RSS Feed     Twitter     Facebook

Muhasabah-Rotasi kehidupan

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 18 views    Font size:
Muhasabah-Rotasi kehidupan

Tak ada yang kekal di dunia, selalu silih berganti. Ada bahagia-duka. Ada suka ria, ada bencana

Ada cinta, ada luka. Kehidupan ini berputar dalam perjalanan ke titik mati. Kadang di bawah, kadang di atas, nggak ada yang bisa menghindari; kaya, miskin, tua, muda, rakyat jelata atau manusia bertahta. Terus berubah-ubah

 

Masalahnya tinggal apakah putaran nasib itu membuat kita putus asa dan mandeg. Membuat kita merasa sendiri dan berbeda nasib dengan kebanyakan orang. Sehingga kita ragu untuk terus maju melangkah, padahal sudah jelas kemana harusnya kaki kita melangkah

 

إِنَّ الْإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا (١٩) إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا (٢٠) وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا (٢١)

 

“Manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Bila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah dan apabila mendapat kebaikan (harta) dia jadi kikir”  (Q.S. Al-Ma’arij: 19-21)

 

Yang berlalu, biarlah berlalu

Jelas berbeda dengan kondisi orang2 yang tercerahkan. Yang selalu belajar dari sekolah kehidupan.

Baginya, kebahagiaan yang ia lewati adalah karunia dari YMK yang layak disyukuri. Sehingga harta, cinta dan suka tidak membuatnya keblinger, terbang dan lupa diri tenggelam dalam nikmat dunia.

 

Sebaliknya, musibah, bencana dan patah hati, baginya pelajaran ekstra untuk mendidik karakter diri dan menumbuhkan mindset hidup: *Bahwa di mana ada bahagia di sana akan ada duka. Di mana ada cinta di sana akan ada luka.*

 

Kesengsaraan itu pelajaran baginya untuk bersabar dan menyadari dunia ini tidaklah kekal. Tidak ada kebahagiaan abadi atau kesengsaraan tanpa henti, selama dia di dunia ini.

“Tak ada seorang pun kecuali pasti bahagia dan berduka. Hanya, jadikan bahagiamu menjadi syukurmu dan dukamu menjadi kesabaranmu”  (‘Ikrimah , tafsir Al-Baghawi Q.S. Al-Hadid:23)

 

Sejatinya, semua itu jenjang pendidikan dalam hidup manusia yang menuntunnya jadi mukmin kamil, seorang mukmin yang sempurna. Yang memandang segala hal dan peristiwa bukan dari satu sisi saja.

 

عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

 

“Mengagumkan urusan orang mukmin. Semua urusannya itu baik dan hal itu tak dimiliki oleh siapapun kecuali orang Mukmin. Jika dia mendapatkan kesenangan, dia bersyukur dan demikian itu lebih baik baginya. Jika ditimpa kesusahan, dia akan bersabar dan demikian itu lebih baik baginya.”  (HR.Muslim)

Wallahua’alam bishawab; (Muchtar AF; dari grup WA-VN)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*

code