dengan panjang lengan manusia dari ujung jari telunjuk sampai pergelangan jari tangan, hasilnya = 1.6..
(c)    Molekul DNA yang merupakan blue print kehidupan, tersusun dari dua rantai heliks tegaklurus yang saling berjalinan . Panjang lengkungan pada setiap rantai heliks  :  34 angstroms dan lebarnya : 21 angstroms (  1 angstroms = seperseratus juta sentimeter ).  Kalau angka 34 dibagi dengan angka 21, hasilnya = 1.6…

(d)    Jaringan bronkia yang membentuk paru-2  selalu asimetris . misalnya tenggorokan terbagi menjadi 2 bronkus utama (  Kiri panjang dan kanan pendek ) . Perpanjangan asimetris berlanjut sampai ke sub dari bronkia  dan dapat dipastikan perbandingan pada seluruh percabangan bronkus dari yang pendek  ke yang  panjang hasilnya = 1.618

(e)    Wajah manusia juga menghasilkan The Golden Ratio ( Rasio Emas ) :

(1)    Panjang wajah dibagi lebar wajah = 1.618
(2)    Panjang mulut / lebar hidung = 1.618
(3)    Lebar hidung dibagi jarak antara lubang hidung = 1.618
(4)    Jarak antara pupil mata dibagi jarak antara alis = 1.618
(5)    Total lebar dua gigi rahang atas dibagi tingginya = 1.618
(6)    Lebar gigi pertama dari tengah dibagi gigi kedua = 1.618
(7)    Jarak dari garis bahu ke ujung atas kepala dibagi panjang kepala = 1.618
Apakah semua kejadian itu merupakan hal yang kebetulan ?  Bukan,  sama sekali bukan kebetulan.  Mustahil apabila tidak ada campur tangan dari Alloh SWT, yang Maha Pencipta , Maha Pengatur, Maha Pemurah, Maha Pengasih, Maha Penyayang dan Maha Mengetahui
Sebagaimana telah diisyaratkan dalam Firman Alloh  ( QS . 82 : 7 – 8) , yang artinya :  “ Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu  dan  menjadikan (susunan tubuh ) mu seimbang, dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu  “.
Demikian juga Firman Alloh SWT dalam ( QS. AL-Qomar 54 : 49 ) yang artinya : “ Sesungguhnya kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran “. Dan Firman Alloh (QS. As – Sajadah 32 : 7), artinya : “ Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan se-baik-2 nya  dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah “.
Subhanalloh, Walhamdullilah, Walaillahailallohuallohuakbar. Amiin Ya Robbal Alamiin.  ( Reff :  Science Spirituality & Qur’an – Muhammad Taufik Hidayat )-H. Moelyadi

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*

code