Psikologi

Seribu Satu

Mas Hirto ini bisa disebut manusia langka. Bayangkan dari 1000 lebih anggota pensiunan di FB Pensiunan Telkom (ILP), tidak ada yang menyamai. Hampir setiap hari postingannya mengalir seperti sungai yang tidak pernah kering. Materinya 98% cerita lucu, yang 2% informasi serius.

 

Betul-betul produktif yang positif. Postingannya sangat menghibur. Kalau ia ingin mengolok-olok orang, tokohnya disebut Tohir, alias namanya sendiri. Saat bertemu, saya tanyakan kepadanya: “Mas, koleksinya kok buanyaak banget?”,
“Teman-teman saya banyak, kita saling bertukar lewat sms atau bbm”, jawabnya enteng. Temannya alumni Magelang buanyak dan memang dari dahulu Jogja, Magelang adalah gudangnya pelawak. Srimulat dan Basiyopun asal-usulnya dari kawasan ini.

Memang sebagian leluconnya bukan asli karya beliau, tapi swear, saya yakin sebagian adalah orisinil dari dia sendiri. Selama ini mungkin sudah lebih dari seribu leluconnya yang bisa dinikmati oleh para pensiunan yang memang haus akan hiburan. Saya kadang-kadang sangsi, kok nggak habis-habis leluconnya? Kapan keringnya? Tapi mudah-mudahan jangan habis guyonannya.

Bagusnya, saya belum pernah membaca leluconnya tanpa gambar. Gambarnya saja sudah menggelitik. Saya yakin mas Hirto juga memiliki segudang koleksi gambar lucu dan pasti ia mahir mengutak-utik gambar dan tulisan. Saya tidak tahu apakah dia punya cerita lucu dahulu, baru di rancang gambarnya, atau sebaliknya punya gambar lucu dahulu, baru inspirasi lucunya muncul.

Tulisan seseorang, bisa mencerminkan latar belakang, intelegensia, pendidikan dan pribadi penulisnya. Jadi, memang seorang penulis harus siap, isi hati, sikap, attitude dan perilakunya dibuka telanjang lewat tulisannya.

Akan halnya sosok mas Hirto, orang langsung bisa menilai seorang yang cerdas. Betul. Di angkatannya dia juara kelas. Menjadi kesayangan guru Teleponnya, pak Agus Darman. Mas Hirto ini, orangnya rendah hati, orang Jawa menyebut, lembah manah, sulit menyakiti hati orang lain.

 

Tulisannya hati-hati dan jarang sekali membuat orang tersinggung. Santun, tidak ada kata-kata kasar yang ditulisnya. Khasanah agama dan bahasanya luas dan mumpuni, banyak hal bijak yang muncul dari tulisannya.

Yang mungkin orang salah menduga, bahwa ternyata mas Hirto cenderung seorang pendiam, lebih banyak menjawab dari pada inisiatif bicara atau bertanya. Lha, kok bisa orang pendiam tapi tulisannya ramai?

Terakhir. Menurut hemat saya, mas Hirto ini amalnya banyak sekali. Lha wong orang senyum saja sudah shadaqah, apalagi menghibur. Amin. Selamat terus berkarya. Salam.
(Note, sesungguhnya sebelum posting, saya minta ijin pada beliau, tapi tak ada response. Jadi saya lancang juga. Maaf ya Mas)-(Sadhono Hadi; Creator of Fundamen Top40; Visit http://fundamen40.blogspot.com dan http://rumahkudidesa.blogspot.com)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :

Back to top button
Close
Close