RSS Feed     Twitter     Facebook

PMK Nomor 50/PMK.010/2012

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...
   View : 1,652 views    Font size:

Sekali lagi tentang……

 PMK Nomor 50/PMK.010/2012

Tentang

Perubahan Ketiga Atas KMK No. 343/KMK.017/1998 tentang Iuran dan Manfaat Pensiun

Dalam sosialisasi tatap muka tahun 2012 maupun melalui beberapa media sosialisasi telah disosialisasikan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia nomor 50/PMP.010/2012 tentang Perubahan Ketiga Atas Keputusan Menteri Keuangan  Nomor 343/KMK.017/1998 tentang Iuran dan Manfaat Pensiun. Tujuan dari sosialisasi tersebut adalah agar berbagai pihak khususnya para PMP (Penerima Manfaat Pensiun) dapat mempersiapkan diri dengan merundingkan dengan pihak keluarga tentang kebijakan tersebut, sehingga pada saat diimplementasikan maka para pihak yang berkepentingan telah siap.

 Bagi para PMP yang berminat mengajukan MPS (Manfaat Pensiun Sekaligus), diharapkan dalam mengambil keputusan tentang MPS, jangan dengan emosi untuk solusi instant berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan uang sesaat, misalnya untuk membayar hutang atau membeli barang-barang konsumtif. Melainkan harus banyak pertimbangan atau dibicarakan secara tenang khususnya dari keluarga dekat (suami/ isteri dan anak-anak).

Apabila MPS telah disetujui maka tidak dapat lagi dapat diralat oleh PMP sehingga persetujuan MPS oleh DAPEN Telkom adalah keputusan final. Konsekuensi apabila permohonan MPS yang disetujui adalah putusnya hubungan antara DAPEN Telkom sebagai pembayar MP dengan PMP, artinya:

  1. Fasilitas  dan hubungan dengan DAPEN Telkom putus, artinya setelah mengambil MP sekaligus, maka yang bersangkutan tidak akan mendapatkan pelayanan dari DAPEN Telkom, termasuk tidak akan diundang apabila DAPEN Telkom melakukan sosialisasi atau pertemuan silaturahmi yang lain. Pengambilan MP sekaligus tidak ada kaitannya dengan pemberian fasilitas kesehatan oleh YAKES Telkom, tetapi bagi Pensiunan yang memang sudah tidak berhak atas fasilitas kesehatan maka dapat dikatakan hubungannya  PT Telkom dapat juga putus. Sebagai informasi, bahwa pengambilan Manfaat Pensiun sekaligus ini juga memutuskan hubungan DAPEN Telkom dengan waris Penerima Manfaat Pensiun. Misalnya bila Pensiunan Pegawai disetujui untuk mengambil Manfaat Pensiun Sekaligus, maka hal ini akan menghapus hak Pensiun bagi Janda/ Duda/ Anak yang bersangkutan.
  2. MP sudah tidak merupakan kesinambungan pendapatan Pensiunan. Sehubungan dengan itu perlu kami ingatkan kembali bahwa sebelum mengambil keputusan untuk mengajukan MPS perlu pertimbangan yang bijak, perlu diperhatikan secara seksama dan perlu dibicarakan dengan keluarga dekat, khususnya bapak termasuk kelompok A atau B dari 2 kelompok dibawah ini:

I.          Kelompok A :

1)         Sangat perlu uang sesaat

2)         Punya penghasilan lain

3)         Punya usaha yg berhasil.

4)         Tidak punya ahli waris tanggungan

5)         Mempunyai kemungkinan usia hidup pendek.

6)        Bisa  mengembangkan dana sendiri dengan hasil lebih baik (> 10% per tahun)

II.          Kelompok B :

1)         Ingin jaminan penghasilan bulanan

2)         Masih punya ahli waris tanggungan

3)         Berharapan usia hidup panjang

4)         Tidak bisa mengelola uang

5)         Tidak mempunyai penghasilan lain atau usaha

6)         Berharap ada kenaikan atau kesejahteraan lain

Bila Bpk/Ibu masuk kelompok A maka kemungkinan Bpk / Ibu bisa mengambil MP sekaligus. Namun bila masuk kelompok B, perlu dipertimbangkan kembali atau bahkan lebih baik jangan mengambil MP sekaligus karena dalam sekejap akan habis. Hal ini tentunya akan berpengaruh pada perekonomian keluarga, apalagi kalau masih ada menanggung anak sekolah/ kuliah.

Selain kesiapan dari para PMP juga diharapkan kesiapan dari P2TEL mengingat dalam pelaksanaannya nanti seleksi peserta PMP yang mengajukan MPS akan melibatkan P2TEL, khususnya P2TEL Cabang, mulai dari sosialiasasi/ pengumuman sampai dengan pelaksanaan seleksinya.

Saat ini di DAPEN Telkom sudah mempersiapkan diri berkaitan dengan implementasi kebijakan MPS. Mulai dari model dan form pendaftaran, BA Acara Konseling, mekanisme maupun prosedurnya serta program pembekalan bagi calon konselornya. Pada saatnya nanti akan segera disosialisasikan ke para PMP melalui berbagai media yang ada.

Waktu implementasi kebijakan MPS bagi para PMP tergantung pada disetujuinya dan diterbitkannya revisi Peraturan Dana Pensiun PT Telkom yang merupakan kewenangan PT Telkom (bukan DAPEN Telkom). Mudah-mudahan bulan Maret sudah selesai. Selama Peraturan Dana Pensiun Telkom belum diubah, yang lama tetap berlaku  ( yang boleh mengambil  Manfaat Pensiun Sekaligus adalah yang  Penerima Manfaat Pensiun yang belum pernah mengambil manfaat pensiun bulanan dan manfaat pensiun bulanannya lebih kecil atau sama dengan dari Rp. 750.000,- ), artinya bagi PMP yang selama ini menerima MP bulanan maka belum boleh mengajukan permohonan MPS sampai dengan perubahan PDP diterbitkan PT Telkom.

Sambil menunggu pemberlakukan peraturan Menteri Keuangan tersebut, dihimbau para Penerima Manfaat Pensiun mempelajari baik-baik informasi ini dan mendiskusikannya dengan keluarga sebelum mengajukan permohonan pembayaran Manfaat Pensiun Sekaligus.*** DPT / penstel No.86

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.