RSS Feed     Twitter     Facebook

Natal-2016 di Betlehem

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 54 views    Font size:
Natal-2016 di Betlehem

Betlehem-Ribuan wisatawan berbaur dengan ribuan penduduk Betlehem pemeluk agama Kristen untuk merayakan Natal-23/12/16. Peziarah mengunjungi Church of Nativity / gereja kelahiran Yesus. Suasannya terasa di kota berpenduduk 200.000 jiwa. Ibadah Natal di berbagai gereja di Kota Daud ini aman dan damai.

 

“Sejak sekitar 10 tahun lalu, wisatawan rohani dari Eropa dan Amerika. Belakangan, peziarah terbanyak berasal dari Asia Timur dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia,” ujar Laman, pemandu wisata asli Betlehem, Sabtu (24/12).

 

Menurut Laman, mayoritas peziarah, pemeluk Katolik. Gereja di lokasi bersejarah di Betlehem, Yerusalem, Nazareth, dan Kana didominasi Gereja Katolik. Aparat keamanan ber-jaga2 di semua gereja, hotel tempat peziarah menginap, dan lokasi umum. Bus peziarah dari berbagai penjuru membuat jalanan Betlehem macet total.

 

Kota Betlehem sepenuhnya dalam penguasaan pemerintahan otonomi Palestina. Sejak hubungan Palestina dan Israel relatif damai, Betlehem selalu ramai dikunjungi wisatawan, terutama setiap November dan Desember.

 

Sekitar 80% penduduk Betlehem beragama Islam, sisanya sebagian besar beragama Kristen.

“Kami adalah Arab Kristen,” kata Laman. Ia mengaku beragama Kristen, berasal dari Ibu Katolik dan ayah Ortodox.

 

Sebelum Yasser Arafat memimpin Palestina, kata Yehezkiel, pemandu wisata berkebangsaan Israel, sekitar 75% penduduk Betlehem beragama Kristen. Sejak Arafat, ada program penundaan besar2an penduduk dari Hebron ke Betlehem. Komposisi penduduk berubah jadi 80% Islam dan sisanya didominasi Kristen.

 

Gereja yang di renovasi ini dipercaya tempat Yesus dilahirkan. Di lokasi ini, 2.000an tahun lalu, Maria dan Yusuf, demikian Injil, mencari tempat bermalam karena sehari berikutnya dilangsungkan cacah jiwa atau sensus penduduk. Yusuf harus ke Betlehem karena menurut tradisi Israel, setiap warga Israel harus mengikuti cacah jiwa di kota leluhur.

 

Karena Betlehem diaspora begitu banyak, untuk ukuran masa itu, rumah penduduk tak mampu menampung semua tamu. Yusuf dan Maria, yang datang dari Nazareth, bermalam di kandang domba. Pada malam itulah Maria melahirkan bayi Yesus.

 

Penduduk kota Betlehem saat ini 30.000an orang, bila ditambah wilayah sekitar, penduduk Betlehem  200.000. Dalam bahasa Ibrani, kata Laman, Betlehem artinya membuat roti. (Galery : Berziarah ke gunung Sinai di Mesin; (Primus Dorimulu/HA; BeritaSatu.com dan http://www.beritasatu.com/dunia/406333-malam-natal-di-betlehem-berlangsung-aman.html)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*

code