RSS Feed     Twitter     Facebook

Indonesia sigap menghadapi Era 5G

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 3 views    Font size:
Indonesia sigap menghadapi Era 5G

(merdeka.com)-Pada 2022, Indonesia membuka lelang pita frekuensi 5G sekaligus merilis layanan konektivitas super kencang ini di tahun tersebut. Terdapat aspek2 yang telah direncanakan oleh Pemerintah yang akan menggandeng perusahaan telekomunikasi.

 

Diungkapkan Direktur Penataan Sumber Daya, melansir Tekno Liputan6.com, Ditjen SDPPI Kemkominfo Denny Setiawan, bahwa implementasi 5G disiapkan sejak 2017 dan gelar uji coba indoor pita frekuensi 15GHz oleh XL Axiata dan 72GHz oleh Telkomsel. Pada 2018, kembali diuji coba oleh : Telkomsel, XL Axiata, dan Indosat Ooredoo.

 

Uji coba indoor dan outdoor pita frekuensi 28GHz digelar Telkomsel saat Asian Games XVII.  XL menggelar uji coba outdoor pada pita frekuensi yang sama. Indosaat Ooredoo melakukan pengujian yang sama pada (22/11/2018) melalui 3D Augmented Reality (AR).

 

“Pada-2019 direncanakan kembali uji coba pada pita frekuensi 26GHz dan pita lain yakni 3,5GHz,” kata Denny dalam acara uji coba 5G di kantor Indosat Ooredoo. Pemerintah tahun-2019 akan menyusun dan mensosialisasikan draft kebijakan 5G, berfokus mendukung revolusi industri 4.0 dan ekonomi digital.

 

Rencana Persiapan Implementasi 2020-2022

Finalisasi kebijakan dan regulasi untuk 5G, termasuk spektrum, model bisnis, dan Biaya Hak Penggunaan (BHP) diharapkan terjadi di periode 2020-2021. Juga akan dilakukan uji coba 5G pakai perangkat komersial dan mencoba use case berkaitan dengan manufaktur terkait revolusi industri 4.0.

 

“Kami akan menentukan pita frekuensi yang akan digunakan, harganya berapa, membangun small cell, serta bisnis model juga penting. Ini harus disiapkan dari spektrum hingga regulasinya,” ungkap Denny.

 

Setelah proses itu berlangsung, baru pemerintah bisa membuka lelang pita frekuensi 5G. Sejauh ini, ada tiga kandidat pita frekuensi yang kerap disebut jadi pilihan Indonesia, yakni 3,5GHz, 26GHZ, dan 28GHz. Peluncuran layanan broadband berbasis 5G, yakni mobile dan fixed broadband, diprediksi dilakukan pada 2022. Namun, Denny tidak menutup kemungkinan waktu peluncuran bisa lebih cepat.

 

“2022 mungkin baru bisa dirilis, tapi kalau harmonisasinya baik mungkin bisa lebih cepat,” tuturnya. Indonesia dijadwalkan baru bisa mencicipi layanan 5G secara komersial pada 2022, sejumlah negara lain melangkah lebih cepat. Dua negara maju soal cakupan dan ketersediaan telcko, Korsel dan AS, berencana merilis 5G mulai-2019.

 

China, Jepang, Inggris, dan Jerman akan menyusul pada 2020. (Reporter: Andina Librianty idc; Indra Cahya; Bahan dari : Liputan6.com dan https://www.merdeka.com/teknologi/sigapnya-indonesia-hadapi-era-5g.html)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*

code