RSS Feed     Twitter     Facebook

Training Day-Hal ikhwal Energi Positif

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 15 views    Font size:
Training Day-Hal ikhwal Energi Positif

(dokterasuransi.wordpress.com)-Waktu itu, dalam perjalanan arah balik dari kantor Imigrasi Jl. Tendean  ke Tebet Timur, ditengah jalan hujan deras sekali. Saya meneduh dibawah jalan layang, karena saking derasnya hujan dan ada puluhan motor melakukan hal sama.

 

Disamping saya, seorang ayah memarkir motor bebeknya. Ia berdiri disamping saya. Dia  ayah dengan anaknya usia (10-12). Badan anaknya kuyup berdiri merapat ke ayah-nya, dia  kedinginan. Posisi kami yang disisi jalanan dan motor saya dipinggir jalan (raya) membuat jalanan menyempit dan jadi agak macet bagi pengendara mobil. Air menggenang naik cepat sehingga sejajar trotoar tempat kami berdiri.

 

Tiba2, ada mobil Avanza melaju berkecepatan tinggi. Hal itu membuat siraman air kotor muncrat membasahi hingga tubuh kami. Semua orang menghujat. Termasuk saya dan anak kecil itu. Tampak sang ayah berusaha menenangkan anaknya. Saya mendengarkan percakapan ayah dan anak ini.

 

“Sudah nak, jangan marah2 memaki begitu, gak baik itu, hayo sabar dan memaafkan” kata ayahnya santun walu separuh kakinya juga terkena muncratan air. “Tapi dia kurang ajar Pa, Sombong bener pakai mobil tanpa menghargai orang”

“Ya sudah, selesaikan marahnya ya.

 

Marah dan memaki itu tidak pernah menyelesaikan masalah”   kata ayah tetap bernada santun.

“Begini Nak, kita marah itu mengeluarkan energy negative dari diri kita. Ingat, dunia ini bulat dan ingat satu lagi energy itu kekal. Sekali energy itu tercipta, mereka akan terus ada dan karena kehidupan itu berputar, energy itu akan kembali ke diri kita sendiri”

 

“Apa yang kamu berikan pasti akan kembali lagi ke kamu. Jadi kalau kamu memberi kebaikan kepada semesta, pada orang lain, berarti kamu memberi kebaikan ke dirimu sendiri. Kalau kau memberi energy negative kepada orang lain, kamu sedang memberikan “kesialan” dalam hidupmu”.

Saya terdiam termangu mendengarkan sang ayah.

 

“Mulai sekarang kamu harus bisa mengeluarkan energy positif saja. Misal, doakan orang tadi agar selamat sampai di rumah. Selalulah Ikhlas dalam berdoa, ikhlas itu energynya positif. Doakan semua orang yang berteduh di sekeliling sini juga agar selamat sampai dirumah dan tidak terkena penyakit”.

 

‘Doakan pengemis dipinggir jalan. Doakan apa yang kamu lihat. Doakan anak sekolah yang baru pulang. Doakan tukang sapu jalanan. Doakan anak2 yatim-piatu yang butuh bantuan mu. Jadi semua yang kamu lihat doakan. Percayalah hidupmu akan lurus, mudah, dan selamat dunia akhirat”.

 

“Mama mu juga demikian, selagi menanak Nasi dia berdoa, dia ucapkan doa baik buat Petani yang menanam, doakan Pedagang yang berjualan, doakan Pengendara yang membawa beras ini, doakan Petani yang menggiling padi jadi beras”.

 

“Ikan yang dimasakpun mama selalu mendoakan, sehingga apa yg kita makan sudah di syukuri sudah di ikhlaskan, sudah di seimbangkan. Kamu ngerti kan ?” Sang ayah mencoba menekankan perkataannya agar si anak paham.

Anak tadi termangu, begitupun saya yang turut mendengar.

 

Tak lama ayahnya menerima telpon tanpa saya jelas mendengar percakapanya, hanya beberapa kata terdengar :  “Iya, saya dibawah fly over, iya.”.  Itu yang terdengar. “Berapa ? 5 menit, iya kami tunggu”.

 

Hujan belum reda  dan 6 menit kemudian, Alphard warna hitam tepat berhenti didepan mereka dan pintu terbuka. “Mamaaa!”  kata sang anak sambil naik kemobil itu. Sopir mobil keluar, bertukar posisi dengan sang ayah. Sang supir membawa motor dan sang ayah mengemudikan mobil itu. Saya termangu menyaksikan fenomena ini, orang2 juga yang memperhatikan seperti saya.

 

Sang ayah santun sekali, karena kami disapa dengan kalimat, “Permisi, mohon maaf ya, kami duluan, permisi”. Katanya ke semua orang yang ada disekitar dia dan ada  yang dia salami. Melihat itu pikiran saya melayang, eehhhmmm,

 

Rupanya ini TRAINING DAY sang ayah ke anaknya untuk melihat sisi lain dari kehidupan. Saya senang sekali pelajaran parenting yang diajarkan olehnya ke anaknya. Saya berkata dalam hati, “Terima kasih yaa Allah ….. hari yang luar biasa untuk  pelajaran Mu yang didapat”

 

Berpikir dan berkata positif tentang orang lain ataupun untuk diri sendiri itu penting. Karena pikiran positif dan perkataan positif akan kembali kepada dirimu sendiri. (Sarwoto; dari grup WA-VN; bahan dari : https://dokterasuransi.wordpress.com/2018/11/10/kekalnya-energi-2/)-FR.

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*

code