RSS Feed     Twitter     Facebook

Peringatan untuk diri sendiri

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 36 views    Font size:
Peringatan untuk diri sendiri

Seorang lelaki kaya nan sombong berjalan di keramaian pasar. Seorang wanita paruh baya penjual minyak samin , dengan kendi di atas kepala sambil membawa ember ditangan kanan… melintas di hadapannya. Lelaki itu bertanya : “Hai wanita … dagangan apa yang engkau bawa?”…
Yang ditanya menjawab : “Minyak samin tuan”.
“Coba aku pingin lihat” lelaki itu berkata dengan nada suara datar.
Dengan susah payah wanita itu menaruh ember yang ia bawa lalu menurunkan kendi dan; “TES… TES…” gemetar tangan wanita dan kendi berguncang, minyak samin tumpah, menetes mengenai baju lelaki itu.

Seketika amarah lelaki itu meledak. tanpa belas kasihan ia menghardik wanita malang penjual minyak samin : “Aku tidak terima… kau harus membayar bajuku yang engkau kotori ini .”
“Maaf tuan … saya tidak sengaja … maafkanlah saya.?” Memelas wanita itu bersimpuh menghiba.
“Enak saja … tidak bisa … ayo bayar bajuku ini” & bertambah tinggi suara amarah lelaki itu …

Tak berdaya … dengan suara lirih wanita malang itu memberanikan diri bertanya :
“Memangnya berapa harga baju tuan ini.?” …
“Baju ini harganya 1000 dinar ayo bayar.” …
Kaget sekali wanita itu. Ia menghiba : “dari mana uang sebanyak itu tuan … saya ini wanita miskin.?” …

Emosi dan kesombongan lelaki itu memuncak : “Aaah … saya tidak mau tau itu .. baju yang kau kotori ini harus kau bayar.” Pemandangan menyedihkan ini menyebabkan terhentinya langkah lelaki muda.
Ia berdiri disisi wanita itu sambil berkata : “Ini uang 1000 dinar, ┬ábiar baju tuan yang mulia ini saya bayar”
Ia mengeluarkan kantung uang dari saku bajunya dan memberikan pada lelaki jumawa yang lalu menerima dan menghitung uang 1000 dinar dengan mata berbinar. Wanita itu berterimakasih berkali2 pada lelaki muda dewa penolongnya itu.
Merasa uang yang ia inginkan sudah diperoleh laki2 sombong itu hendak melangkah pergi …
“Eeh nanti dulu..?” hardik lelaki muda itu.
“Ada apa lagi ?” balasnya ketus.
Lelaki muda itu berkata : “Kan sudah dibayar bajumu, sini berikan baju itu padaku … itu baju milik-ku ”
Terbelalak mata lelaki sombong itu berkata : “lha jadi saya harus berjalan di pasar ini telanjang bulat..?”
Ketus lelaki muda menjawab : “Itu bukan urusan saya! bawa sini saya sudah bayar 1000 dinar… itu baju milik saya sekarang.! ”
Orang2 yang sedari tadi berkerumun dan geram dengan kelakuan si lelaki sombong rame2 berteriak : “Ayo buka bajunya.” & “serahkan bajunya itu bukan milikmu lagi.”
Merasa terpojok dengan suara memelas si sombong menundukkan kepala berkata pada lelaki muda : “Ini ambil kembali uangmu ini, aku tidak jadi menjual bajuku ini.”

Laki2 muda berkata : “Siapa bilang saya mau menjual baju itu.?
Saya tidak ingin menjualnya. Sini…! serahkan bajuku.!”
Pucat pasi wajah si lelaki sombong … ia menghiba : ” Tolonglah … jual kembali baju ini padaku ” …
Setelah memohon berkali2 akhirnya laki2 muda itu berkata : “Baiklah … tapi karena baju itu milikku … aku tidak akan menjualnya kecuali dengan harga 2000 dinar “.
Pahit dirasa ludah yang terpaksa ditelan laki2 sombong itu demi mendengar omongan ini. Dengan wajah yang tetap menunduk ia lalu merogoh koceknya 2000 dinar

 

Dia serahkan ke lelaki muda dan secepatnya berlalu pergi diiringi riuhnya suara sorakan orang2 di pasar.
Laki2 muda itu lalu mengulurkan uang 2000 dinar itu pada wanita penjual minyak samin yang sedari tadi masih terduduk bersimpuh di dekatnya … ” ibu … ini hadiah dariku untukmu “.

Saudaraku, ingatlah selalu. Siapa yang merendah, ALLAH akan meninggikan-nya …
Siapa yang sombong … ALLAH akan merendah-kan-nya …
Di dunia ini dan juga di akhirat nafa’ani wa iyyakum. Semoga Allah menghilangkan kesombongan kita

Dalam satu hadis Qudsi Allah berfirman: Keagungan adalah pakaianku. Kesombongan adalah selendangku. Barang siapa yang mencabutnya dariku Maka Aku akan mengazabnya–Hadis Qudsi Riwayat Abu Daud Ibnu Majah; (Diedit oleh : Muchisam 72; dari grup WA-72; sumber dari berbagai sumber)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*