Islam

Embun Pagi-Sia-sia

Pak Ustadz dalam pengajian Minggu pagi di dusun Karang Gawang, Tempel, Sleman pernah mengatakan bahwa nikmat akhirat yang terbesar adalah nikmat iman, sedang nikmat yang terbesar di dunia adalah kesehatan.

 

Namun, Allah memberikan kedua nimat tersebut itu sekaligus, bila kita terus menerus beribadah. Ibadah terus tiada henti, sampai kelak ajal menjemput dan kita dipanggil pulang.

 

Dalam ilmu kesehatan China dikenal titik2 akupuntur. Bila disimulasi akan menghantarkan energi ke organ2 tubuh via  jaringan meridian manusia. Simulasi bisa berupa basuhan, gosokan, usapan, pijatan atau tekanan. Ambilah contoh, manusia memiliki 16 sela2 jari tangan dan jari kaki yang bila dipijat bisa memperbaiki system pencernaan, gangguan mental, kesehatan gigi dll (Hembing Wijayakusuma 1994).

 

Padahal umat Islam melalui ayat Al Qur’an , dan hadits Rasulullah SAW memerintahkan kita membersihkan sela jari tangan, telapak tangan, lengan sampai siku, sebelum melakukan shalat. Berapa kali kita mengadakan simulasi kepada 95 titik reseptor disekitar tangan kita saat wudhu maupun shalat.

 

Pijatan dan usapan dingin kepada wajah dalam wudhu maupun shalat pada daerah dahi dan hidung saja ada lebih dari 20 titik receptor (Hembing Wijayakusuma, 1994). Keseluruhan daerah wajah, memiliki 84 titik reseptor yang kita berikan simulasi saat wudhu maupun sholat.

 

Pada kepala, termasuk ubun2 itu daerah dimana para akupunturis China dan pengobatan kuno dari India mengenal ada 64 titk yang setiap hari kita usap saat wudhu. Kedua daun telinga adalah daerah yang memiliki banyak sekali titik receptor yang kita pijit saat wudhu yang bisa memelihara kesehatan kita.

 

Para ahli kesehatan kuno mengidentifikasi ada sekitar 125 titik reseptor. Kaki memiliki 125 titik. Belum lagi berkumur dan membersihkan saluran hidung. Subhanallah, betapa banyaknya manfaat bagi kesehatan manusia pada saat wudhu maupun shalat.

 

Bila kita mau berpikir, betapa telitinya Allah menjaga kesehatan umat-Nya. Allah memberi jalan kita hidup sehat, sehingga bisa beribadah kepada-Nya. Allah melarang kita mensia-siakan hidup kita ini. Bunuh diri, apalagi mengakibatkan kerusakan dan kematian sasaran yang tidak jelas, dilarang oleh Islam. Itupun, kalau kita mau sedikit saja berpikir. (Sadhono Hadi EP 028; dari grup WA-VN)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :

Back to top button
Close
Close