RSS Feed     Twitter     Facebook

Penstel No-101: Peringatan hari jadi P2TEL dan DAPEN TELKOM(2/3)

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 66 views    Font size:
Penstel No-101: Peringatan hari jadi P2TEL dan DAPEN TELKOM(2/3)

(Seri-2; Sinopsis)-·Dari Hasil Temu Karya Pimpinan Perumtel dan para wakil pensiunan se- Indonesia di Bandung tanggal 24-25 November 1980, ditetapkan pendirian P2TEL dan tanggal 25 November 1980 dinyatakan sebagai Hari Jadi P2TEL.

 

  • P2TEL adalah satu-satunya organisasi pensiunan Telkom yang sejauh ini diakui oleh TELKOM selaku Pembina. Dari maksud dan tujuan pendirian yang intinya terkait aspek kesejahteraan dan hubungan silaturahim Keluarga Besar Telkom maka eksistensi P2TEL dengan mengemban visi dan

misinya adalah menjadi sangat urgen.

 

  • Memperingati Hari Jadi P2TEL tanggal 25 November tiap tahun yang diadakan sesuai situasi dan

kondisi unit organisasi P2TEL akan bermakna selain seremonial tentu yang lebih penting adalah

ungkapan penghargaan dan kebanggaan kepada almamater TELKOM serta upaya generasi penerus

dalam mempertahankan semangat dan memperjuangkan cita-cita luhur yang telah diwariskan oleh

para pendahulu dan pendiri P2TEL.

 

Sinopsis Hari Jadi Dapen Telkom 20 Desember 1980 Dapen TELKOM sebagai sebuah Lembaga yang berfungsi mengelola Dana Pensiun bagi Karyawan dan Pensiunan TELKOM, selama ini telah mengadakan peringatan Hari Jadinya setiap tanggal 15 September.

 

Penentuan tanggal tersebut mengacu kepada Kepmen Keuangan RI No. 494 / 1997 tertanggal 15/9/97 tentang pengesahan PDP Telkom KD. 22 / 1997 dan penyesuaian YDPP PERUMTEL menjadi Dana Pensiun TELKOM. Pada tahun 2011, ketika peringat an Hari Jadi atau HUT Dapen Telkom yang ke-14,

 

Beberapa kalangan sesepuh dan tokoh Telkom serta Dewan Pengawas Dapen Telkom menyampaikan pendapat bahwa penetapan hari jadi tanggal 15/9/1997 perlu ditinjau ulang dengan mempertimbangkan beberapa aspek penting antara lain penghargaan ke para tokoh pendiri dan pengurus serta sejak kapan (de facto) wadah atau lembaga pengelolaan dana pensiun Telkom didirikan (de jure ).

 

Mempertimbangkan dengan seksama pendapat diatas yang dirasa memiliki nilai penting maka  selanjutnya Pengurus Dapen Telkom membentuk Tim untuk melakukan Pengkajian Hari Jadi Dapen

dengan keanggotaan Tim mengikutsertakan unsur tokoh pendiri / pengurus YDPP, TELKOM, DEWAS,

P2TEL ( Sdr. Imam Sujoto dan Sdr. Marwan) dan Dapen TELKOM.

 

Guna memperoleh hasil kajian yang komprehensif dan dapat dipertanggung-jawabkan serta diterima baik oleh semua pihak maka Tim berupaya semaksimal mungkin melakukan kegiatan dengan metoda pengkajian sebagai berikut, yang hasilnya telah dilaporkan kepada Pengurus Dapen Telkom :

 

1-Benchmark literatur tentang penetapan Hari Jadi lembaga atau institusi.

Hasil Benchmark literature dapat disimpulkan yang intinya : Bahwa Hari Jadi adalah sangat erat dikaitkan dengan sejarah berdirinya Lembaga atau Institusi itu sendiri.

 

Dapat dipilih dan diambil dari fakta-fakta , kejadian-kejadian dan atau peristiwa-peristiwa yang signifikan terkait langsung berdirinya Lembaga atau Institusi, yang penetapannya adalah merupakan kesepakatan bersama para pihak yang terkait langsung dengan pendirian suatu lembaga atau institusi.

 

2-Benchmark ke Lembaga atau Institusi mitra Dapen Telkom.

Dari hasil benchmark intinya dapat disimpulkan bahwa pada umumnya penetapan Hari Jadi-nya mengacu kepada saat sejak kapan didirikannya lembaga pengelola dana pensiun di instusi masing-masing.

 

3-Wawancara dengan para nara sumber

Wawancara secara tatap muka dengan beberapa para sesepuh dan tokoh pelaku dalam pendirian dan pengelolaan Dana Pensiun Telkom. Hasil wawancara dapat dirumuskan hal-hal penting sebagai berikut :

Urusan pensiun pada waktu itu ditangani oleh unit kepegawaian yaitu Pegtel-E PERUMTEL.

 

Dari hasil pemeriksaan oleh BPKP dinyatakan bahwa pembayaran pensiun tidak boleh disatukan dengan

anggaran perusahaan atau harus dipisahkan. Selanjutnya atas arahan Pemerintah RI dalam hal ini

Kementerian Perhubungan, maka untuk pengelolaan dana pensiun agar di bentuk lembaga tersendiri, bahkan PERUMTEL dijadikan sebagai Pilot Project bagi perusahaan di lingkungan Departemen Perhubungan.

