Wisata dan Kuliner

Wisatawan Muslim Gak Perlu Khawatir Berwisata ke Danau Toba

(lifestyle.okezone.com)-MAKANAN; itu kebutuhan pokok tiap manusia. Keadaan apapun, makanan adalah kebutuhan vital tiap orang. Apalagi ketika traveling ke suatu tempat. Kuliner dan traveling terkait erat satu sama lain, tidak bisa dipisahkan.

 

Saat bepergian, faktor kuliner di tempat yang didatangi biasanya jadi faktor pertimbangan utama. Terlebih jika destinasi wisatanya, kebetulan mayoritas penduduk lokalnya memeluk keyakinan berbeda dengan yang dianut. Kekhawatiran apakah tetap bisa menikmati kuliner lezat selama berlibur, wajar muncul bukan?

 

Misal kasusnya ketika wisatawan Islam hendak ke Tanah Sumatra, (kawasan Danau Toba) yang kultur dihuni oleh non-Muslim. Apakah ini jadi penghalang bagi para wisatawan Muslim untuk berkunjung dan menikmati pesona keindahan alam serta keberagaman budaya Danau Toba?

 

Tak perlu khawatir, kini pariwisata Toba jauh lebih berkembang. Tak hanya segi aksesibilitas, tapi juga dari segi kuliner. Seperti dituturkan Tendi Nuralam, Wakil Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Sejarah, Religi, Tradisi dan Seni Budaya, wisnus dan Wisman tak perlu khawatir tidak bisa menyantap hidangan halal ketika berwisata di Danau Toba, walau masyarakat loka mayoritas non-Muslim.

 

Sebab, pemerintah pusat (Kemenpar) menyebutkan, kuliner tengah jadi aspek yang dibenahi di Danau Toba. “Kuliner ini kita benahi total, walau tetap kita pertahankan adat asli kayak lapo tua. Kita edukasi cara masak dengan tata cara orang Muslim”.

 

“Kita edukasi kalau masak makanan halal itu tidak boleh digabungkan di satu tempat dengan masakan biasa, peralatan memasak, semua dipisahin. Ini yang lagi kita kembangkan” ujar Tendi saat dijumpai Okezone, usai gelaran talkshow “Ayo ke Toba” di mal Ciputra, Surabaya, Jatim.

 

Pembenahan di aspek kuliner di kawasan wisata Toba ini walau tak mudah prakteknya. Tapi harus dilakukan agar bisa menciptakan lingkungan destinasi wisata ramah untuk semua orang, termasuk wisatawan Muslim.

 

“Susah apa enggak? Ya susah2 gampang,  ini tantangan bagi kita meningkatkan pariwisata. Jadi enggak perlu takut wisata ke sana, kalau dibilang susah seolah enggak ada sama sekali, enggak bisa makan sampai kelaparan”.

 

“Kan enggak begitu, ya kita bikin lingkungan friendly, wisatawan Muslim itu datang sudah siap makanannya. Tersebar di titik2 rumah makan Muslim dan rumah makan Chinese Muslim,” imbuhnya.  (Ananda; Bahan dari : https://lifestyle.okezone.com/read/2018/09/16/298/1951308/soal-kuliner-wisatawan-muslim-tak-perlu-khawatir-berwisata-ke-kawasan-danau-toba)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close