Aku cinta Indonesia

RI ingin jadi lumbung pangan dunia

Jakarta- Tanah subur, sumber daya air melimpah dan lahan2 nganggur yang belum dimanfaatkan jadi peluang bagi Indonesia mengembangkan sektor pertanian bahkan jadi lumbung pangan dunia. Demikian disampaikan Presiden Jokowi usai menyerahkan penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara (APN), (30/11/16).

“Kita masih memiliki banyak peluang untuk menjadi lumbungnya pangan dunia. Masih banyak sekali banyak sekali peluang yang bisa kita manfaatkan,” tutur Jokowi dalam kesempatan tersebut.

Hal itu tak bisa dicapai tanpa berbuat apa2. Potensi yang melimpah tidak akan terwujud tanpa ada tindakan nyata. Jokowi mengatakan, agar semua potensi bisa dimanfaatkan secara maksimal, butuh upaya ekstra lebih dari yang pernah dilakukan sebelumnya.

“Hanya kita mengejar ini harus dengan lari yang maraton yang cepat. Nggak bisa kita hanya biasa2 saja. Ketinggalan kita kalau cara larinya biasa-biasa saja,” tegas dia.

Langkah yang biasa-biasa saja, kata Jokowi, terbukti tak memberi perubahan berarti bagi Indonesia. Terlihat dari banyaknya potensi yang melimpah selama ini justru tidak tergarap dengan baik dan justru terkesan nganggur.

“Merauke punya 4,2 juta HA lahan yang bagus entah untuk tanam jagung, tebu, padi. Kalau ditanam padi saja Katakanlah 1 HA bisa 5-6 ton dikalikan saja 6 kali 4 sudah 24 juta ton setahun sekali panen karena air melimpah di sana bisa 3x panen hitung saja. 72 juta ton, sama dengan produksi nasional kita hanya di satu kabupaten bayangkan.

 

Tapi kita nggak fokus nggak serius mengerjakan itu. Karena problem lapangan banyak. Inilah tantangan2 yang kita hadapi yang harus kita selesaikan di lapangan,” tandas dia. (dna/hns; https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/3359252/ri-ingin-jadi-lumbung-pangan-dunia-jokowi-kejarnya-harus-lari-maraton)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :

Back to top button
Close
Close