 

“DIRGAHAYU HUT P2TEL KE-36 DAN HUT DAPEN TELKOM KE-34. DENGAN SEMANGAT KEBERSAMAAN KITA TINGKATKAN KESEJAHTERAAN PENSIUNAN”

Bersambung….; (IMS)-FR

(Seri-2; Sinopsis)-·Dari Hasil Temu Karya Pimpinan Perumtel dan para wakil pensiunan se- Indonesia di Bandung tanggal 24-25 November 1980, ditetapkan pendirian P2TEL dan tanggal 25 November 1980 dinyatakan sebagai Hari Jadi P2TEL.

 

  • P2TEL adalah satu-satunya organisasi pensiunan Telkom yang sejauh ini diakui oleh TELKOM selaku Pembina. Dari maksud dan tujuan pendirian yang intinya terkait aspek kesejahteraan dan hubungan silaturahim Keluarga Besar Telkom maka eksistensi P2TEL dengan mengemban visi dan

misinya adalah menjadi sangat urgen.

 

  • Memperingati Hari Jadi P2TEL tanggal 25 November tiap tahun yang diadakan sesuai situasi dan

kondisi unit organisasi P2TEL akan bermakna selain seremonial tentu yang lebih penting adalah

ungkapan penghargaan dan kebanggaan kepada almamater TELKOM serta upaya generasi penerus

dalam mempertahankan semangat dan memperjuangkan cita-cita luhur yang telah diwariskan oleh

para pendahulu dan pendiri P2TEL.

 

Sinopsis Hari Jadi Dapen Telkom 20 Desember 1980 Dapen TELKOM sebagai sebuah Lembaga yang berfungsi mengelola Dana Pensiun bagi Karyawan dan Pensiunan TELKOM, selama ini telah mengadakan peringatan Hari Jadinya setiap tanggal 15 September.

 

Penentuan tanggal tersebut mengacu kepada Kepmen Keuangan RI No. 494 / 1997 tertanggal 15/9/97 tentang pengesahan PDP Telkom KD. 22 / 1997 dan penyesuaian YDPP PERUMTEL menjadi Dana Pensiun TELKOM. Pada tahun 2011, ketika peringat an Hari Jadi atau HUT Dapen Telkom yang ke-14,

 

Beberapa kalangan sesepuh dan tokoh Telkom serta Dewan Pengawas Dapen Telkom menyampaikan pendapat bahwa penetapan hari jadi tanggal 15/9/1997 perlu ditinjau ulang dengan mempertimbangkan beberapa aspek penting antara lain penghargaan ke para tokoh pendiri dan pengurus serta sejak kapan (de facto) wadah atau lembaga pengelolaan dana pensiun Telkom didirikan (de jure ).

 

Mempertimbangkan dengan seksama pendapat diatas yang dirasa memiliki nilai penting maka  selanjutnya Pengurus Dapen Telkom membentuk Tim untuk melakukan Pengkajian Hari Jadi Dapen

dengan keanggotaan Tim mengikutsertakan unsur tokoh pendiri / pengurus YDPP, TELKOM, DEWAS,

P2TEL ( Sdr. Imam Sujoto dan Sdr. Marwan) dan Dapen TELKOM.

 

Guna memperoleh hasil kajian yang komprehensif dan dapat dipertanggung-jawabkan serta diterima baik oleh semua pihak maka Tim berupaya semaksimal mungkin melakukan kegiatan dengan metoda pengkajian sebagai berikut, yang hasilnya telah dilaporkan kepada Pengurus Dapen Telkom :

 

1-Benchmark literatur tentang penetapan Hari Jadi lembaga atau institusi.

Hasil Benchmark literature dapat disimpulkan yang intinya : Bahwa Hari Jadi adalah sangat erat dikaitkan dengan sejarah berdirinya Lembaga atau Institusi itu sendiri.

 

Dapat dipilih dan diambil dari fakta-fakta , kejadian-kejadian dan atau peristiwa-peristiwa yang signifikan terkait langsung berdirinya Lembaga atau Institusi, yang penetapannya adalah merupakan kesepakatan bersama para pihak yang terkait langsung dengan pendirian suatu lembaga atau institusi.

 

2-Benchmark ke Lembaga atau Institusi mitra Dapen Telkom.

Dari hasil benchmark intinya dapat disimpulkan bahwa pada umumnya penetapan Hari Jadi-nya mengacu kepada saat sejak kapan didirikannya lembaga pengelola dana pensiun di instusi masing-masing.

 

3-Wawancara dengan para nara sumber

Wawancara secara tatap muka dengan beberapa para sesepuh dan tokoh pelaku dalam pendirian dan pengelolaan Dana Pensiun Telkom. Hasil wawancara dapat dirumuskan hal-hal penting sebagai berikut :

Urusan pensiun pada waktu itu ditangani oleh unit kepegawaian yaitu Pegtel-E PERUMTEL.

 

Dari hasil pemeriksaan oleh BPKP dinyatakan bahwa pembayaran pensiun tidak boleh disatukan dengan

anggaran perusahaan atau harus dipisahkan. Selanjutnya atas arahan Pemerintah RI dalam hal ini

Kementerian Perhubungan, maka untuk pengelolaan dana pensiun agar di bentuk lembaga tersendiri, bahkan PERUMTEL dijadikan sebagai Pilot Project bagi perusahaan di lingkungan Departemen Perhubungan.

 

“DIRGAHAYU HUT P2TEL KE-36 DAN HUT DAPEN TELKOM KE-34. DENGAN SEMANGAT KEBERSAMAAN KITA TINGKATKAN KESEJAHTERAAN PENSIUNAN”

Bersambung….; (IMS)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*