RSS Feed     Twitter     Facebook

Peluang bagi komunitas BPTg

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 3 views    Font size:
Peluang bagi komunitas BPTg

Ada peluang bagi kita untuk Membuat para lansia bahagia; Pagi itu saya mendapat kesempatan menghadiri undangan Walikota, pada Acara Pengukuhan dan Rakor Komda Lansia Kota Bandung, di Gedung Serbaguna, Jl. Wastu Kencana no.2.

 

Dari ndengerin critanya Kang Ridwan Kamil yang 2 bulan lagi mau cuti karena mau nyalon jadi Jabar Satu, ada beberapa poin yang sempat saya catat. Bermula, dari gagasan menciptakan Kota Bandung menjadi Kota Ramah Lansia dan Bandung Cinta Lansia.

 

Diharapkan, di usia senjanya masih  bisa memiliki kegiatan, tetap sehat, aktif dan produktif serta masih  bermanfaat bagi lingkungannya. Ketika penyakit mulai hadir, minimal ada yang memperhatikannya.

Mengingat jumlah manula di Kota Bandung ada sekitar 215.000 orang, dengan angka ketergantungan 48 % (sudah tidak produktif), maka Pemerintah/SKPD, Dunia Usaha dan masyarakat bisa saling bersinergi menunjang program ini, sehingga terwujud Kota Bandung menjadi  Kota Ramah Lansia.

Kota Bandung memiliki banyak program untuk membahagiakan para Lansia. Keseriusan Pemkot Bandung dalam mensejahterakan dan membahagiakan Lansia bagi seluruh komunitas hingga tingkat kecamatan dan kelurahan, dapat dukungan dan respon positif dari hampir semua masyarakat.

 

Ini upaya pemenuhan hak2 warga lansia, dengan terus mengidentifikasi masalah dan kebutuhan mereka. Program membahagiakan dan mensejahterakan para Lansia juga bisa jadi peluang bagi kita para pensiunan Telkom di tiap daerah.

 

Antara lain, dapat bekerjasama dengan Pemda, misal memotivasi dan bimbingan teknis mengenai toga (tanaman obat keluarga), terapi kesehatan, mengenalkan tanaman hidroponik, aquaponik, tabulampot, ternak lele, ternak cacing, budidaya jamur, pupuk organik kascing, beras organik, batik shibori, wisata industri, pengolahan sampah dan barang limbah, dan membuat kerajinan.

Semua ini, selain mengisi aktivitas di usia senjanya agar tidak cepat pikun, juga dapat  diarahkan sebagai sumber pendapatan tambahan. Ingat, dalam berkarya dan berbuat kebajikan tidak mengenal batasan usia lho ….

 

Apapun, para Lansia, apalagi yang dekat dengan lingkungan kita, jangan sampai dibiarkan hidupnya merana. Mereka harus tetap berdaya guna, sehat jasmani dan sehat rohaninya. Bisa tetap sehat, aktif, produktif, dan bahagia. Semoga. [M.A.F; dari grup WA-BPTg]-FR

1-Respon PBU :

“Gue demen dengan cerita beginian” he he he. Kisahnya saya forward ke WAG paguyuban lansia saya. Kami ngiri di Depok belum nampak ada kegiatan untuk mensejahterakan lansia yang riil, yang di inisiasi oleh istansi pemerintah.

Selama ini paguyuban kami justru lebih sering mengikuti kegiatan2 lansia yg digalang oleh salah satu pabrik farmasi terkenal. (Prasetya B Utama)-FR

2-Koment MAF :

Program yang melibatkan SKPD dan seluruh Kepala Dinas ini sebetulnya baru uji coba untuk yang pertama kalinya yaitu di Kota Bandung. Kalau berhasil, Mendagri akan mengembangkan program  Lansia ini ke seluruh Indonesia. (Muchtar AF; dari grup WA-VN)-FR

3-Komentar Mur :

Kalau hanya utk membuat lansia bahagia itu ada cara yang relatif mudah.  Kumpulin aja lansia terus ajak nyanyi *ayo ngguyu* kan salah tau kriteria orang bahagia itu “tertawa”. (Murjanto; dari grup WA-VN

4-Respon MAF :

Ide yg bagus, murah dan meriah . Yang jadi masalah, semakin tua, banyak orang yang semakin sulit untuk tersenyum dan tertawa .. (Muchtar AF)
5-Komentar HB :

Akan lebih bahagia lagi kalau  kebutuhan pokoknya terpenuhi. Mungkin lansia mantan kantoran sudah terpenuhi,  tapi lansia lainnya.. Yuk kita doakan. (Haris Benyamin)

 

6-Respon MAF :
Boro-boro bisa tertawa, ngomel dan manyun iya. Perhatikan aja tulisan atau komentar orang2 di WA, lebih banyak yang mengeluh daripada yang bahagia. (Muchtar AF)

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*