RSS Feed     Twitter     Facebook

Tetap sinerji dengan operator

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 718 views    Font size:
Tetap sinerji dengan operator

Awal tahun naga, pasar ponsel smartphone untuk segmen menengah ke atas diramaikan dengan produk-produk gres. Sejumlah produsen merilis gadget canggih dengan spesifikasi khas masing-masing vendor.

Samsung, misalnya, vendor asal Korea Selatan ini meluncurkan Samsung Galaxy Nexus yang merupakan smartphone berbasis Android 4.0 Ice Cream Sandwich. Galaxy Nexus merupakan smartphone pertama yang menjalankan sistem operasi (OS) terbaru Google.

Ponsel ini menawan dari sisi fitur. Galaxy Nexus telah dilengkapi dengan layar super amoled 4,65 inch dengan resolusi 1280 x 720p. Handset yang dibuat bersama Google ini menggunakan prosesor dual core 1,2GHz, RAM 1GB, GPU PowerVR SGX 540.

“Galaxy Nexus mempunyai desain yang lembut melengkung terinspirasi dari kehidupan alam, karena itulah ponsel ini memiliki desain yang halus dan sederhana. Agar desain terlihat lebih premium, kami telah memilih warna metalik sebagai warna utama Galaxy Nexus,” kata TaeJung Kim, perancang desain Galaxy Nexus di Jakarta, akhir pekan lalu.

Dengan layar besar, sebagian konsumen tentu mengira bahwa handset ini kurang pas. Namun Samsung mengklaim meskipun Galaxy Nexus cukup besar ukurannya, namun tetap ergonomis dan nyaman digenggam dalam satu tangan dan ponsel tersebut dibanderol dengan harga 6,49 juta rupiah.

Fabiant Kayatmo, Marketing Manager PT Samsung Indonesia mengatakan, perusahaan berencana untuk menguasai pasar smartphone di Indonesia sebab hingga akhir 2011 pangsa pasar Samsung berada di posisi kedua setelah BlackBerry dari Research In Motion Limited (RIM).

“Samsung melihat posisi penting Indonesia dari sisi jumlah populasi dan peluang pertumbuhan pasar smartphone di Indonesia, sebab saat ini penetrasi penjualan smartphone masih kecil dibandingkan penjualan featurephone,” katanya.

Selain Samsung, Motorola juga meluncurkan smartphone tertipis di dunia Motorola Droid Razr berbasis Android Gingerbread dengan ukuran panjang 5,14 inch, lebar 2,71 inch,dan tebal 0,28 serta dengan bobot seberat 4,5 ons.
Telepon pintar ini juga didukung teknologi terbaru seperti Prosesor Dual Core serta dukungan Verizon 4G LTE.

Selain itu, Motorola Droid Razr menggunakan Kevlar yang membuat produk ini lebih awet karena tahan terhadap air. Tak hanya itu, produk ini juga menggunakan layar Corning Gorilla Glass yang membuatnya tahan terhadap goresan.

Motorola Droid Razr memiliki tampilan layar 4,3 inch AMOLED. Selain itu, menggunakan prosesor Dual Core TI OMAP 4430 1,2 GHz dan membuat smartphone ini tidak memiliki ganggauan ketika membuka aplikasi yang berbeda.

Motorola Droid Razr juga memiliki beberapa fitur yang bisa digunakan untuk mendukung sebagian besar kebutuhan dari smartphone. Terutama fitur-fitur dasar yang dibutuhkan, antara lain, Bluetooth 4,0, port USB, GPS, Wi-Fi dan kemampuan Hot Spot Mobile yang juga bisa difungsikan sebagai modem dan ponsel tersebut dibanderol 5,4 juta rupiah.

Untuk merangsek pasar, Motorola menggandeng operator XL Axiata dalam program bundling. “Perusahaan siap melakukan kerja sama bundling dengan Motorola. Perusahaan menargetkan penjualan sebesar 2.000 unit pada tahap pertama,” kata Handono Warih, General Manager Mobile Data Service Channel Development XL Axiata.

Untuk pengguna ponsel smartphone yang membutuhkan fiture layanan data dengan cepat, telah diluncurkan produk iPhone 4S yang mengusung teknologi perintah suara bernama Siri. Produk ini mampu memahami berbagai pertanyaan sekaligus berfungsi sebagai asisten pribadi, iPhone 4S akan memberi pengalaman baru dalam berkomunikasi bagi penggunanya.

iPhone 4S mengandalkan prosesor dual-core dengan chipset Apple A5 dan iOS 5 yang menghadirkan kecepatan dan performa tinggi. Dilengkapi kamera beresolusi tinggi yang mendukung format high definition (HD), iPhone 4S juga menghadirkan lebih dari 200 fitur baru, termasuk aplikasi komputasi awan, iCloud, yang memungkinkan penyimpanan data untuk dibagi bersama pengguna iPhone, iPad, iPod, Mac, atau PC secara mudah.

