RSS Feed     Twitter     Facebook

Memaknai Dua Hari Raya Umat Islam

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 2 views    Font size:
Memaknai Dua Hari Raya Umat Islam

Dalam Alquran surat al-Kautsar [108] ayat 1-2, Allah memerintahkan kepada hamba-Nya untuk mendirikan shalat dan berkurban sebagai bukti rasa syukur atas nikmat2 yang diberikan. Hakikatnya kurban tidak sekadar mengalirkan darah binatang sembelihan atau sekadar memotong hewan kurban.

 

Lebih dari itu, berkurban berarti ketundukan hamba secara total terhadap perintah Allah dan sikap menghindar dari hal yang dilarang- Nya. Ada banyak hikmah dalam ibadah kurban.

 

Pertama, setiap helai bulu hewan kurban akan dibalas satu kebaikan. Rasul SAW bersabda, “Setiap satu helai rambut hewan kurban adalah satu kebaikan.” Lalu, sahabat bertanya, “Kalau bulu2nya ?” Beliau menjawab, “Setiap helai bulunya juga satu kebaikan.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

 

Kedua, sebagai ibadah yang paling dicintai oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada Hari Idul Kurban yang lebih dicintai Allah melebihi dari mengucurkan darah (berkurban). Pada hari kiamat nanti hewan2 itu akan datang lengkap dengan tanduk2nya, kuku2nya, dan bulu2nya. Darahnya akan sampai pada Allah (sebagai kurban) di mana pun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, ikhlaskanlah menyembelihnya.” (HR Ibnu Majah dan Tirmidzi).

 

Ketiga, sebagai ciri keislaman seseorang. Rasul SAW bersabda, “Barang siapa yang mendapati dirinya dalam kelapangan lalu ia tidak mau berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat Id kami.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

 

Keempat, sebagai syiar Islam. “Dan bagi tiap2 umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah ke mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang2 yang tunduk patuh (kepada Allah).” (QS al- Hajj [22]: 34).

 

Kelima, mengenang ujian kecintaan Allah kepada Nabi Ibrahim (QS ash- Shaffat [37]: 102-107). Dan, keenam, sebagai misi kepedulian kepada sesama. Dalam hal ini, Rasul SAW bersabda, “Hari Raya Kurban adalah hari untuk makan, minum, dan zikir kepada Allah SWT.” (HR Muslim).

 

Sedang, Hari Idul Fitri jadi momentum kemenangan bagi seluruh umat Islam. Hari kemenangan itu tak lepas dari tiga pesan Ramadhan yang harus dirawat.

 

Pesan pertama Ramadhan adalah pesan moral atau Tahdzibun Nafsi. Artinya, kita harus selalu mawas diri pada musuh terbesar umat manusia, yakni hawa nafsu sebagai musuh yang tidak pernah berdamai. Rasul SAW bersabda: Jihad yang terbesar adalah jihad melawan diri sendiri.

 

Pesan kedua, pesan sosial.  Pesan sosial Ramadhan ini terlukis indah. Hal ini terlihat saat umat muslim mengeluarkan zakat fitrah pada Ashnafuts Tsamaniyah (8 kategori kelompok masyarakat yang berhak menerima zakat). Semangat zakat fitrah ini melahirkan kesadaran tolong menolong antar orang2 yang berkecukupan dan orang2 tidak mampu.

 

Pesan ketiga adalah pesan jihad. Pengertian jihad ini mengorbankan segala yang kita miliki, tenaga, pikiran, harta benda, atau jiwa kita untuk mencapai keridhaan dari Allah. Dalam konteks masyarakat Indonesia saat ini, jihad yang dibutuhkan adalah mengendalikan diri dan mendorong terciptanya sistem sosial yang bermartabat, berkeadilan dan sejahtera.

 

Semoga kita semua bisa merawat tiga pesan Ramadhan ini. Aamiin ya Rabbal Alamiin.  *** (opch / H. Okky Pamenan)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*

code