RSS Feed     Twitter     Facebook

Tentang Enam Pertanyaan

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 2 views    Font size:
Tentang Enam Pertanyaan

Ada video Enam Pertanyaan, menarik untuk kita jadikan bahan renungan. Apalagi materi ini saya jadikan pelengkap dalam training Breaking The Habits yg saya selenggarakan.

 

Bayangkan, peristiwanya ribuan tahun lalu, tapi pertanyaan Sang Imam ini melekat di hati tiap muslim. Itulah karya besar Imam Al Ghozali. Mirip seperti hebatnya karya Imam Ali bin Abi Thalib, yaitu lagu Tombo Ati  iku ono limang perkoro, yang dipopulerkan Sunan Bonang (versi Jawa), dan oleh MH Ainun Najib dan Opik.

 

Inilah kisahnya : Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Al

Ghozali bertanya.

 

Pertama,  “Apa yang terdekat dengan diri kita di dunia ini?”.

Murid2nya menjawab : “orang tua, guru, kawan, dan sahabatnya”.

Kata Imam Ghozali, semua jawapan itu BENAR. Tetapi yang terdekat dengan kita adalah MATI.

 

Janji Allah SWT, tiap yang bernyawa pasti mati (Q.S. Ali Imran [3] : 185 “Tiap2 yang berjiwa akan merasakan mati. Hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke surga, maka ia untung. Kehidupan dunia itu tak lain kesenangan yang memperdayakan”)

 

Kedua, “Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?”.

Murid2 : “Negara Cina, bulan, matahari dan bintang2” .

Imam Ghozali menjelaskan, semua jawaban mereka BENAR. Tapi yang paling benar itu MASA LALU.

Walau dengan apa cara sekalipun kita tidak dapat kembali ke masa lalu. Karena itu kita harus menjaga hari ini dan hari2 yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

 

Ketiga, “Apa yang paling besar di dunia ini?”.

Murid2 : “Gunung, bumi dan matahari”.

 

Semua jawaban itu BENAR kata Imam Ghozali. Tapi yang terbesar di dunia ini Nafsu (Q.S. Al-A’Raf [7] : 179 “ Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka punya hati, tetapi tak digunakan untuk memahami ayat2 Allah dan mereka punya mata tapi tidak digunakan untuk melihat tanda2 kekuasaan Allah.

 

Mereka mempunyai telinga tetapi tidak digunakan untuk mendengar ayat2 Allah. Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang2 lalai”. Maka kita harus ber-hati2  dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.

 

Keempat, “Apa yang paling berat di dunia ini?”.

Ada yang menjawab : “besi dan gajah”.

Semua BENAR, kata Imam Ghozali, tapi yang terberat itu pegang amanah (Q.S. Al-Ahzab [9] : 72 “ Kami mengemukakan amanat ke langit, bumi dan gunung2, maka semua enggan memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Manusia itu amat lalim dan amat bodoh”).

 

Tumbuh2an, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT minta mereka untuk menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombong menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak manusia masuk ke neraka karena ia tidak dapat memegang amanahnya.

 

Kelima, “Apa yang paling ringan di dunia ini?”

Ada yang menjawab : “kapas, angin, debu dan daun2an” .

Semua itu BENAR kata Imam Ghozali, tapi yang terringan di dunia ini Meninggalkan Sholat. (QS.An-Nisa [4] : 103. “Bila kamu menyelesaikan shalat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Bila kamu merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa).

 

Shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. Gara-gara pekerjaan, kita meninggalkan sholat; gara-gara bermusyawarat, kita meninggalkan sholat.

 

Keenam, “Apakah yang paling tajam di dunia ini?”

Murid2 menjawab serentak : “pedang”.

 

BENAR, kata Imam Ghozali, tapi yang paling tajam itu Lidah Manusia. QS. Al-Ahzab [33] : 19. “Mereka bakhil padamu bila datang ketakutan (bahaya), kamu lihat mereka itu memandangamu dengan mata  ter-balik2 seperti orang yang pingsan karena akan mati, dan apabila ketakutan telah hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam, sedang mereka bakhil untuk berbuat kebaikan.

 

Mereka itu tak beriman, maka Allah menghapuskan (pahala) amalnya. Yang demikian mudah bagi Allah”.

Karena melalui lidah, manusia selalu menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.

 

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar2 dalam kerugian, kecuali orang2 yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran”. QS. Al-Ashr (103) : 3. (Muchtar AF; dari grup WA sebelah-VN)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*

code