RSS Feed     Twitter     Facebook

Agar hidup tetap sehat

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 3 views    Font size:
Agar hidup tetap sehat

Saya pikir, untuk bisa menjaga agar hidup kita bisa tetap sehat, minimal kita harus mengenali lebih dulu macam2 jenis penyakit, mengapa orang mudah terserang penyakit, bagaimana upaya pencegahan dan penanggulangannya dan cara kita menyikapi hidup ini ketika kita dalam kondisi sehat.

 

Terlebih bila kita sedang sakit. Karena kurangnya pengetahuan tentang penyakit yang diderita, kadang bisa membuat kekeliruan mengatasinya. Dengan bertambahnya wawasan, kita akan lebih ber-hati2 menjaga kesehatan tubuh kita yang sdh tua dan  semakin rapuh ini. Mekaten pak SSA.
Kalau saya amati, termasuk mengamati diri saya, kini banyak orang jadi gemuk, cepat lelah, sangat reaktif, mudah tersinggung, senang berkhayal dan gampang stress (Ini diri saya, Mudah2an yg lain gak. Gak beda. Celakanya, kondisi ini makin diperburuk dengan meningkatnya pencemaran udara akibat :

 

Polusi kendaraan bermotor, kepulan asap rokok, pemanasan global akibat makin menjamurnya gedung2 pencakar langit dan semakin berkurangnya pohon2 pelindung. Kondisi lingkungan yang buruk ini,  membuat tubuh makin mudah terserang penyakit, terutama penyakit saluran pernapasan dan pencernaan. Ini secuil contoh.
Tidak bisa dipungkiri, kesehatan di usia tua ini terkait erat dengan gaya hidup ketika kita muda. Apalagi yg sering dpt SPJ dan sering dijamu dg makanan enak2. Jika direnungkan, dan kita simak lembaran masa lalu, di sana tergambar jelas orang2 yang hidup di zaman itu bisa tampil lebih kuat, sehat, dan prima. Ada apa dengan manusia modern kini? Ternyata pola hidup yang dijalaninyalah jawabnya.

Di Era Digital ini tiap orang bisa tampil lebih sehat, tapi yang terjadi sebaliknya. Manusia kini rentan terhadap penyakit2. Kesibukan-rutinitas yang tiada henti membuat orang lupa menjaga kesehatan.

 

Dengan dalih lupa, tak punya waktu dan segudang alasan lain, jadi pembenaran bagi mereka untuk melupakan OR, istirahat cukup, dan mengonsumsi makanan sehat. Nasi ireng dan dawet ireng, herbal dan sayur organik, jadi sasarannya.

Meraih derajat hidup sehat jasmani, rokhani dan status sosial  tentu idaman orang2. Untuk mendapat ketiganya bersamaan, tidak semudah yang kita perkirakan. Kadang pola hidup sehat dijalankan, menjaga asupan makanan dan minuman, OR teratur, bisa terbebas dari merokok dan alkohol.

 

Tetapi tak terduga, penyakit selalu saja datang menghampirinya. Karena itu, mengetahui cara menjaga kesehatan tubuh dari serangan penyakit2, kini jadi persoalan penting. Aja klalen, dongane bae sing akeh, men slamet donyane, slamet akherate. (Muchtar AF; dari grup WA-VN)-FR

** Respon dari ZA :

Dengkul nyeri karena over weight dan “kekurangan cairan pelumas sendi” adalah gejala OA (osteo arthritis).  Tiga tahun terakhir ini saya ikut merawat ‘pasien’ OA, dan kadang ketemu p. MAF di tempat perawatan.  Pasien OA boleh jalan kaki tapi jangan lebih dari 1 km.  Lari sama sekali dilarang.

Pak SH masih “untung” karena punya hobby (dan jago) berenang.  Selain menjalani fisioterapi, pasien OA sangat dianjurkan untuk berenang ke tepian.  Lha pasien saya tidak bisa (dan tidak suka) berenang. Soal makanan, walau belum saya jalankan sepenuhnya saya pilih “kembali ke alam:  Moyang kita dulu makan dedaunan dan buah dari hutan serta makan daging dari hasil berburu.

 

Tak ada nasi, gandum, umbi2an.  Lho kan tubuh butuh karbohidrat?  Benar, itu didapat dari sayur dan buah,  karbohidrat dengan glikemik rendah.  Nasi (apapun), kentang, ubi dsb itu karbohidrat berglikemik tinggi. Dua jam setelah kita telan, karbo ini berubah jadi gula. Masa transisi itu berat,  perut tak terasa kenyang, badan lemas, entah sampai kapan. (Zaenal Arifin; dari grup WA-VN)-FR

*** Respon SSA :

Termasuk pengendalian dompet dikantong. Berangkat OR ke Tegallega yg terkenal banyak pilihan kuliner, kini saya pastikan dompet hanya isi tdk lebih dari 10 rebu. Walau soto Tasik enak, Pecel Korea punel, pokoknya cukup hanya sepuluh rebu titik. Kalau dituruti, semua seneng terus mborong.

 

Ke Tegallega bukannya OR tapi lihat, mau menyikat apa yang ada. Dokter pernah nyindir saya, makan hanya boleh  dikit dikit, tapi lama lama jadi sak bukit. (Soenarto SA; dari grup WA-VN)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*