RSS Feed     Twitter     Facebook

Dicintai Allah Dicintai Manusia (TA 250)

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 30 views    Font size:
Dicintai Allah Dicintai Manusia (TA 250)

Abul ‘Abbas Sahl bin Sa’d as Sa’idi ra berkata: “Seseorang mendatangi Rasulullah SAW, dan berkata: ‘Wahai Rasulullah, tunjukan kepadaku sebuah amalan yang jika aku melakukannya, Allah dan manusia akan mencintaiku’.

 

Maka beliau bersabda: ‘Zuhudlah engkau terhadap dunia, maka engkau akan dicintai Allah dan zuhudlah terhadap apa yang ada pada manusia, niscaya mereka akan mencintaimu.’ (Hadits hasan riwayat Ibnu Majah dan lainnya, dipilih oleh Imam Nawawi dalam salah satu Hadits Arba’in).

 

Orang yang bertanya pada Rasul, punya hajad yang teramat besar dan resep yang ditawarkan Nabi SAW juga luar biasa tingginya. Saat Nabi Ibrahim melepaskan diri dari keinginan manusia biasa, yaitu seorang keturunan, seakan tidak percaya akan berita yang disampaikan Malaikat, bahwa ia akan segera mendapatkan putra.

 

Allah yang mencintainya justru memberikan putra-putra pilihan Ismail dan Ishak. Dari putranya ini kelak menurunkan seorang Nabi besar Muhammad SAW, yang pengikutnya setianya tumbuh terus sampai saat ini.

 

Saya pernah melihat video Aa Gym menceritakan penggalan kisah hidupnya. Allah memberikan kesuksesan baik dalam da’wah, menyedot jama’ah, bisnis maupun ketenaran, Allah kemudian mencabut satu persatu sukses yang pernah diraihnya.

 

Kemudian setelah Aa Gym melepaskan keinginannya akan tenar, kaya dan kesuksesan duniawi yang lain, justru semua itu kini kembali datang menghampirinya. Fokusnya kini hanya  pada Tuhan. Menurutnya, tidak seperti dulu, kini orang yang datang belajar ke pondok Darut Tauhid adalah yang sungguh2 menuntut ilmu, bukan yang ingin tampil di TV.

 

Dengan tidak minat terhadap apa yang dimiliki manusia, hilanglah rasa iri bila melihat kekayaan, keturunan, kesuksesan manusia lain. Sikapnya terbuka, karena tidak ada ganjalan iri hati di dadanya. Hatinya bersih dan memujinya juga dengan tulus dan sesuai dengan sabda Rasul, manusiapun mencintainya dengan tulus juga.

 

Orang yang melepaskan keinginan dunia yang tidak memberikan manfaat untuk kehidupan akhirat, dengan sendirinya hidupnya penuh rasa syukur dan ia merasakan cinta Allah baik atas segala kebaikan maupun cobaan yang diterimanya.

 

Orang yang mampu melepaskan semua keinginan yang dimiliki orang lain, hatinya akan bersih dan terbuka, justru mendapat kasih sayang dari orang2 disekitarnya. Ucapan Rasul dalam hadits diatas, sungguh mengandung makna yang dalam dan nilai yang luhur. Masya Allah. (SH dari grup WA-VN)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*

code