RSS Feed     Twitter     Facebook

Marilah kita kenali Microsleep

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 17 views    Font size:
Marilah kita kenali Microsleep

Anda pernah mengalami situasi sedang berkendara tiba2 terlelap? Hanya seketika, beberapa detik. Truk yang mulanya jauh jaraknya tiba2 berada di depan mata. MICROSLEEP itu keadaan badan ‘tidur’ sesaat. Segala input dari indera penglihatan dan pendengaran tidak dapat diproses otak.

 

Durasi microsleep adalah 1 – 30 detik. Hal ini terjadi walau mata terbuka. Seperti komputer, otak telah “shut down”. Pada kecepatan 70km/j, microsleep 3 detik menyebabkan kendaraan menyusur tanpa kendali 200 meter. Dalam jarak 200 meter, nyawa bisa melayang sekejap mata. Bayangkan apa yang terjadi bila kenderaan berada pada kecepatan 100 km/j.

Sering pengemudi menganggap dia kebal. “Kecelakaan hanya terjadi kepada orang lain. Aku pandai bawa mobil dan Kondisi mobil pun bagus.” Keinginan untuk bersama keluarga tersayang yang terpisah buat sekian lama dijadikan motivasi untuk terus berkendara walaupun sudah terlalu mengantuk.

Ada juga yang berpendapat jika kendaraan dipacu kencang, mengantuk akan berkurang, akibat ada hormon ‘adrenaline’ yang meningkatkan upaya ‘fight or flight’. (Fight or flight adalah sitiuasi badan bersedia untuk menghadapi keadaan yang memberhayakan diri: lari atau lawan).

 

Adapula sebagian orang berpendapat jalan yang berliku seperti kelok 44 dianggap bisa menghilangkan rasa kantuk karena pengendara lebih fokus pada belokannya. Dua fakta di atas hanya mengundang bahaya. Kesan ‘fight or flight’ hanya seketika saja. Sistem badan akan ‘burn out’ dan akhirnya bisa menyebabkan microsleep yang lebih lama. Jadi, apa yang harus dilakukan?

Berhenti-parkir mobil di tempat yang aman dan tidur.
Tak perlu tidur lama. Lima menit cukup. Ulang setiap kali anda mula berasa mengantuk. Berhenti beristirahat setiap dua jam untuk berkendara jarak jauh. Untuk penumpang yg duduk disamping Pak Sopir,  jadilah co-driver yang baik.  Coba lakukan beberapa hal ini:

1-Ajak pengendara berbincang, untuk mengurangi rasa bosan.
2-Perhatikan cara berkendara. Jika sudah mulai tidak ikut mengikut lajur, tegur Pak Sopir.
3-Sekali sekali lihat instrumen di dashboard,  Apakah berkendara terlalu cepat? Apakah ada lampu2 peringatan yang menyala? Jika ada, tegur.

Ber-hati2 di jalan raya. Musim libur telah dimulai. Jangan jadikan diri dan keluarga anda bagian daripada statistik kecelakaan. (http://www.jamilazzaini.com/microsleep/)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*