RSS Feed     Twitter     Facebook

Cegah DBD dengan Satu Rumah-Satu Jumantik

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 6 views    Font size:
Cegah DBD dengan Satu Rumah-Satu Jumantik

(lifestyle.sindonews.com)-JAKARTA; Demam Berdarah Dengue (DBD), masalah lingkungan yang bersumber dari nyamuk dan pembiaran sarang nyamuk. Upaya efektif memberantas dan mencegah penyebaran penyakit ini dengan menetapkan satu rumah satu juru pemantau jentik (Jumantik).

”Jumantik itu gerakan efektif. Setiap rumah itu ada satu juru pemantau jentik. Rumah itu harus ada Agent of Change mengubah perilaku dan ada gerakan 3M+, mengubur, menguras, menutup, melipat baju2 yang digantung jadi tempat sarang nyamuk” kata Sekjen Kemenkes drg. Oscar Primadi, MPH.

Jumantik bertugas memantau jentik nyamuk di sekeliling tempat tinggal, terutama yang jadi sarang nyamuk seperti di bak mandi karena jarang dikuras, genangan air di sampah kaleng atau plastik kemasan air minum. Sarang nyamuk tersebut hendaknya diberantas dengan segera agar tidak menimbulkan DBD

 

Tugas jumantik lainnya melakukan 3M+, dan pemberantas sarang nyamuk (PSN) yakni menutup semua tampungan air atau sumber air, menguras bak mandi, dan mendaur ulang barang bekas. Plusnya, menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, gunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, gunakan kelambu saat tidur.

 

Juga memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah, serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk.

Selain 3M+ yang dilakukan jumantik, ia bertindak sebagai agent of change dalam hal perilaku hidup bersih-sehat. Jadi ada pelopor untuk mencontohkan dan mengingatkan upaya-upaya pencegahan DBD.

”Apa pun bisa dilakukan untuk membunuh nyamuk untuk mematikan lingkungannya, untuk memutus mata rantai hidup jentik nyamuk DBD, menguras, mengubur, kemudian menanam atau mengoleskan serai. Itu langkah yang bagus untuk menghindarkan diri dari gigitan nyamuk,” tambah Oscar.

 

DBD tidak hanya menyerang di musim hujan, pada musim kemarau potensi seseorang terserang DBD ada, belum lagi Indonesia itu negara endemis DBD. Hal itu bisa terjadi ketika seseorang tidak melakukan perilaku hidup sehat, seperti jarang bersih-bersih dan terbiasa menggantungkan pakaian bekas pakai.

”Kalau sudah sampai pada tahapan KLB, tahapan dimana terjadi banyaknya kasus DBD itu bukan persoalan mudah, karena banyak upaya yang harus dilakukan mulai dari pemberantasan sarang nyamuk, pengobatan pasien, hingga sosialisasi pencegahan DBD,” tutup Oscar. (tdy; Diana Rafikasari; Bahan dari : https://lifestyle.sindonews.com/read/1375967/155/cegah-dbd-dengan-satu-rumahsatu-jumantik-1549260464)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*

code