Islam

Ambil Bagian-tidak Tinggal Diam

Berikut kisah menceritakan burung pipit di zaman Nabi Ibrahim AS. Tatkala kekasih Allah itu dibakar oleh Namrudz yang kejam, burung kecil ini berusaha melakukan sesuatu dan tidak tinggal diam. Dia angkut air dengan paruh kecilnya untuk memadamkan kobaran api besar yang disulut raja lalim.

Berulang-alik dia mengangkut air, dan pasti, usaha itu tidak memadamkan api yang sangat besar. Burung2 lain tanya pada pipit kecil, mengapa dia lakukan itu? Tak berguna dan tidak memberi hasil. Begitu kata mereka. Tapi burung pipit kecil menjawab sangat luar biasa.

“Mungkin air yang kubawa tidak memadamkan api di bawah sana. Tapi jika nanti Allah bertanya, maka aku bisa menjawab, bahwa aku tidak tinggal diam. Aku melakukan sesuatu!” Jangan berdiam diri, ambil bagian dalam dakwah dan perjuangan. Besar kecil tak soal. Sebab Allah yang menilai dan memandang.

Sahabat Bilal bin Rabbah RA, ketika Sayyidina Abubakar mengumumkan akan mengumpulkan Al Quran, beliau ambil bagian yang dianggap ringan dalam sejarah. Beliau pergi dan berjalan ke tempat2 jauh, membawa kabar dan pengumuman. Menyeru ke semua Muslimin yang menghafal Al Quran untuk datang ke Masjid Nabi, untuk dikumpulkan dan dibukukan.

Maka jika kini kita membaca Al Quran, sungguh Sahabat Bilal RA akan mendapatkan pahala yang mengalir dari usaha yang beliau lakukan. Beliau mengambil peran dari sebuah perjalanan dan proses sejarah yang besar.  Tidak tinggal diam.

Sahabat Ammar bin Yassir punya peran unik. Saat pembangunan Masjid Nabawi, beliau bersemangat sekali. Diangkutnya batu di pundak kiri dan kanan. Ber-kali2 beliau ulang alik memanggul batu, sampai keruntuhan. Dan membuat khawatir Rasulullah dan semua sahabat yang lain. Mereka tanya, mengapa membawa batu tak satu-satu? mengapa harus membawa beban di kiri dan kanan?

Lalu Sahabat Ammar memberikan jawaban, “Aku membawa dua. Yang satu untukku sendiri. Dan yang satu lagi, aku hadiahkan untuk Rasulullah Junjungan.” Agama ini dibawa dan didukung oleh manusia-manusia yang mengambil peran. Manusia-manusia yang bekerja dan tidak tinggal diam. Manusia2 yang maju dan bergerak mengusung dakwah dengan segala dan berbagai kemampuan.

Dengan tenaga, dengan pikirannya, dengan hartanya, dengan kemampuannya, dengan doanya, dengan waktu, bahkan keterampilannya. Sekarang giliran kita untuk mengambil peran. *Jangan tinggal diam!* (Nanang Hidajat; dari grup WA-BPTg; sumnber dari : http://m.inilah.com/news/detail/2314932/takjub-usaha-burung-memadamkan-api-untuk-ibrahim)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :

Back to top button
Close
Close