RSS Feed     Twitter     Facebook

Rasanya hidup di Negara dengan pemerintahan terbaik(1/6)

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 7 views    Font size:
Rasanya hidup di Negara dengan pemerintahan terbaik(1/6)

(bbc.com/Indonesia)-Dari benua Amerika sampai Afrika ada 6 Negara yang konsisten di peringkat tertinggi daftar Negara berkebijakan Sosial Progresif. Silahkan anda nikmati dalam 6 Serial di artikel ini : Pemerintahan di 6 Negara itu tingkat kepercayaan yang tinggi dan sistem hukum yang efektif.

 

Yang membuat Negara dikelola dengan tepat

Meminimalkan korupsi atau memperluas akses pendidikan dan kesehatan, pemerintahan di tiap negara mengambil kebijakan berbeda menciptakan masyarakat sejahtera. Mengukur efektivitas beragam kebijakan itu, banyak lembaga mengkompilasi statistik terbuka untuk publik dan mengurutkan negara berdasar performa mereka dalam beberapa sektor.

 

Indikator itu muncul, dalam indeks penegakan hukum World Justice Project serta indeks pemerintahan dan indeks kemajuan masyarakat digelar Bank Dunia. Tiap indeks punya presisi beda, namun arketipenya memunculkan 3 hal, yaitu negara yang sama konsisten di puncak daftar mengambil kebijakan sosial progresif, peraih tingkat kepercayaan tertinggi dan punya aturan hukum ter-efektif.

Bagaimanapun, kebijakan yang baik adalah yang dapat mempengaruhi masyarakat. Maka kita akan membicarakan orang-orang yang tinggal di negara ini, untuk menemukan faktor yang paling berdampak pada kehidupan mereka sehari-hari.

 

Denmark

Ketika negara2 Nordik di papan atas beragam indeks, Denmark ambil jarak dengan para tetangganya–dan jauh meninggalkan negara di kawasan lain-dengan nilai sempurna pada aspek kebutuhan dasar penduduk tahun 2017 dalam indeks kesejahteraan sosial.

 

Aspek itu : Pemenuhan nutrisi dan kesehatan warga dan pemberian akses pendidikan dan komunikasi. Layanan ini tak hanya untuk penduduk asli yang lahir di Denmark. “Sistem jaminan kesehatan dan sosial dikembangkantepat dan dapat diakses orang2 yang tinggal di Denmark,” kata Anne Steinbach, warga Jerman yang kerja sebagai editor utama di Travel Archive, di Aarhus, kota terbesar kedua Denmark.

 

“Sebagai pelajar anda bisa dibantu finansial dan kursus bahasa gratis” tambah Steinbach. Jaminan sosial di Denmark dijalankan berprinsip kepercayaan, bukan dokumen kependudukan. “Saat warga Denmark sakit, mereka tidak dapat mengikuti aktivitas kampus atau bekerja. Mudah menginformasikan kondisi itu pada pemberi kerja. Di Jerman, pelajar dan karyawan harus izin sakit dengan surat dokter” kata nya.

 

“Dua negara itu punya jenjang birokrasi pengambilan kebijakan dan pemerintahan. Di Jerman semuanya berbasis dokumen, berjenjang dan tersertifikasi. Denmark memperlakukan warganya seperti teman hampir ditiap situasi”. Meski biaya hidup dan pajak di Denmark lebih tinggi dibanding negara Eropa lain, keuntungan yang diraih penduduk terhitung lebih banyak

 

Penduduk negara itu tidak resisten pada pengenaan pajak lebih tinggi. “Tiap orang Denmark mengutamakan hygge” ujar Steinbach, merujuk istilah yang diartikan kenyamanan bersama. “Menonton film dan menyantap makan malam, mengundang temen2 sesama warga Denmark itu cara sempurna untuk berakulturasi dengan budaya lokal.

 

“Orang Denmark senang berbincang, bergaul dan nongkrong sambil menikmati cahaya lilin, makanan lezat dan terlibat percakapan yang menarik,” ucap Steinbach. (Lindsey Gallow;  Bahan dari :  (http://www.bbc.com/indonesia/vert-tra-42844512)-FatchurR; Bersambung………

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*

code