RSS Feed     Twitter     Facebook

Charles Toto Jungle lestarikan Kuliner Papu

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 23 views    Font size:
Charles Toto Jungle lestarikan Kuliner Papu

(food.detik.com)-Charles Toto belum setenar celebrity chef ibu kota. Tapi (1997), ia konsisten mengenalkan makanan asli Papua ke semua orang. ‘Jungle chef’ itu julukan yang melekat pada Charles Toto. Julukan ini karena profesi Charles yang berkeliling dari hutan ke hutan di Papua untuk memasak.

 

Ditemui detikFood (23/2) dalam peluncuran Papoea by Nature, Charles bercerita awal karirnya. “Tahun 1997 saya kerja di hotel di Jayapura. Banyak tamu asing tidak tahu mau makan apa. Saya lalu berpikir apa yang bisa kita presentasikan” tuturnya.

 

Pria kelahiran Jayapura ini berpikir ide travel ekspedisi melihat wisata hutan Papua. Ini berkaitan erat  peran hutan bagi kehidupan masyarakat. “Hutan itu ibarat pasar bagi orang Papua dan bisa mendapat bahan makanan tanpa mengeluarkan uang” lanjut Charles.

Charles lalu memasak di hutan bagi tamu2nya. Jenis dan cara masaknya tergantung wilayah hutan yang disinggahi. “Bahannya berdasar wilayah, ada 7 wilayah adat di Papua. Masing2 suku punya pola makan  berbeda.” Di Selatan Papua, olahan daging rusa. Di Sentani ia buat ikan kuah hitam berbahan ikan gabus dan daun keladi. Sayur lilin jadi andalannya. Masak di hutan berbeda karena udaranya lebih bersih.

Selain itu ia pikirkan konsep berdasar kondisi hutan setempat. Charles dapat banyak pengetahuan baru, salah satunya tentang garam yang bisa dibuat orang Papua dari daun, bukan air laut. Pengalaman memasak untuk tamu, Charles pernah masak untuk Mick Jagger dan Melinda Gates kala keduanya ke Papua.

 

“Mereka saya kenalkan pada masakan tradisional Papua. Dan mereka mau mencoba dan saya bilang ini yang dimakan kami untuk bertahan hidup” cerita Charles. Selain masak untuk tamu, Charles punya misi istimewa. Ia mengajarkan resep2 masakan tradisional Papua untuk masyarakat Papua agar masakan asli Papua tak hilang.

Ini dilakukan sehubungan pola makan orang Papua yang bergeser. Jika dulu mereka mengandalkan bumbu minimalis seperti garam, kini mereka anggap tambahan banyak bumbu ke masakan lebih keren.

“Sagu tergeser beras dan roti” tutur pria ramah ini. Ke depan ia ingin orang Papua mempertahankan makanan tradisional. “Makanan Papua itu sehat, organik. Buktinya kakek saya bisa berumur (105) sebelum meninggal tahun lalu”. (adr/odi;  Andi Annisa Dwi Rahmawati; Bahan dari :  (https://food.detik.com/info-kuliner/d-3884543/ini-charles-toto-jungle-chef-yang-ingin-lestarikan-kuliner-asli-papua)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*

code