RSS Feed     Twitter     Facebook

Perenang Marinir seberangi Selat Sunda

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 25 views    Font size:
Perenang Marinir seberangi Selat Sunda

(regional.liputan6.com)-Kopda (Mar) Budi Santoso berhasil juara satu lomba renang lintas Selat Sunda sejauh 39 km. Lomba ini sejak Jumat malam, 2/3/18, dengan start dari Bakauheni, Lampung dan finis di Pantai Tanjung Sekong, Kota Cilegon, Banten.

 

“Ada yang lebih cepat jam 7 (pagi) taksiran 1 jam / 3 km. Dari total yang diberangkatkan 300-an,” ucap Laks-TNI Ade Supandi, KSAL (3/3/18). Tak hanya itu, 2 perenang wanita dari TNI AL mendapat penghargaan dari jenderal bintang-4 itu. Sebab keduanya berhasil menempuh Selat Sunda sejauh 39 km.

 

“Di pertengahan, agak tinggi (ombak), mereka kena gelombang lebih keras. Tujuan kompetisi individu mereka (prajurit Marinir) dapat terlihat”. Korps Marinir TNI AL menggelar lomba renang dan dayung lintas Selat Sunda pada 2-3/318. Lomba itu dalam rangka HUT ke-72 Korps Marinir TNI AL.

 

Selat Sunda alur laut yang ramai

KSAL menjelaskan, Selat Sunda ini Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) yang ramai. Selain perlintasan kapal roll on-roll off (roro) dari Pulau Jawa ke Sumatera atau arah sebaliknya, Selat Sunda dilewati kapal asing dan kapal barang. “Dari Afrika dan Australia, dari selatan, sudah dikoordinasikan, dan mereka mengurangi kecepatan, sehingga tidak ada gangguan berarti” ujarnya.

 

Meski ada anggota2nya yang mengalami keram dan mual di tengah laut, TNI AL akan memperpanjang jarak tempuh renang para prajuritnya menjadi 50 km. “Berenang lebih dari 10 km bukan hal mudah. Target tahun depan minimal 50 km, kita pilih perairan di Indonesia yang aman,” ujarnya.

 

Berenang Sejak Jumat Malam

Mereka berangkat sejak Jumat pukul 21.30 WIB. “Kalian berangkat 300 harus sampai finis 300. Prajurit Marinir harus mampu mengarungi Selat Sunda” kata KSAL Laks. TNI Ade Supandi di Dermaga Pelabuhan PT Bandar Bakau Jaya, Bakauheni, Lampung, 2/3/2018.

 

Renang  ini, untuk menguatkan kemampuan renang korps Marinir dan sebagai identitas Indonesia  negara maritim, dengan kondisi geografis kepulauan. “Dan saya perintahkan Dankormar tahun lalu  tetap mempertahankan kemampuan renang laut, bagian dari kompetensi prajurit marinir”.

 

Renang ini juga untuk menggali potensi maritim di Indonesia, dan bisa dimanfaatkan untuk kepentingan perekonomian masyarakat. Seperti hasil laut yang bisa digali, OR kemaritiman (dayung) dapat membawa harum nama bangsa di dunia. “Salah satunya dengan mengadakan renang dan dayung lintas Selat Sunda, dalam rangka peringatan HUT ke-72 korps marinir,” ujarnya.

 

Ombak Tinggi

Selat Sunda dikenal dengan ombak tinggi dan ramai dilewati kapal laut, jadi tantangan Korps Marinir TNI AL. “Ini harus jadi bukti Korps Marinir mengarungi 39 km, dengan waktu yang di tetapkan” kata KSAL. Selat Sunda ketinggian ombaknya 1-2 mt. Renang lintas Selatan Sunda terakhir digelar Marinir (2007).

 

Pasukan elite TNI AL ini pernah menggelar renang lintas Selat Madura, “Tahun lalu kita adakan di Selat Madura, yang sebelumnya 14 tahun lalu diadakan” ucapnya.

 

Hanya pakai kaki katak, Masker dan Snorkel,

Mereka renang menggunakan fin (kaki katak), masker, dan snorkel. “Start diawali pengangkatan bendera, tembakan pistol sein dan pelepasan kembang api ke udara yang menerangi langit Bakauheni” kata Letkol (Mar) Ali Sumbogo, Kadispen Kormar, 2/3/18. Berangkat dari Dermaga Pelabuhan PT Bandar Bakau Jaya, Bakauheni Lampung, dan finis di Tanjung Sekong, Dermaga PT Jumbo Power Int, Cilegon.

 

Usai start, KSAL Laks. TNI Ade Supandi bersama Dankormar Mayjen TNI (Mar) Bambang Suswantono, beserta pejabat TNI dan tamu2 undangan (ada beberapa atase pertahanan negara sahabat, turut memeriahkan acara dengan turun ke laut. “Ikut renang dengan finis di KRI Suharso, yang lego jangkar beberapa km dari bibir pantai Bakauheni, Lampung,” terangnya.

 

Juga ada lomba dayung perahu di ikuti 472 orang, terbagi 59 tim dan satu tim isi 8 orang. “Diikuti Marinir, TNI dan masyarakat. Pendayung menempuh (39 km), sama dengan  perenang, mengarungi ganasnya laut Selat Sunda”. (Yandhi Yesletama; http://regional.liputan6.com/read/3339926/300-perenang-marinir-seberangi-selat-sunda-siapa-tercepat)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*

code