RSS Feed     Twitter     Facebook

Menu pengobat rindu ketika Ibadah di Tanah Suci

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 3 views    Font size:
Menu pengobat rindu ketika Ibadah di Tanah Suci

Jakarta-Makanan salah satu faktor penting saat kita ke luar negeri. Seenak apa pun yang disajikan di hotel, bila belum mencicipi makanan khas Indonesia, rasanya ada yang kurang. Ada rasa kangen mencicipi kuliner lokal saat berada di negeri orang. Juga saat ber-ibadah umrah atau haji.

 

Kerap kali jamaah Indonesia bawa makanan2 dari dalam negeri. Rendang/abon, dua menu makanan yang biasa jadi bekal. Perihal ini, jadi perhatian khusus Fairmont Mekkah. Hotel di bangunan ikonik dengan jam dinding raksasa di puncak gedung di lingkungan Masjidil Haram itu mengolah masakan2 Nusantara untuk tamu2nya.

Maklum, WNI di hotel ini banyak, 20% dari total tamu. Fairmont tidak sembarangan, manajemen hotel itu mempercayakan soal makanan Indonesia kepada Chef Tambri Deran yang asli Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. Berikut wawancara dengan pria yang sebagai executive sous chef Fairmont Mekkah itu.

Bagimana hotel ini bisa sajikan makanan2 Indonesia?
Ya, ini jadi komitmen kami bantu menyediakan makanan untuk tamu2 Allah. Kami senang menyajikan, apalagi tamu Indonesia termasuk yang terbanyak dibanding tamu dari negara lain di hotel ini.

Apa yang disajikan?
Menu bercita rasa Indonesia banyak di sini, ada 50 jenis makanan Tanah Air. Hidangan yang tersering disajikan : Rendang, soto, gado2, dan nasi goreng. Menu2 itu dirotasi agar tamu tidak bosan.

Apa tantangan membuat menu khas ini, kan pasokan bumbunya terbatas?
Kita punya supplier pemasok aneka jenis sayuran dan bumbu2. Kalau cari melinjo untuk sayur asam, itu banyak. Kadang kami masak rawon, ini agak susah, nyari kluwek-nya.

Siapa penanggung jawab menangani masakan Indonesia?
Chef kami Indonesia 10 orang, jadi urusan menu Nusantara, kami tak ada kesulitan. Meski, tim chef kami juga piawai menyajikan makanan lain seperti menu Eropa, Mediteranian, dan Timur Tengah.

Bagaimana berkarier di Fairmont Mekkah?
Awalnya saya kerja di Jakarta, pernah di Grand Hyatt dan Gran Melia. Lalu dapat kesempatan berkarier di Hillton Jeddah, Hyatt Dubai, dan Atlantis Dubai. Sejak 6 tahun lalu, bergabung di Fairmont Group. Di sini saya dapat pengalaman mengembangkan karier dan bantu melayani tamu Allah, yang berhaji dan umrah, ada pengalaman spiritualnya. (Yanto Kusdiantono; nfl; Koran Sindo)

 

Monggo lengkapnya klik aja :  (https://lifestyle.sindonews.com/read/1256180/185/menu-nusantara-pengobat-rindu-saat-beribadah-di-tanah-suci-1510289979)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*