RSS Feed     Twitter     Facebook

Menyantap Bakso beranak di tempat kelahirannya

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 3 views    Font size:
Menyantap Bakso beranak di tempat kelahirannya

Bogor, Kompas.com-Bakso beranak kini begitu populer. Tak hanya di kota2 besar, tapi juga di luar Pulau Jawa. Ternyata bakso beranak itu “dilahirkan” di Bogor, Jawa Barat. Di Kota Hujan itu, ada kedai bakso beranak yang di-sebut2 jadi pelopor bakso kekinian itu. Big Bakso Family, begitu nama kedainya.

Kiprah pemiliknya (Oding) di ranah bakso beranak telah lama sebelum bakso ini populer (2013). Meski kedainya sederhana, jauh dari pusat kota, gerai Big Bakso Family selalu ramai. Saat KompasTravel ke lokasi (15/7/17), tampak motor2 dan mobil2 di lahan sempit di pinggir Jalan Raya Kertamaya.

 

“Tinggal 3 pak” ujar pelayan Big Bakso Family ke calon pembeli, pukul 15.00. Rombongan 6 orang itu  kecewa karena incarannya habis. Padahal jadwal tutup 17.00 WIB. KompasTravel  dapat jatah satu bakso beranak yang tersisa dan tinggal yang ukuran 8 Cm, dengan isi 5 bakso dan 1 telur ayam utuh.

 

Bakso di kedai ini sebesar bola voli, isi 12 bakso aneka rasa, bobot 2 Kg. Di bawahnya Ø 10 Cm isi 10 bakso kecil aneka rasa, lalu 8 Cm isi 6 bakso. Ada yang isi 3, dan terakhir isi 2 bakso anak. Menyantap bakso sebesar bola takraw ini tidak terasa enak atau begah. Isi bakso beraneka rasa itu penyebabnya. Ada telur ayam utuh, sosis, bakso urat, bakso giling cabai, bakso tahu, dan bakso daging biasa.

 

Porsi perbandingan daging jauh lebih banyak dari tepung kanji membuat cita rasa gurih, tidak enek walau lebih cepat kenyang. “Dagingnya kita campur paha belakang yang mengembang, dengan daging rusuk sapi atau iga yang kenyal dan tidak pecah” ujar Oding pada KompasTravel.

 

Juga tidak pakai perekat kimia seperti tawas, borax dan formalin. Baginya bahan alami menggantikan fungsi itu, yaitu putih telur. “Saya tidak bisa oplos daging pake gajih (lemak), karena bakso jadi gak awet, mudah hancur. Karena ini shipping ke banyak cabang. Jadi harus perhatiin kualitas” tuturnya.

 

Kuahnya selain rebusan daging, ia gunakan lemah jando dari dada sapi, agar gurih dan tak menggumpal. Dalam bakso beranak isi 6 terdapat 5 bakso daging kecil di dalam mangkoknya. Mi, bihun, kwetiau, tauge dan sayuran terpisah dari mangkok berisikan bakso.

 

“Biasanya ada yang mau baksonya 1 untuk berdua, jadi mangkuknya dipisah”. Bakso beranak terbesar Rp 100.000, biasanya untuk HUT/syukuran. Satu bakso buat 12 orang. Semua anak baksonya beragam seperti telor, sosis, cabai giling, urat, dan tahu. (Mohamad Irzal Adikurnia; Sri Anindiati Nursastri)

Monggo lengkapnya klik aja :  (http://travel.kompas.com/read/2017/07/17/123158327/sensasi-menyantap-bakso-beranak-langsung-di-tempat-kelahirannya)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*