RSS Feed     Twitter     Facebook

Senam Rutin Cabang Bandung Selatan 10-04-2019 dan Lingkar Badan

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 69 views    Font size:
Senam Rutin Cabang Bandung Selatan 10-04-2019 dan Lingkar Badan

Senam Rutin P2Tel Cabang Bandung Selatan, kali ini (10 April 2019) juga diselenggarakan di Lapangan Bandung Lautan Api Tegallega Bandung.

 

Hari itu senam diikuti 73 peserta dari total anggota Senam sebanyak 83 orang itu menggunakan seragam Kuning Abu2 Wisata Sehat Yakes. Kaos telah dibagikan tahun 2015, sehingga peserta sesudah tahun 2015 tidak berkaos seragam ini dan memakai kaos yang mereka miliki.

 

Jelang senam dilakukan pengukuruan : Tensi, tinggi badan, berat badan dan lingkar badan oleh Kader Bina Sehat Bugar (Segar) P2tel Cabang Bandung Selatan yaitu Bapak Yos dan Ibu A. Widaningsih, yang bertugas mendata kesehatan tersebut.

 

Kini ini kita sajikan kenapa sih perlunya diukur Lingkar badan dari sumber berikut ini, Monggo :

 

Anda bisa mengetahui risiko penyakit diabetes, penyakit jantung, atau penyakit kronis lain dengan a mengukur lingkar pinggang? Cukup dengan meteran baju, Anda sudah bisa mengetahui apakah Anda berpotensi kena penyakit

 

Prediksi penyakit lewat Ukuran lingkar pinggang

Selama ini, status gizi dan kesehatan lebih dilihat dari index massa tubuh (IMT). Bila kita punya IMT berlebih, dikatakan overweight atau obesitas (kelebihan berat badan). Jika kita obesitas, risikonya pada penyakit2 kronis makin meningkat, seperti diabetes (DM), jantung koroner, stroke, serangan jantung, atau gagal jantung.

 

Hasil penelitian, status gizi pakai IMT tidak jadi satu2nya yang terbaik menentukan risiko penyakit kronis. Jurnal dalam Diabetes Metabolic Syndrome and Obesity, melaporkan ada 34 penelitian menyatakan perbandingan lingkar pinggang terhadap tinggi badan lebih baik dalam memprediksi DM, kelebihan lemak, hipertensi, dan gejala awal penyakit jantung.

 

Prediksi dari Lingkar Pinggang

Walau menghitung IMT cukup mudah, tapi beberapa ahli menyatakan nilai IMT tidak bisa dijadikan patokan menentukan risiko penyakit kronis seseorang. Sebab, penghitungan IMT tidak melihat seberapa besar kadar lemak total yang ada di dalam tubuh Anda.

 

Seseorang yang gemuk pasti berkadar lemak total banyak. Tapi, yang kurus dengan IMT normal mungkin saja berkadar lemak total yang sama atau lebih dari orang gemuk. Bagian pinggang-perut itu tempat utama penyimpanan lemak, sehingga ukuran lingkar pinggang bisa dijadikan patokan seberapa banyak lemak tubuhnya – meski ini merupakan pengukuran sederhana.

 

Selain itu, mengukur besarnya pinggang lebih mudah dan sederhana jika dibanding menghitung indeks massa tubuh yang memiliki rumusnya sendiri.

 

Risiko penyakit kronis dan perbandingan lingkar pinggang dengan tinggi badan

Yang perlu Anda lakukan, mengukur lingkar pinggang Anda dengan meteran kain. Setelah tahu nilai lingkar pinggang Anda, bandingkan dengan tinggi badan Anda. Apakah nilai lingkar pinggang Anda lebih besar dibandingkan dengan tinggi badan? Ataukah lebih kecil?

 

Para ahli menyatakan seseorang yang dianggap sehat dan memiliki risiko yang kecil untuk terkena penyakit diabetes, stroke, penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi, adalah orang yang ukuran lingkar pinggang kurang dari ½ tinggi badan.

 

Contoh, jika tinggi badan Anda 160 cm, maka Anda dikatakan sehat bila mempunyai lingkar pinggang kurang dari 80 cm (setengah dari 160). Bila ukuran pinggang Anda melebihi angka itu, Anda semakin berisiko untuk mengalami penyakit kronis. (Nimas Mita Etika M; https://hellosehat.com/hidup-sehat/kebugaran/penyakit-kronis-lingkar-pinggang-tinggi/)-FatchurR

 

*** (Bahan dari Ibu Hj. Tati Sumiyati; H Suhada dan H. Djumhana)

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*

code