RSS Feed     Twitter     Facebook

HUT Yakes XXI(7)-Rangkuman Ceramah dr. H. Nadesul

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 5 views    Font size:
HUT Yakes XXI(7)-Rangkuman Ceramah dr. H. Nadesul

Tentunya dan mudah2an sajian berikut ini bisa sebagai pengganti teman2 pensiunan yang berhalangan hadir di acara puncak HUT Yakes ke-21; Juga bisa dipakai pengingat kembali bagi yang menikmati acara yang diselenggarakan Yayasaan Kesehatan Telkom. Monggo saya ambil dari sumber berikut :

 

(dikisepterian.wordpress.com)-Catatan pengalaman Dr. Handrawan Nadesul lebih dari 20 tahun. Dia membuka tulisannya dengan baik. Ia mengajak kita untuk melek gizi. Seperti yang tertulis pada buku karangannya :

 

  1. Semakin enak suatu makanan, umumnya semakin tidak sehat. Begitu juga sebaliknya … Ubi rebus lebih sehat dibanding donat goreng. (Ubi kaya serat, obat pencahar alami).
  2. Beras tumbuk lebih kaya vitamin B daripada beras putih yang disosoh. (Vit-B tidak disimpan oleh tubuh, ia mempengaruhi saraf. Pegal linu, kesemutan? Mungkin hanya kurang asupan vitamin B).

 

  1. Pilih terigu atau gandum?
  2. Kalau bisa mentah, kenapa di masak. Daun mentah kaya akan zat hidup, sebaliknya masakan yang berlebihan dalam proses (over cooked) sebagian zat gizi dan mineralnya telah hilang.

 

  1. Pilih gula merah atau pemanis buatan? Madu tentu lebih sehat dibanding gula pasir.
  2. Mengapa pilih buah impor? Buah impor biasanya sudah lama dipanen, banyak bahan pengawet, dan harga biasanya lebih mahal.

 

  1. Buah-buahan itu diblender, bukan dijus. Apalagi jus pakai tambahan gula, susu, dan lainnya.
  2. Lebih sehat masakan di dapur daripada di restoran. Karena kita bisa memilih bahan yang masih segar, dan memasak tanpa perlu berlebihan.

 

  1. Diet bukan disiplin mati. Pola makan sebaiknya mengikuti kodrat tubuh. Jangan salah pantang.
  2. Perlu bantuan suplemen. Karena menu kita cenderung monodiet. Dosis kecukupan vitamin dan mineral tidak seperti dulu. Suplemen tidak menjadikan ketergantungan.

 

  1. Buat sel tubuh tetap bugar. Makanan sel datang dari oksigen yang kita hirup dan makanan yang kita konsumsi. Bila keduanya optimal, maka sel akan tetap bugar.
  2. Bukan sekadar cari keringat. Tapi zona aerobic harus tercapai. Jangan dulu membayangkan aerobic dengan musik-musik itu ya.

 

  1. Jaga berat badan ideal. Kebanyakan tubuh memerlukan 2200 Kkal perhari. Sebagian dipakai untuk metabolisme, sebagian untuk aktifitas fisik dan berpikir. Bila kalori yang masuk berlebih, dan dibiarkan berbulan-bulan, maka itulah yang menjadikan gemuk.

 

Tulisan-tulisan di dalam buku Sehat Itu Murah memang menarik. Sebisa mungkin menggunakan bahasa yang mudah dipahami awam. Yang terus saya ingat : Jalan ter-gopoh2(brisk walking), dan obat hore.

 

Setelah diteliti, Institut Cooper menemukan aerobic tak perlu seberat dulu. Cukup gerak badan sedang2 maka penyakit2 degeneratif bisa batal muncul, dan dengan berjalan ter-gesa2 menghasilkan nilai aeorobic yang sama dengan lari, jogging atau latihan berat lain (latihan berat perlu untuk ketahanan).

 

Obat diminum bila perlu. Karena tiap obat berefek samping. Keluhan2 : Demam, mual, mules, pusing, nyeri kepala itu lebih seringnya asap dari api penyakit. Obat2 itu bisa diminum bisa tidak, hitung2 saja manfaat-resikonya. Obat simtomatik itu obat hore. Tubuh berasa sembuh, padahal belum hilang. Pasangannya obat kausatif, atau obat sebab. Obat inilah yang akan “mematikan” sumber sakit.

 

Buku Sehat itu murah disandingkan dengan 2 buku lainm: Jurus Sehat tanpa Ongkos dan Resep mudah tetap sehat. Bila dibuku pertama Dr. Handrawan bercerita hal2 seputar kesehatan tubuh, dibuku kedua ia menyederhanakan dengan artikel2 ringkas yang siap untuk dipraktekan sehari-hari.

 

Nah, dibuku ketiga ia lebih mengkhususkan dengan penyakit2 yang sering terjadi (kanker, jantung, kencing manis, ginjal, sakit kepala, rematik, mag, insomnia, herpes, dan lain-lain) dilengkapi dengan penjelasan, siapa dan bagaimana cara mencegah dan mengobatinya.

 

Adakah kurangnya buku ini?

Bentuk bukunya menarik. Tidak besar, tidak berat, jadi mudah dibawa ke-mana2. Isinya bermanfaat dan bergizi. Penulisnya ahli yang tidak hanya memiliki ilmu tapi mempraktikkannya se-hari2. Ilmu yang ditempa pengalaman. Bila ada kurangnya, maka penulisan yang kadang berulang menjadi cela-nya.

 

Tapi buku dengan genre seperti ini memang harus begitu. Biar menancap diingatan dan langsung dijadikan kebiasaan sehari-hari. Terima kasih Dr. Handrawan Nadesul.; (Bahan dari : https://dikisepterian.wordpress.com/2017/09/17/sehat-itu-murah/)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*

code