RSS Feed     Twitter     Facebook

Mengenal Ghibah

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 6 views    Font size:
Mengenal Ghibah

Ghibah itu termasuk dosa besar. Namun perlu dipahami artinya.

Dari Abu Hurairah ra, Rasul SAW bersabda, “Tahukah engkau ghibah itu?” Mereka jawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Ia berkata, “Engkau menyebutkan kejelekan saudaramu yang ia tidak suka untuk didengarkan orang lain.”

 

Beliau ditanya, “Bagaimana jika yang disebutkan sesuai kenyataan?” Jawab Nabi SAW, “Jika fakta berarti kau mengghibahnya. Jika tak sesuai, berarti kau memfitnahnya.” (HR. Muslim no. 2589).

Ghibah kata Imam Nawawi, menyebutkan kejelekan orang lain di saat ia tidak ada saat pembicaraan. (Syarh Shahih Muslim, 16: 129).

 

Dalam Al Adzkar (hal. 597), Imam Nawawi ra menyebutkan, “Ghibah itu amat jelek, namun tersebar dikhalayak. Yang bisa selamat dari tergelincirnya lisan ini sedikit. Ghibah membicarakan yang ada pada orang lain, namun yang diceritakan itu sesuatu yang ia tidak suka untuk diperdengarkan pada orang lain.

 

Sesuatu yang diceritakan bisa jadi pada badan, agama, dunia, diri, akhlak, bentuk fisik, harta, anak, orang tua, istri, pembantu, budak, pakaian, cara jalan, gerak-gerik, wajah berseri, kebodohan, wajah cemberutnya, kefasihan lidah, atau hal2 berkaitan dengannya. Cara ghibah bisa melakui lisan, tulisan, isyarat, atau bermain isyarat dengan mata, tangan, kepala atau semisal itu.”

 

Dikatakan dalam Majma’ Al Anhar (2: 552), segala yang bermaksud mengghibah termasuk dalam ghibah dan hukumnya haram. Diharamkan berdasarkan kata sepakat ulama. Ghibah termasuk dosa besar. Sebagian ulama membolehkan ghibah pada non muslim sebagaimana diisyaratkan dalam Subulus Salam (4: 333), sebagiannya lagi tetap melarang ghibah pada kafir dzimmi.

 

Referensi:

1-Al Adzkar An Nawawiyah, Yahya bin Syarf An Nawawi, terbitan Dar Ibni Khuzaimah, cetakan-1, 1422 H.

2-Kunuz Riyadhis Sholihin, Rois Al Fariq Al ‘Ilmi: Prof. Dr. Hamad bin Nashir bin ‘Abdirrahman Al ‘Ammar, terbitan Dar Kunuz Isybiliya, cetakan-1, 1430 H.

3-Syarh Shahih Muslim, Yahya bin Syarf An Nawawi, terbitan Dar Ibni Hazm, cetakan-1, tahun 1433 H.

 

(WD Sudharsono; Bahan dari : https://rumaysho.com/9198-ghibah-itu-apa.html)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*

code