Rasul Berkurban di Haji Wada | P2Tel | Persatuan Pensiunan Telkom
RSS Feed     Twitter     Facebook

Rasul Berkurban di Haji Wada

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...
   View : 576 views    Font size:
Rasul Berkurban di Haji Wada

Imam Syafi’i menetapkan kurban sebagai ibadah sunnah yang sangat dianjurkan Sunnah Muakad), bahkan Imam Hanafi (yang pengikutnya banyak tersebar di Afrika Utara) menetapkan sebagai sesuatu yang wajib untuk aghniya.

 

Perintah berkurban Alloh firmankan dalam Al Qur’an Surat Al Kautsar ayat 2, Alloh menjanjikan balasan yang sangat besar atas kurban ini sebagaimana disampaikan Rasul bahwa dari setiap helai bulu hewan kurban Alloh akan menggantinya dengan satu kebaikan, jadi begitu banyak kebaikan yang akan diberikan balasan kepada yang berkurban.

 

Di sisi lain Rasul pernah menyampaikan bahwa barangsiapa yang mampu berkurban namun tidak melakukannya, maka jangan mendekati tempat sholatku. Mudah-mudahan kita semua dapat melaksanakan perintah Alloh dan mengindahkan peringatan Rasul tsb.

 

Rasul sangat memperhatikan kurban ini, pada waktu pelaksanaan Haji Wada/Perpisahan, Rasul berkurban dengan 100 ekor kambing, padahal waktu itu keadaan ekonomi keluarga Rasul dalam kondisi tidak baik. Riwayat lain menyampaikan bahwa hewan yang dikurbankan adalah 100 ekor unta. Sebanyak 63 ekor disembelih langsung oleh Rasul, satu ekor untuk setiap tahun usia beliau, dan sisanya disembelih oleh Ali bin Abi Tholib.

 

Kalau kita hitung, jika harga kambing Rp.2,- juta/ekor, maka kurban Rasul bernilai Rp.200,-juta, jika harga unta Rp.20,- juta/ekor, maka kurbannya bernilai Rp.2,- Milyard.

 

Sangat sulit kita bisa menirunya bahkan sepertinya tidak mungkin, tapi kita bisa mengikuti anjurannya, dengan kurban semaksimal mungkin yang dapat dilakukan. Dan kalau melihat kondisi umat sekarang, boleh jadi ada alternatif lain berkurban untuk membantu dhuafa, kita tetap berkurban di Hari Raya Kurban ini, tapi juga menyisihkan sebagian rizki untuk meningkatkan harkat dan derajat dhuafa dengan memberdayakan kemampuan ekonominya dalam bentuk penyaluaran infaq sunnah atau wakaf.. Insya Alloh. (Nanang Hidajat)-FR

Tulisan Lainnya :

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*