Wisata dan Kuliner

Rujak Teplak Tradisional Khas Tegal

(suaramerdeka.com)-SETIAP daerah punya keanekaragaman kuliner khas. Juga bagi warga Tegal, tak asing dengan rujak teplak. Rujak berkomposisi sayur rebus dengan sambal berbahan singkong atau ketela itu, tetap eksis sampai kini.

 

Meski kuliner ini ada sejak  doeloe, tak begitu disenangi anak muda sekarang, namun masih dapat tempat di hati penggemar setianya. Khususnya para orang tua termasuk ibu2 atau orang yang lahir di tahun 1980-an.

 

Mencari rujak teplak di perkampungan, mungkin tak sulit. Masih mudah ditemui penjual yang biasanya juga sambil menyediakan aneka gorengan sebagai pendampingnya.

 

Dalam membuat rujak teplak, lebih dulu dengan merebus beberapa jenis sayuran. Seperti kangkung, lengguk atau daun ketela, jantung pisang, tauge, kacang panjang, kol, dan kecipir.

 

Ada juga yang menambahkan daun pepaya untuk menambahkan sensasi pahit namun segar. Buah singkong atau buah ketela direbus sebelum ditumbuk bersama cabai untuk dibuat bumbu sambalnya.

 

Yang khas di rujak teplak,  tidak mencampurkan kacang goreng dalam bumbunya seperti kebanyakan rujak sayur. Bagi yang suka parutan kelapa, pedagang menyediakan untuk dicampur dengan sambalnya.

 

Bagi warga yang tinggal di tengah Kota Tegal termasuk warga perantauan yang berminat mencicipinya, bisa datang ke Jalan Letjen. Suprapto Kota Tegal.

 

Seorang penjual, Kapsah, menjajakan dagangannya tepat di sebelah timur minimarket Mira, atau tak jauh dari pombensin. Kapsah memanfaatkan pelataran pertokoan dengan gelaran meja seadanya.

 

Dagangannya selalu habis menjelang sore hari setelah berjualan sejak pukul 09.00. Disampaikan Kapsah, rata2 pelangganya perempuan. Atau wanita dewasa hingga ibu2.

 

Kapsah mengaku berjualan sejak 20 tahun lalu atau tepatnya 1998. Saat itu, ia menggantikan ibunya yang sudah berjualan sejak 6 tahun sebelumnya. “Awalnya dari ibu di tahun 1992. Kemudian saya meneruskannya sampai sekarang,” akunya, kemarin.

 

Ratih (30), salah satu pelanggan setia Kapsah menuturkan, ia jadi pelanggan setia rujak teplak sejak lama. Saat berbelanja bulanan di toko sebelah, ia selalu menyempatkan mampir beli rujak teplak. Menurutnya, rujak teplak berasa khas. Khususnya di sambal yang memiliki sensasi manis asam yang menyegarkan.

 

“Maknyus, enak dan rasanya khas, apalagi bila dimakan dengan gorengan akan menambah kenikmatan’’ ujarnya. (Tresno Setiadi/CN19/SM Network; Bahan : https://www.suaramerdeka.com/travel/baca/159283/menikmati-rujak-teplak-kuliner-tradisional-khas-tegal)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close