RSS Feed     Twitter     Facebook

Kalam Pagi-Bonus Berjamaah (TA 222)

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 4 views    Font size:
Kalam Pagi-Bonus Berjamaah (TA 222)

“Dirikanlah shalat dan tunaikan zakat serta ruku’lah bersama orang2 yang ruku’.” (Al-Baqarah:43).
Saat menunggu shalat jama’ah di masjid (dan tidak berpindah), maka penungguannya dianggap shalat dan malaikat mendoakannya selama ia berada di tempat duduknya yang digunakannya sebagai tempat shalat (hadits Bukhari, Muslim).

 

Inilah salah satu bonus shalat fardhu berjamaah yang seringkali malah lenyap, bila kita berpindah tempat. Itulah sebabnya lebih baik, kita menunggu dibarisan depan yang paling dekat imam, sehingga tidak perlu lagi pindah tempat.

Melangkah menuju masjid untuk shalat fardhu berjamaah, tidak satu langkahpun Allah mengangkatnya satu derajat, menggugurkan kesalahannya hingga masuk masjid. Makin banyak langkah yang ditempuh (semakin jauh jarak ke masjid), semakin banyak bonus yang dikumpulkannya. (Shahih)

Membaca ayat suci (pelan, yang hanya bisa didengar sendiri), atau berdzikir, Allah juga memberikan bonus pula. Shalat fardhu di masjid, dijanjikan dinaikan kebaikannya sebanyak 25 derajat (hadits lain 27 derajat) dari pada shalat di rumah atau di pasarnya (ditempat kerjanya), (Hadits Al Bukhari).

 

Begitu banyak bonus yang didulang bagi yang mengikuti kebiasaan Nabi untuk shalatberjamaah. Belum lagi doa diantara adzan dan iqamah, adalahsalah satu saat berdo’a yang tidak tertolak (hadits HR Ahmad), nah bonus lagi.

Kemudian, bila kita sedang shalat sunnah, terdengar muazinmembacakan iqamah, segera tinggalkan shalat dan ikuti shalat wajibnya. Jangan khawatir, shalat kita yang terputus itupun oleh malaikat dihitung shalat yang utuh. Bonus lagi.

Namun wanita, ada hadits penuntun, Shalat wanita di kamar khusus untuknya lebih afdhal dari pada shalatnya di ruang tengah rumahnya.

 

Shalat wanita di kamar kecilnya (tempat simpanan barang berharganya, pen.). Lebih utama dari shalatnya di kamarnya.” (HR. Abu Daud, no. 570.Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits inidha’if. Syaikh Al-Albani mengatakan hadits ini shahih). Wallahu a’lam bishawab. (Sadhono Hadi; dari grup WA-VN)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*