Dalam penjualannya, iPhone 4S akan disinergikan dengan Telkomsel. “Sinergi antara Apple dengan Telkomsel ini akan memberikan pengalaman komunikasi terbaik kepada para pelanggan dan Telkomsel sebagai pemimpin pasar akan terus menunjukkan komitmennya dengan menghadirkan inovasi terbaru,” kata Edward Ying, Direktur Niaga Telkomsel selaku distributor Iphone 4S.

Saat ini jumlah pelanggan iPhone Telkomsel merupakan komunitas yang terbesar di Indonesia dengan lebih dari 150 ribu pelanggan. Telkomsel menawarkan iPhone 4S dengan berbagai pilihan harga sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan pelanggan.

iPhone 4S dibanderol dengan harga mulai 7,7 juta rupiah dan paduan yang sempurna antara Telkomsel dan iPhone ini memungkinkan pelanggan dapat menikmati fitur dan fasilitas-fasilitas yang tersedia dalam ponsel pintar baru ini.

Layanan ini didukung jaringan Telkomsel yang handal dan terpercaya dengan 44.000 BTS, termasuk 9.000 Node B (BTS 3G) yang tersebar dari Sumatera hingga wilayah Timur Indonesia dengan kapasitas bandwidth sebesar 20 Gbps (Giga bit per second) untuk kenyamanan dalam menggunakan layanan mobile broadband Telkomsel.

Untuk penggemar Nokia yang ingin memiliki smartphone berbasis sistem operasi Windows. Nokia memastikan untuk mengusung smartphone dengan sistem operasi Windows yang disematkan pada Nokia Lumia seri 800, 710.

“Target kita adalah Windows Phone Nokia ada dengan range yang lengkap. Artinya, bakal dijual di semua kisaran harga,” kata Anvid Erdian, Product Manager Nokia Indonesia. Rencananya, Lumia 800 dan 710 akan masuk pasar Indonesia Februari 2012. Dua smartphone tersebut akan dibandrol seharaga 5 jutaan rupiah untuk Lumia 800 dan 3 jutaan rupiah bagi Lumia 710.

Bagi pengguna Blackberry, Research in Motion (RIM) telah mengeluarkan dua smartphone Blackberry Bold 9790 dan Bold 9900. Desain Belagio terlihat lebih staylis dan kecil dibandingkan Dakota yang terlihat kokoh dan besar.

BlackBerry Bold 9790 Bellagio menggunakan layar 2,44 inci dengan resolusi 480 x 360 piksel. Sementara Bold 9900 Dakota menggunakan layar berukuran 2,8 inci dengan resolusi lebih tajam, yaitu 640 x 480 piksel.

Selain itu, perbedaan juga ada pada sisi prosesornya, di mana Dakota menggunakan prosesor bertenaga 1,2Ghz, sedangkan Bellagio menggunakan prosesor bertenaga 1Ghz. Namun secara keseluruhan Dakota dan Bellagio menawarkan fitur yang hampir serupa, seperti kamera 5MP yang dilengkapi flash.

Dakota dan Bellagio juga menggunakan OS BlackBerry 7 yang menghadirkan pengalaman browsing lebih cepat, serta HTML 5 yang menawarkan pengalaman permaianan dan video yang lebih mengagumkan dan Dakota di banderol dengan harga 5.999.000 rupiah sedangkan Bellagio hanya 4.599.000 rupiah.

Produk Perdana Sony Di Tahun Naga

Setelah membeli saham Ericsson senilai 1,47 miliar dollar AS pada Oktober 2011, Sony kini bebas meluncurkan beragam produk baru tanpa embel-embel nama mantan partnernya selama 10 tahun lebih itu. Produk pertama dengan merek Sony mulai diperkenalkan pada publik di Consumer Electronic Show (CES) 2012 di Las Vegas, Amerika Serikat. Salah satunya adalah Xperia S.

Dikutip dari Ruters, Xperia S sengaja didesain simpel namun tetap cantik, terutama karena layarnya terbilang mencolok dengan lebar mencapai 4,3 inci. Kerapatan layarnya mencapai 1.280 x 720 piksel. Ponsel ini memiliki tingkat piksel per inci (ppi) mencapai 342.

Layar Xperia S juga menggunakan teknologi layar Mobile Bravia, yang juga digunakan ponsel cerdas Sony Ericsson sebelumnya, yaitu Xperia Arc, Xperia Arc S, dan Xperia Ray. (ind/E-6; http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/82243)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*