RSS Feed     Twitter     Facebook

Mie Instan jangan dicampur Nasi

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 5 views    Font size:
Mie Instan jangan dicampur Nasi

(merdeka.com)- Ada anggapan yang menyebut, orang Indonesia belum makan jika belum makan nasi. Sekalipun dia mengonsumsi mi instan, misalnya. Tak sedikit orang menggabungkan mi instan dan nasi dan menyantap sekaligus. “Kenyang, nikmat, dan murah meriah” begitu alasannya.

 

Padahal, kebiasaan ini tidak baik bagi kesehatan tubuh. Mengapa? Studi menyebutkan satu porsi mi instan mengandung sedikitnya 400 kalori. Jumlah ini sama dengan jumlah kalori yang terkandung di dalam satu porsi nasi beserta lauknya.

 

Jika Anda makan nasi dan mi instan secara bersamaan, kalori yang masuk ke tubuh diperkirakan bisa mencapai 600 sampai 700 kalori. Padahal, rata-rata kalori yang dibutuhkan wanita dewasa hanya sekitar 1200 sampai 1500 kalori.

 

1-Risiko obesitas hingga Diabet

Ketika tubuh kelebihan kalori, ini bisa meningkatkan risiko obesitas hingga diabetes. Perpaduan mi instan dan nasi bisa meningkatkan kalori di tubuh, menaikkan indeks glikemik, dan hal2 lain penyebab meningkatnya gula darah dalam tubuh. Ini juga akan meningkatkan timbunan lemak dalam tubuh.

 

Walau kaya karbohidrat dan kalori, nasi serta mi instan dipercaya tidak akan memenuhi kebutuhan nutrisi lain di tubuh seperti vitamin, protein, zat besi, serat dsb. Ahli2 menyarankan agar kita membatasi mi instan. Anda tetap masih bisa menikmati semangkuk mi instan, tapi usahakan maksimal 1x seminggu.

 

Daripada mengonsumsinya bersama nasi dan menimbulkan bahaya, konsumsilah mi instan bersama sumber nutrisi lain. Misalnya, sayur, daging, telur, ikan dsb. Yuk, mulai memperbaiki pola hidup dan pola makan yang lebih sehat. Semoga informasi ini bermanfaat.

 

2-Mengapa mi instan tak baik bagi tubuh

Ada alasan2 mengapa mi instan tidak baik, salah satunya tinggi garam. Terlalu banyak konsumsi garam berefek negatif untuk kesehatan seperti menyebabkan peningkatan tekanan darah dan risiko penyakit kardiovaskular.

 

Kedua, mengandung lemak jenuh. Makanan olahan, mengandung lemak jenuh. Makanan ini kaya zat artifisial dan minyak yang tidak baik untuk kesehatan. Penyebab utama ketiga, mi instan mengandung propylene glycol. Zat ini berfungsi agar membuat mie tetap awet dan kering hingga tidak mudah rusak.

 

Terlalu banyak zat ini dalam tubuh dan menumpuk di ginjal, jantung, atau lever tentu saja akan membahayakan kesehatan tubuhmu. (Reporter Merdeka; Bahan dari :  Sumber: Vemale.com; Dan https://www.merdeka.com/sehat/ini-alasan-mengapa-mi-instan-jangan-dicampur-nasi.html)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*

code