Islam

Keutamaan Membaca Al Qur’an

Banyak hadits berkaitan dengan keutamaan membaca Al Qur’an, diantaranya :
1. “Bacalah Al Qur’an karena Alloh Swt tidak akan menyiksa hati yang berisi (hapal) Al Qur’an dan sesungguhnya Al Qur’an itu adalah hidangan dari Alloh, siapa masuk padanya maka ia aman dan siapa mencintai Al Qur’an, maka bergembiralah”. (HR Ad-Darimi).

2. “Siapa yang membaca Al Qur’an, maka sungguh dirinya telah menaiki derajat kenabian, hanya saja tidak diberikan wahyu kepadanya”. (HR Al-Hakim dan Al Baihaqi).

3. (Pada hari kimat), dikatakan kepada pembaca Al Qur’an “Bacalah dan naiklah serta tartilkan sebagaimana engkau dulu mentartilkan Al Qur’an di dunia, sesungguhnya kedudukanmu (di surga) di akhir ayat yang engkau baca”. (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

4. “Barangsiapa yang membaca Al Qur’an dan mengamalkan apa yang ada di dalamnya maka pada hari kiamat Alloh akan mengenakan kepada kedua orang tuanya mahkota (kemuliaan) yang cahayanya lebih bagus dari pada cahaya matahari dalam rumah-rumah di dunia ini. Lalu apa dugaan kalian pada orang yang melakukan hal ini (membaca dan mengamalkan Al Qur’an) ?” (HR Abu Dawud)…….

Itu semua janji yang disampaikan Rasul Saw yang pasti benarnya, karena perkataan beliau selalu dalam bimbingan-Nya…….. Semoga kita semua diberikan kemudahan untuk bisa melaksanakannya. Aamiiin. (Nanang Hidayat; dari grup WA-BPTg)-FR

———-

 

Sajian lainnya Kenali Kesehatan Sahur
(ByEva FatmahPosted on June 25, 2015)-Bahaya Tidur Setelah Sahur
DI bulan Ramadhan ini Allah telah mewajibkan kita semua berpuasa sebagaimana Ia telah mewajibkan kepada orang2 sebelum kita dari kalangan Ahlul Kitab, seperti dalam firman-Nya,

 

“Orang2 yang beriman, diwajibkan atas kamu sekalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.” (Al Baqarah: 183). Namun sebelum melaksanakan ibadah puasa, kita dianjurkan makan sahur

Salah satu sunnah puasa adalah mengakhirkan makan sahur, di jaman Rasul dan para sahabat yang merupakan generasi pertama umat Islam itu tidak tidur setelah sahur. Hal ini bertolak belakang di jaman sekarang ini, banyak orang masih merasa ngantuk dan mempercepat makan sahur kemudian tidur.

 

Akibatnya sering terlambat untuk mengerjakan sholat subuh , kehiangan berkah di pagi hari, selain itu ternyata tidur setelah sahur tidak baik untuk kesehatan dari segi medis. Berikut penyebab kenapa seseorang tidak dianjurkan tidur kembali setelah makan sahur.

Pertama gangguan lambung/asam lambung. Setelah mengonsumsi makanan (termasuk sahur), sistem pencernaan memerlukan beberapa waktu untuk mencerna dan menyerap nutrisi yang ada di dalam makanan tersebut.

 

Ketika seseorang tidur setelah makan (sahur), apalagi dalam posisi terlentang, pencernaan menjadi melambat atau sulit bekerja. Akibatnya, timbullah nyeri di ulu hati dan panas yang menyebar ke dada dan tenggorokan karena meningkatnya asam lambung.

Kedua, terjadinya refluks. Merupakan penyakit yang timbul akibat kelemahan dari katup antara lambung dan kerongkongan. Hal ini menyebabkan asam lambung naik ke dalam kerongkongan dan menimbulkan gejala berupa rasa terbakar di dada.

 

Di antara tanda refluks adalah ketika seseorang terbangun dari tidur setelah sahur ia merasakan kerongkongannya panas dan mulutnya terasa pahit. Para dokter menyarankan jeda waktu antara makan dan tidur adalah dua jam.

 

Namun sunnah Rasulullah lebih lama lagi. Beliau dan para sahabatnya biasa mengisi waktu setelah sahur dengan shalat atau dzikir dan setelah Subuh berdzikir hingga matahari terbit. Untuk tidur sejenak, mereka memilih waktu siang yang dikenal dengan istilah qailulah. (Akung Pras; dari grup WA-VN)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close