RSS Feed     Twitter     Facebook

Terapi Non Operasi bantu Pasien Skoliosis

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 1 views    Font size:
Terapi Non Operasi bantu Pasien Skoliosis

(lifestyle.sindonews.com)-Jakarta; Skoliosis itu kelainan pada rangka tubuh berupa kelengkungan tulang belakang yang dapat terjadi pada anak usia (10-19) dan orang dewasa. Deteksi dini penting dilakukan agar perawatan tepat dapat segera di berikan bagi pasien.

Terapi non-operasi jadi salah satu pilihan dan harapan baru karena terbukti bermanfaat menurunkan atau mengkoreksi derajat kurva sehingga kualitas hidup meningkat. Salah satunya menggunakan penunjang yang tepat yaitu bracing.

“Umumnya terapi nonoperasi menggunakan brace, exercise dan latihan fisik dengan alat fisioterapi  mengurangi rasa nyeri. Brace berperan mengoreksi kurva, terutama bagi pasien yang memiliki kurva lebih dari 30° dan ditambah lakukan exercise sesuai bentuk kurva, bukan exercise konvensional,” kata Dr. dr. Ninis Sri Prasetyowati, SpKFR konsultan ahli dari Klinik Scoliosis Care.

Tahapan diagnosa bracing dimulai dengan bracescan yaitu memindai tubuh secara akurat menggunakan teknologi 3 dimensi. Pasien akan diposisikan seperti mirror image. Kemudian brace akan dicetak menggunakan laser scanner sesuai hasil diagnosa.

“Setiap brace dirancang khusus untuk individu dengan computer aided design dan dibuat dengan computer aided manufacture (CAM). Exercise yang tepat wajib di lakukan pasien sebagai penunjang terapi dengan mengikuti pola bentuk kurva tulang pasien,” kata Ahli fisiologi dan anatomi dari Klinik Scoliosis Care, Labana Simanihuruk, B.Sc.

Perbaikan kurva masing2 pasien beda2. Hal ini bergantung pada penggunaan brace tiap pasien. Contoh kurva di atas 20° dengan usia pasien di bawah (12-14), brace digunakan pada malam sekitar 8-12 jam. Namun pasien dewasa, butuh waktu penggunaan lebih lama.

“Jika derajat kurva makin mengecil, brace bisa ditanggalkan. Penting menjaga tingkat kestabilan. Penguatan otot penting. Kurva sudah diperbaiki, tapi ototnya belum kuat. Dari pertama proses yang dikuatkan itu otot, supaya terbentuk otot baru, harus diperbanyak aktivitas dan menjaga postur tubuh yang ergonomis” terang Labana. (tdy; Diana Rafikasari; Bahan dari : https://lifestyle.sindonews.com/read/1323136/155/terapi-non-operasi-bantu-penderita-skoliosis-1531978638)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*

code