RSS Feed     Twitter     Facebook

Resensi-Menabung Kesehatan Hari Tua

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 14 views    Font size:
Resensi-Menabung Kesehatan Hari Tua

(koran-jakarta.com/)-Judul : Bioteknologi Penuaan; Penulis Winarno; Penerbit : Gramedia

Cetakan Oktober 2018; Tebal 176 Halaman

ISBN : 978-602-06-1412-0

 

Tubuh manusia bisa dibagi etape masa pertumbuhan hingga puncak vitalitas, usia 0–30 tahun. Para atlet mencapai masa gemilang diusia (20–25). Etape kedua usia 30 tahun ke atas. Di usia ini tubuh perlahan mengalami degenerasi fungsi organ yang makin lama stadium kerusakannya tambah parah.

 

Pada etape pertama, tubuh manusia kuat dan kebal penyakit karena pada masa itu tiap organ tubuh  otomatis memperbarui diri dalam varian waktu berbeda. Contoh, DNA membarui diri setiap dua bulan. Kulit setiap bulan. Jantung 6 pekan sekali. Darah setiap empat bulan. Otak setip tahun.

 

Setiap tahun tubuh manusia kembali baru. Proses pembaruan tubuh menyeluruh terjadi saat berada dalam keadaan sehat dan seluruh fungsi organ dan metabolismenya berjalan bagus. Saat tubuh tidak sehat, proses perbaikan secara otomatis juga terkendala.

 

Ini terjadi saat tubuh menapaki 30 tahun ke atas. Maka, menabung kesehatan sejak muda penting, sebab segala kerusakan yang potensial di usia muda akan terasa ketika memasuki usia tua. Di samping itu, kebiasaan menjaga kesehatan di usia muda akan berlanjut, sehingga bangunan tubuh yang sehat akan terus terawat.

 

Sehat tidak hanya berkorelasi dengan persoalan fisik, tapi juga keadaan jiwa. Sehat didefinisikan sebagai well being fit and feeling great (tubuh prima dan jiwa merasa berjaya). Paduan fisik prima dengan jiwa yang penuh semangat akan melahirkan kinerja luar biasa. Buku ini mengungkapkan, pada abad 21, muncul kesadaran akan pentingnya kesehatan.

 

Sebelumnya, orang hanya fokus pada kerja untuk mendapat kekayaan agar kelak di usia tua, bisa menikmatinya. Asumsi demikian terbukti keliru. Banyak yang gagal menikmatinya karena saat tua malah sakit2an. Bagi orang yang sakit, limpahan harta tidak memberi kebahagiaan seperti diharapkan. Ketika diminta memilih kesehatan atau uang, dulu banyak orang memilih uang.

 

Mereka mengira uang segalanya, termasuk membeli kesehatan. Padahal kesehatan tidak bisa dibeli. Kini orang sudah mulai memilih mengeimbangkan keduanya. Menjaga agar tubuh tetap sehat berpangkal pada mengonsumi makanan secara bijak. Ini mencakup kadar makanan dan jenisnya.

 

Pilihlah jenis makanan alami yang masih segar. Hindari makanan yang mengandung alkohol, pengawet, karbonasi, dan sejenisnya. Kadar makanan yang dikonsumsi sekiranya membuat perut 80 persen kenyang dan rutin berohlaraga. Tentu juga istirahat secukupnya. Jangan lupa untuk tersenyum karena memacu keceriaan jiwa jiwa ceria yang menetralisasi stres.

 

Kebiasaan ini dilakukan penduduk Okinawa, Jepang, sehingga memiliki harapan hidup hingga 81 tahun ke atas. Tidak heran daerah tersebut dianggap sebagai “Shangri-La” yang menjadi inspirasi kesehatan banyak orang. Buku ini menjelaskan saat tua tubuh masih sehat. Pembaruan setiap organ dalam tubuh akan berjalan normal.

 

Bisa saja secara kalender orang berusia 60 tahun, namun secara biologis masih berusia 26 tahun, berkat vitalitas fisiknya yang masih sehat, kuat dan energik. Impian pengendalian usia tua seperti inilah yang diharapkan banyak orang. Ia harus mulai ditabung sejak muda dengan beragam kebiasaan yang sehat.

 

Buku ini hasil penelitian Winarno atas beragam riset kesehatan mutakhir. Tentu dia juga memasukkan cara menjaga kesehatan atas pengalaman sendiri yang memasuki usia 80. Ini bukan buku kumpulan teori, tapi teori yang sudah dibuktikan validitasnya. (Diresensi Habibullah, Alumnus Pascasarjana UIN Malang; Bahan dari : http://www. http://www.koran-jakarta.com/menabung-kesehatan-untuk-hari-tua//menabung-kesehatan-untuk-hari-tua/)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*

code