RSS Feed     Twitter     Facebook

Mengintip Sentra produsen Barongsai di Bogor

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 38 views    Font size:
Mengintip Sentra produsen Barongsai di Bogor

(travel.kompas.com)-Di balik china town Bogor, Jabar yang lebih dikenal dengan Suryakencana, terselip bengkel Barongsai sederhana. Karya barongsai dan liong sampai ke berbagai negara Eropa dan Timur Tengah.

 

KompasTravel bersama tim dari Jakarta Food Adventure, tidak sengaja mendapat info itu ketika menikmati jajanan sore di Suryakencana, Bogor. Tanpa pikir panjang, kami mengarahkan langkah kaki sesuai arahan warga yang memberitahu keberadaan “pabrik” barongsai ini.

 

Menyusuri gang2 kecil, akhirnya bengkel Lily Hambali sang “empu” barongsai tampak. Berlokasi di Jalan Roda Gang Angbun, Babakan Pasar, Kec-Bogor Tengah. Karyawan2 saat itu melukis kain yang akan jadi kulit liong sepanjang 8 meter. Tak lama Lily menghampiri kami dan berkenalan.

 

“Ya, di sini terus membuat barongsai dan liong, mulai tahun (2000)” ujarnya, saat dikunjungi¬†¬†(3/2/18). Di selasar rumahnya ukuran 8×5 meter ini, ia berkreasi membuat bagian demi bagian dari liong dan barongsai. Wisatawan bisa lihat proses pembuatan mulai detil kepala, seperti mata, mulut, kumis, hingga ornamen lain.

 

“Awalnya bikin rangka dulu dari rotan. Dibentuk detil mukanya sesuai permintaan di gambar/foto. Baru dilapis kain putih dengan lem, sebelum diwarnai” jelasnya ke KompasTravel dan wisatawan. Satu buah barongsai bisa ia selesaikan seminggu. Dengan catatan cuaca relatif cerah, dan baik untuk menjemur. Sedang liong panjang mulai 8 meter, bisa ia selesaikan 2-3 minggu.

 

“Banyaknya yang pesen barongsai kalau liong paling dari klenteng, atau perayaan khusus. Kalau barong umum”. Ia tak menghitung banyaknya barongsai dan liong yang ia buat sebulan, atau setahun. Karena pemesannya datang terus tanpa ia hitung satu per satu. “Jadi itu tiap selesai langsug ambil, ada lagi yang pesan. Untuk awal tahun apalagi ini sulit dihitung jumlahnya” ujarnya.

 

Kesulitan pembuatan hewan rekaan ini, karena bahan2 harus impor dari China. Seperti bulu domba aneka warna, lalu ornamen berbulu di bagian kepala liong dan barongsai. “Kalau jaga mutu harus impor bulu dombanya. Di Indonesia belum ada yang bisa olah bulu domba dari negara dingin, jadi halus banget” sembari menunjukan bulu domba Australia yang halus.

 

Kualitas yang ia jaga ini membuat barongsainya jadi langganan banyak tempat. Wilayah Aceh, Medan, Lampung, Pontianak, hingga Timika, Papua adalah beberapa pelanggannya. Juga dari luar negeri.

 

“Asia sudah dipesan dari : Singapura, Malaysia, Jepang, sampe Arab. Kalau di Arab, dia izin dulu sama kerajaan, boleh asal tidak berbau mistis. Murni kesenian dan OR”. Satu barongsai ia banderol Rp 5.5 juta, Liong Rp 7,5 juta. Ke sini tidak dipungut biaya, sayangnya Lili belum menyiapkan cinderamata yang bisa dibawa pulang oleh wisatawan.

 

Namun, Anda bisa berfoto dengan barongsai yang sudah jadi. (Muhammad Irzal Adikurnia; Wahyu Adityo Prodjo; bahan dari : http://travel.kompas.com/read/2018/02/05/190000527/liburan-imlek-coba-intip-sentra-pembuatan-barongsai-di-bogor)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*

code