RSS Feed     Twitter     Facebook

Kok bisa ya?-Beras : Pandan wangi vs Wangi pandan

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 96 views    Font size:
Kok bisa ya?-Beras : Pandan wangi vs Wangi pandan

Pak Johar biasa beli beras pandan wangi di penjual beras langganannya. Beberapa waktu lalu Pak Johar mau membeli beras dalam jumlah yang banyak. Dia ke tukang beras itu dan minta diskon ke penjualnya itu. Namun penjualnya tidak mau memberi diskon sama sekali.

 

Di-tawar2 tetap tidak mau kurang harganya. Dia malah menyarankan kalau mau murah, disarankan membeli di pedagang lain saja dengan harga bisa selisih seribu rupiah kalau membeli banyak. Pedagang itu menunjukkan alamat pedagang yang lebih murah tersebut.

Pak Johar mendatangi penjual beras sesuai saran penjual langganannya. Ternyata benar, di sana beras pandan wangi yang paling bagus harga per-kilo lebih murah seribu rupiah jika membeli banyak. Agar yakin, Pak Johar membeli beras pandan wangi itu 1 Kg dan akan dicoba dulu. Jika berasnya memang enak, maka Pak Johar baru akan membeli banyak.

Sesampai di rumah Pak Johar kemudian bersama Bu Johar memeriksa beras tesebut dan ternyata berbau wangi daun pandan. Selanjutnya beras dimasak. Setelah hampir masak, artinya sudah hampir menjadi nasi, ternyata tidak berbau harum daun pandan.

 

Biasanya, beras pandan wangi mentah kalau dicium tidak berbau wangi daun pandan atau mungkin wangi tapi hanya sedikit saja, itupun untuk yang hidungnya benar-benar peka. Beras pandan wangi kalau dimasak dan hampir matang, uapnya ke mana-mana, maka uap nasi itu berbau wangi daun pandan.

 

Maka tidak salah kalau diberi nama pandan wangi. Nah, ternyata nasi dari beras yang baru dibeli daripedagang lain tadi tidak berbau wangi. Kesimpulannya, beras itu bukan beras pandan wangi “asli”. Untung tidak langsung membeli banyak.

Mau membeli beras yang mentahnya tidak wangi tapi nasinya wangi, malah dapat beras mentahnya wangi, tapi nasinya tidak wangi. Alias membeli beras pandan wangi dapatnya beras wangi (dicampur) daun pandan . KBY. Kok bisa ya ? (Widartoks 2016; dari grup FB-MKPB Telkom)FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*

code