RSS Feed     Twitter     Facebook

Membersihkan Luka tanpa pedih

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 9 views    Font size:
Membersihkan Luka tanpa pedih

(viva.co.id)- Salah satu hal yang tersering membuat takut ketika merawat luka adalah perih yang ditimbulkan saat membersihkan. Tapi, ada yang mengatakan jika semakin perih luka ketika diberikan obat atau cairan antiseptik, maka semakin baik.

 

Menurut dokter spesialis luka tersertifikasi pertama dan satu2nya di Indonesia, dr. Adisaputra Ramadhinara, obat2 atau cairan pembersih luka memiliki bahan aktif antiseptik alami dapat mengiritasi kulit. Contoh obat merah yang memiliki kandungan iodin yang biasanya membuat sensasi perih di kulit.

 

Dulu, iodin murni digunakan untuk membersihkan luka, tapi sensasi terbakar atau perih membuat obat ini tidak nyaman digunakan. Sehingga dibuat produk yang bukan iodin murni, yang ditambahkan bahan pembawa iodin.

 

Hasilnya menunjukkan pembersih luka tanpa sensasi perih juga efektif merawat luka. Di dunia medis,  produk yang direkomendasikan secara standar untuk digunakan sebagai tahapan pembersih luka adalah produk yang memiliki kandungan Polyhexonide (PHMB).

 

“Kandungan PHMB tak membuat iritasi dan menimbulkan perih atau kebakar, sehingga menambah rasa nyaman pasien,” ujar Adi. Selain efektif membersihkan luka, cairan pembersih luka berbahan PHMB juga tidak berwarna dan aman bagi jaringan kulit sehingga tidak menghambat proses penyembuhan luka.

 

Awalnya, produk berbahan dasar PHMB terbatas di kalangan tenaga medis dan tidak dijual bebas. Kini, produk pembersih luka berbahan dasar PHMB yang tidak menimbulkan sensasi perih luka tersedia di pasaran lewat Hansaplast Antiseptic Spray. “Salah satu keunggulan PHMB aman digunakan di rentang usia berapapun. Tapi precaution untuk kehamilan di trimester pertama” kata Adi.

 

Produk ini bisa disemprotkan pada luka sebagai tahapan pertama penanganan luka. Adi sarankan agar mendiamkan dulu sejenak cairan pembersih luka sebelum membasuhnya dengan kasa steril. Setelah itu, barulah luka ditutup dengan plester agar kelembapan luka terjaga.

 

“PHMB ber-efek menetap, meski dibasuh masih ada sisa obatnya sehingga bisa ber-efek proteksi dari kontaminasi bakteri selama beberapa waktu, tergantung pada konsentrasi PHMB” terang Adi. (Tim Viva; Bahan dari : https://www.viva.co.id/gaya-hidup/kesehatan-intim/1072039-bersihkan-luka-tanpa-rasa-perih-memang-bisa)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*

code