RSS Feed     Twitter     Facebook

Grand Parenting

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 1 views    Font size:
Grand Parenting

Menyiasati Kehidupan Di Zaman Now; Salah satu amalan yang utama ciri orang yang bertakwa adalah berbakti ke Ortu. Walau telah berkeluarga, kewajiban anak berbakti pada ortu tidak gugur. Ortu tempat ridho Allah Swt. Maka, untuk menggapainya, mendapatkan ridho dari orang tua.

 

Itulah keutamaan berbakti pada ortu dan anak akan diluaskan rezeki dan dipanjangkan umur oleh-Nya. Setiap kebaikan dan ketaatan pada Ortu membawa kita ke jalan surga. Anak harus belajar memahami kehidupan orangtuanya, yang makin hari makin renta. Berbahagialah Anda yang kini mendapati kedua ortunya. Ini kesempatan emas bagi anak2 berbakti kepada orangtuanya. (QS. Lukman [31]:14).

 

Ingat tubuh ortu tidak didesain kuat mengasuh  cucu, juga termasuk kemampuan finansialnya. Jika tidak terpaksa, jangan bebankan pengasuhan anak kepada Eyangnya. Kalau Eyang harus mengasuh cucu, buatlah kesepakatan dulu.  Untuk menghindari salah paham pola pengasuhan cucu, sesekali berilah kesempatan pada Eyangnya mengikuti Seminar GRAND PARENTING.

 

Atau membaca majalah dan buku2 tentang pola pengasuhan cucu, agar bisa tahu cara mengasuh, mendidik, dan membimbing cucu dengan pola asuh tepat dan benar, sesuai zamannya. Sekali lagi, ini sudah Zaman Now lho. Sebagai Eyang masa kini, ia harus mau bermigrasi  ke dunianya cucu, dunia gadget dan dunia internet.

 

Jika tidak, ia sering kesal, mudah tersinggung dan stres. Jelaskan pada ortu Anda beda pola asuh akan menimbulkan kebingungan pada cucunya, dan penerapan disiplin sulit berjalan sesuai yang diharapkan. Karena itu, jalin kesepakatan dan keakraban antara  Eyang-anak-mantu dalam pola pengasuhan cucu agar tidak terjadi salah paham.

 

Salah mengasuh anak yang dilakukan Eyangnya dulu, jangan sampai salah dalam mengasuh cucu. Kenapa? Jika kita amati, banyak ortu lebih sayang cucu daripada ke anaknya. Apalagi jika cucunya 1 atau 2, dan keuangan Eyang memungkinkan.  Sebagian ortu paham mengasuh cucu itu kesempatan menebus kesalahan yang dulu ia lakukan selama mengasuh anak2nya.

 

Juga perasaan lebih bebas mengasuh cucu2nya, karena tak lagi dibebani tanggung jawab. Sehingga mereka lebih permisif memanjakan cucu lucu dan pintar.  Eyang senang jika bisa membanjiri cucunya dengan berbagai hadiah. Alasannya, kalau bukan untuk cucu, lalu untuk siapa?  Akhirnya, cucu manja. Cucu berani membantah perintah ayah bundanya dengan berlindung pada Eyangnya.

 

Saking sayangnya ke cucu, kadang Eyang membela saat ayah bundanya memarahinya. Eyang tak sadar  sikap yang demikian, bisa berpengaruh buruk pada perkembangan jiwa sang cucu.  Eyang ….Oh Eyang. Jadi apa yang harus dilakukan Eyang2 di usianya yang makin senja?  Nikmati hari tuanya dengan baik. Hari tua itu menyenangkan dan memanjakan diri.

 

Bukan saatnya kerja keras, apalagi banting tulang. Bukan waktunya mengejar harta dan menumpuk materi. Hari tua itu saat  terbaik meningkatkan kualitas ibadah. Apalagi bisa main dengan cucu, tapi bukan jadi _baby sitter._ Bukan pula jadi satpam kalau Anda sebagai anaknya  sedang bepergian.

 

Terima dengan ikhlas semua bentuk kemunduran fisik. Berikan pengertian itu proses penuaan. Hindari utang yang memberatkan, apalagi  ada unsur riba. Beri kesempatan bergabung dalam komunitas hobi / OR /rohani. Rajin bercanda via FB/BBM/WA/sarana silaturahim lainnya.

 

Tapi jangan copas melulu. Kenapa? Sadari hobi copy paste itu membuatnya jadi malas berpikir. Yang baca bosan, karena sdh terima berita, gambar atau video yg sama dari WAG lain. Dampak senang ber copy paste, pelakunya cepat pikun. Hilangkan kecewa, dendam, sakit hati dan kebencian. Jangan mudah salah paham apalagi marah tanpa sebab,  karena hal ini bisa bikin Anda mati mendadak.

 

Ketika kita mau berhenti mengeluh dari sulitnya menghadapi problem kehidupan,  saat mau berserah diri kepada Tuhan, insya Allah kebahagiaan muncul dari dalam diri kita. Jadi, kebahagiaan bisa kita raih apabila  kita mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan dunia dan akhirat, mau bersyukur, dan ikhlas mengamalkan apa yang kita miliki.

 

Kebahagiaan itu sederhana. Jika kekayaan tidak membahagiakan orang2 kaya, dan jika kemiskinan juga tidak membuat sedih orang2 miskin, maka kebahagiaan tidak harus dari yang bersifat materi. Karena itu, mari diciptakan hari tua yang sehat dan sejahtera,  masih bisa survive, dan bahagia bersama anak-cucu.

 

Mari kita usahakan agar anak-cucu kita bisa menjadi generasi yang kuat, generasi yang beriman, berilmu, dan rajin beramal  saleh, generasi yang kelak akan mendoakan kita, ketika kita telah tiada.(Bandung, 12/1/2018; (Muchtar AF; dari grup WA-VN)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*