RSS Feed     Twitter     Facebook

Pidato BJ Habibie-Kalaulah Kita Sempat

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 49 views    Font size:
Pidato BJ Habibie-Kalaulah Kita Sempat

(assajidin.com)-Ketika BJ Habibie berpidato di Kairo, beliau pesan “Saya diberi kenikmatan oleh Allah ilmu technology sehingga saya bisa membuat pesawat terbang, tapi kini saya tahu ilmu agama itu lebih manfaat untuk umat Islam. Kalo saya disuruh pilih maka saya akan memilih ilmu Agama.”

 

Sepi penghuni; Istri sudah meninggal; Tangan menggigil karena lemah; Penyakit menggerogoti sejak lama; Duduk tak enak, berjalan pun tak nyaman; Untunglah seorang kerabat jauh mau tinggal bersama menemani beserta seorang pembantu.

 

3 anak, semuanya sukses. Berpendidikan tinggi sampai ke luar negeri; Ada yang berkarir di luar negeri…
Ada yang bekerja di perusahaan asing dengan posisi tinggi; Dan ada pula yang jadi pengusaha. Soal Ekonomi, saya angkat dua jempol » semuanya kaya raya…

 

Namun, Saat tua seperti ini dia ‘Merasa Hampa’, ada ‘Pilu Mendesak’ disudut hatinya. Tidur tak nyaman. Dia jalan memandangi foto2 masa lalu ketika perkasa & enegik yg penuh kenangan. Di rumah yang besar dia kesepian, tiada suara anak, cucu, hanya detak jam dinding yang berbunyi teratur. Punggungnya sakit, sesekali air liur keluar dari mulut. Dari sudut mata ada air yang menetes.. Rindu dikunjungi anak2nya

 

Tapi semua anaknya sibuk dan tinggal jauh di kota atau negara lain; Ingin ke tempat ibadah, badan tak mampu berjalan. Sudah terlanjur melemah. Begitu lama waktu ini bergerak, tatapannya hampa, jiwanya kosong, hanya gelisah yang menyeruak; Sepanjang waktu; Laki-laki renta itu, barangkali adalah Saya.

Atau barangkali Anda yang membaca tulisan ini suatu saat nanti. Hanya menunggu sesuatu yg tak pasti.
Yang pasti hanyalah KEMATIAN. Rumah Besar tak mampu lagi menyenangkan hatinya. Anak Sukses tak mampu lagi menyejukkan rumah mewahnya yang ber AC. Cucu2 hanya seperti orang asing bila datang. Asset2 produktif yang terus menghasilkan, entah untuk siapa

 

Kira-kira jika malaikat ‘Datang Menjemput’, akan seperti apakah kematian nya nanti. Siapa yang akan memandikan ? Dimana akan dikuburkan ? Sempatkah anak kesayangan dan jadi kebanggaannya datang mengurus jenazah dan menguburkan? Apa amal yang akan dibawa ke akhirat nanti? Rumah akan di tinggal, asset juga akan di tinggal pula.

Anak2 entah akan ingat berdoa untuk kita atau tidak. Sedang ibadah mereka saja belum tentu dikerjakan. Apa lagi jika anak tak sempat dididik sesuai tuntunan agama.Ilmu agama hanya sebagai sisipan saja. ‘Kalau lah Sempat’ menyumbang yang cukup berarti di tempat ibadah, Rumah Yatim, Panti Asuhan atau ke tempat2 di Jalan Allah yang lainnya

 

Kalau lah Sempat’ dulu beli sayur dan melebihkan uang pada nenek tua yang selalu datang. ‘Kalau lah Sempat’ memberi sandal untuk disumbangkan ke tempat ibadah agar dipakai orang yg memerlukan. ‘Kalau lah Sempat’ membelikan buah buat tetangga, kenalan, kerabat dan handai taulan.

 

Kalau lah kita tidak kikir pada sesama, mungkin itu jadi ‘Amal Penolong’ nya. Kalau dulu anak disiapkan jadi ‘Orang Shaleh’, dan ‘Ilmu Agama’ nya lebih diutamakan. Ibadah sedekahnya di bimbing / diajarkan & diperhatikan, maka mungkin selalu ‘Terbangun Malam’, ‘Meneteskan Air Mata’ medoakan orang tuanya.

 

Kalaulah sempat membagi ilmu dengan ikhlas pada orang hingga bermanfaat. Mengapa kalau sempat ? Mengapa itu tidak jadi perhatian utama kita ? Kita tidak adil pada diri sendiri. Kenapa kita tidak lebih serius ‘Menyiapkan Bekal’ untuk menghadap-NYA dan ‘Mempertanggung Jawabkan’ kepadaNya? Jangan terbuai ‘Kehidupan Dunia’ yang bisa melalaikan.

 

Kita boleh giat berusaha, tapi jadikan itu bekal kita perjalanan panjang & kekal di akhir Hidup kita. Yang menulis & menyebarkan catatan ini semoga menjadi sodaqoh ilmu & ladang amal Shaleh. Teruslah menjadi Pejuang Dakwah dan menabur Kebajikan selama hayat masih dikandung badan meski hanya sepotong pesan. Semoga Bermanfaat.(* Bahan dari : https://assajidin.com/2019/01/07/renungan-dari-pidato-bj-habibie-kalaulah-kita-sempat/)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*

code