RSS Feed     Twitter     Facebook

Rumah Singgah sejati

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 17 views    Font size:
Rumah Singgah sejati

Wonogiri-Sebuah bangunan mirip istana negara dibangun di Desa Kebonagung RT 01 RW 02, Kec-Sidoharjo, Wonogiri. Bangunan bernama Istana Parnaraya itu didirikan untuk lansia. Pendirinya Suparno (47), pengusaha asal Wonogiri yang merantau di ibu kota. Hingga kini, Suparno berdomisili di Jakarta, sesekali pulang ke desanya.

 

Saat detikcom mengunjungi Istana Parnaraya, (8/7/17), Suparno tidak berada di tempat. Pengelola Istana Parnaraya, Agus Winarno, menjelaskan istana itu akan digunakan sebagai tempat pertemuan para lansia, di samping untuk objek wisata umum. Karena itu di beberapa bagian banyak terpajang lukisan dan potret diri lansia2 terpajang di dinding ruangan.

 

“Rencananya Pak Parno  akan pulang sebulan sekali dan mengumpulkan lansia2 di desa sekitar. Nanti kita buat macam2 kegiatan, sharing, siraman rohani, senam, dan diberi santunan” ungkap Agus. Pemberian santunan dilakukan Suparno rutin sejak 2 tahun lalu, namun dari pintu ke pintu. Suparno pernah sekali mengumpulkan para lansia itu.

 

“Ada 300-an lansia yang rutin diberi santunan. Kalau nominalnya kurang tahu, soalnya sudah diamplop dari pihak keluarga. Kita tinggal membagikan” katanya. Setelah diresmikan 18/8/17, Istana Parnaraya jadi objek wisata berbayar. Di samping untuk perawatan bangunan, pemasukan dari tiket masuk akan diserahkan untuk desa dan lansia.

 

“Pak Parno itu sejak kecil suka berbagi. Dia ingin kalau sukses akan membantu lansia dan desa tempatnya dibesarkan”. (Sadhono Hadi sumber dari : mbr/mbr bayu Ardi Isnanto; https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-3554046/istana-negara-di-wonogiri-ternyata-dibangun-untuk-lansia

 

 

Tambahan :

Komen mengenai wacana Rumah Singgah : Pernah dibahas di Reboan, tapi akan ditarik keatas (Dapen), saya pesimis bisa terlaksana di wilayah. Saya sarankan bottom up, siapa yg memiliki ke-lodangan seperti di Wonogiri berinisiatif seperti p Soeparno..

 

Dari SSA : Ide dasarnya sih bagus, tetapi untuk diterapkan dilingkungan Telkom mungkin saja bisa terwujud. Kaitannya (bila Telkom legowo) banyak asset gedung bekas. Komplex statsiun radio, walau sudah ditangani bidang properti, tetapi sampai saat ini tidak jelas peruntukannya bahkan tidak terawat.

Mungkin pernah dengar Komplex Statsiun Radio Rancaekek Bandung, atau dilokasi Makassar?  Gedungnya utuh karena peninggalan jaman Belanda, tapi ada yang dibiarkan tak terurus bahkan sudah dimanfaatkan masyarakat setempat. Andai diberikan hak pakai untuk waktu tertentu ke salah satu “keluarga besar Telkom” mungkin istana seperti rumah singgah bisa terwujud. Wallaohu a’lam bisawwab.

Dari PBU : Kemampuan “mobile” para Lansia itu relatif rendah. Jadi, tempat singgah itu harus tersebar dimana2, dan tentu perlu peran pemerintah. Kalo ada perorangan yg membuat “rumah singgah” sifatnya terbatas dan “lokal”. Untuk dinikmati Lansia sekitarnya. Dari pemerintah ada program yg mendekati ini, yaitu POSBINDU. Bisa diadopsi dan disinergikan kalo mau.  (FR)

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply