Wisata dan Kuliner

Loko Tua diaktifkan kembali Januari 2018

(radarsemarang.com)- BLORA – Wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Depo Heritage Trainze Loko Uap Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) diprediksi bakal terus meningkat. Sebab, Destinasi di Desa Ngelo, Cepu, ini, memiliki wahana baru, loko Ruston.

 

Loko yang sudah tak berfungsi belasan tahun itu, dihidupkan kembali. Pertengahan Januari-2018 di launching. Junior Manajer bisnis KPH Cepu Agus Kusnandar mengatakan, di depo loko atau bengkel traksi Perum Perhutani KPH Cepu ada sejumlah lokomotif tua. Di antaranya 4 lokomotif buatan Berliner Masehinebau-Actien Gesellseft (BMAG).

 

Masing2 bernama Tujuh Belas, Agustus, Bahagia, dan Madjoe. Lokomatif Madjoe sekarang ditempatkan di kantor pusat perhutani Jakarta. Selain 4 lokomotif tadi, ada2 lokomotif langsir uap buatan Du Croo dan Braun. Satu lokomotif Hanomag buatan (192)2 Exs PJKA C2902.

 

Selanjutnya, juga ada satu lokomotif Ruston bertenaga diesel dan satu drensine hasil modifikasi dari Colt T120. Serta satu drensin buatan Jepang merek Honda dan lori onthel. Namun, sebagian sudah tidak bisa digunakan. ”Loko uap terakhir digunakan itu pada 2000 lalu,” jelasnya.

 

Semenjak itu, lokomotif terbengkalai tak ada yang merawat. Baru (2016) depo loko dijadikan tempat wisata. Sebab, banyak masyarakat lokal dan Wisman yang kerap berkunjung melihat lokomotif peninggalan Belanda ini. Tarif masuknya, hari biasa Rp 3 ribu. Hari Sabtu-Minggu Rp 5 ribu.

 

”Biaya tarif itu digunakan pemeliharaan objek wisata. Dari keseluruhan loko itu, 3 yang masih berfungsi. Yakni, loko uap Bahagia tahun 1928, Loko Ruston tenaga diesel, dan satu drensine,” katanya saat memeriksa loko di depo loko kemarin.

 

Meski hanya tiga yang bisa berfungsi, yang aktif digunakan untuk wisatawan hanya drensine. Drensine itu berkapasitas 8 penumpang. Lokomotif ruston tenaga diesel diaktifkan kembali dan di-launching pertengahan Januari 2018.

 

”Loko Ruston diberi dua gerbong. Satu gerbongnya kapasitas 25 orang. Tarifnya Rp 20 ribu, dan tergantung rute perjalanan. Ada tiga pilihan lokasi tujuan. Yakni Jembatan Batokan, Center of Nursiery, dan Log Yard,” ujarnya.

 

Lokomotif uap Bahagia tahun 1928 juga bisa digunakan. Namun, biaya operasionalnya mahal. Sebab, butuh banyak kayu sebagai bahan bakar. (Ruq; Lin; Jpr;’ Zal; Bahan dari : http://radarsemarang.com/2017/12/25/loko-tua-diaktifkan-lagi-pertengahan-januari/)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :

Back to top button
Close
Close