Iptek dan Lingk. Hidup

Rusun terpadu ala Ahok

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membangun rumah susun terpadu di 12 lokasi pasar tradisional. Pasar-pasar tersebut nantinya akan diubah konsep menjadi pasar modern.

Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan Ika Lestari Aji mengatakan, 12 rusun terpadu yang akan dibangun akan berlokasi di Pasar Rumput, Pasar Sunter, Pasar Minggu, Pasar Serdang, Pasar Blok G, Pasar Sindang, Pasar Sukapura, Pasar Jelambar Polri, Pasar Lontar Kebon Melati, Pasar Cempaka Putih, Pasar Jembatan Besi dan Pasar Grogol.

“Ditargetkan pembangunannya dapat dimulai 2016. Saat ini pembangunan rusun itu masih dalam tahap perencanaan dan perhitungan. Masih dihitung dan dikaji konsultan perencana kita dari salah satu BUMD DKI, jadi bukan kita yang menghitung,” kata Ika, Rabu (10/6/2015).

Menurut Ika, ada tiga aspek yang dijadikan opsi terkait sumber dana pembangunan proyek ini. Pertama bisa melalui Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) BUMD DKI, kewajiban pengembang, atau dana APBD yang dialokasikan ke SKPD. “Yang pasti ini akan kita arahkan ke sana,” ujar dia.

Rencana pembangunan rumah susun terpadu di pasar tradisional berasal dari ide Gubernur Basuki Tjahaja Purnama.

Menurut Ahok, sapaan Basuki, sudah banyak pihak swasta yang membangun apartemen dan di bawahnya adalah pusat perbelanjaan atau mal, seperti di apartemen Season City dan Central Park yang dilakukan oleh Agung Podomoro Group, serta apartemen Taman Anggrek dan Lotte Shopping Avenue yang dilakukan oleh Ciputra Group.

Ahok meyakini, konsep kelas menengah ke atas ini dapat diadopsi kepada warga kelas menengah ke bawah. Hal ini dimaksudkan agar penghuni rusun juga dapat memiliki usaha. (Alsadad Rudi; Kistyarini; http://megapolitan.kompas.com/read/2015/06/10/20073211/Rusun.Terpadu.Pasar.ala.Ahok.Akan.Dibangun.di.12.Lokasi)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close