RSS Feed     Twitter     Facebook

Patah Hati

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 19 views    Font size:
Patah Hati

Jaman kecil di SMP saya suka diajak belajar bersama. Tepatnya diminta ngajarin temen, seorang anak wakil Direktur Pabrik Minyak Kelapa ALMINA di Kebumen.

 

Rumahnya yg bekas bangunan Belanda, besar dan tinggi atau turun kereta api kadang kupandangi rumah rumah itu yang tinggal puing puing, menyedihkan karena pbriknya sudah lama  bangkrut.

Kami belajar diberanda belakang yang berhadapan langsung dg taman.

 

Saya sih seneng saja karena konsumsinya yang terus mengalir dari ibunya.  Mulai sore diseling makan malam, potongan buah serta sop macroni sbg penutup hidangan terus menerus disajikan, maklum mungkin tau kalau saya anak pensiunan PNS.

 

Sambil belajar, diruang dalam terdengar lagu entah dari radio apa gramaphone. Lagunya, Patah Hati dari Rahmat Kartolo; dapat anda cek di : (https://www.youtube.com/watch?v=MFUc1sBlt2M);   Rasanya sebagian besar anggota grup WA itu ketika itu belum lahir.

 

Kalau ada seorang sahabat pensiunan, mengirim lagu itu lagi kini, disamping ada rasa waas, saya juga percaya pasti *mustahal*. Bagaimana bisa di grup kakek nenek ada yang patah hati?. Paling juga cerita *patah tulang*. (SSA; dari grup WA-VN)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*

code